Thursday, 29 July 2010

intelektual profetik, pilot project generasi bangsa


Generasi Intelektual Profetik, Project Pilot Menuju Kebangkitan Bangsa
Intelektual profetik adalah sebuah akronim. Pengabungan dari dua kata yang di serap dari bahasa inggris yakni kata intelectual (orang pandai, teknokrat, moralis) dan Prophet (nabi) dan di indonesia kan dengan intelektual profetik yang berarti orang pandai atau ilmuwan dan kenabian. Namun itu hanya arti secara harfiah, dan arti sebenarnya yang di maksud di sini bukanlah seperti itu. Kusumaatmaja mengartikan intelektual profetik sebagai intelektual yang mampu menyelaraskan antar hasil penalaran akal dengan hasil penalaran wahyu. Dalam paradigma gerakan yang di susun oleh tim dari sebuah organisasi kepemudaan yakni KAMMI di katakan bahwa intelektual profetik ialah sosok ilmuwan yang meletakkan dasar keimanan sebagai ruh atas penalaran akal dan penalaran wahyu. Dengan kata lain sosok yang tercermin dalam seorang yang memposisikan diri sebagai intelektual profetik adalah dua karakter kepribadian yakni sosok intelektual yaitu sosok yang memiliki analisis keilmuan yang mapan, teknokrat dan moralis. Serta didalamnya ada sosok yang mencirikan kenabian. Dengan kata lain seorang yang memiliki konsep agama dalam menjalani kehidupannya. Segala sudut pandangnya terhadap persoalan dunia selalu berdasarkan pada ajaran nabi yakni wahyu tuhannnya atau perkataan serta perbuatan yang di contohkan oleh nabinya. Dan sosok intelektual profetik adalah penggabungan dari karakter dua sosok tadi. Karakter individu yang dapat membedakan di mana batas akal yang tidak dapat di selesaikan oleh nalar dan kemampuan pengetahuan maka secara subtansial harus di kembalikan kepada esensi dasar ketuhanan bahwa alam semesta dan apapun yang terjadi di alam ini tidak lepas dari kontrol tuhannya sehingga mendorong ia selau bergerak dalam koridor tuhannya.
Konsep intelektual profetik adalah prototipe individu yang seharusnya menjadi sosok generasi manusia. Karena tiap karakter yang terbentuk berdasarkan pemahaman ilmu yang seimbang antara akal dan dan analisa pemikiran dengan konsep penalaran wahyu akan menghasilkan ilmuwan yang sanggup menjelaskan keterkaitan alam berdasarkan penalaran akal dengan analisa konsep ketuhanan sebagai landasan akidah yang membuat manusia tidak lupa akan kodratnya sebagai makhluk. Keterkaitan antara aspek akal dan wahyu sangatlah penting. Hal ini di karenakan pada satu titik nadhirnya akal akan tidak akan dapat memecahkan seluk beluk alam ini di karenakan keterbatasan manusia akan kemapuannya. Sehingga kesadaran akan konsep ketuhanan sangatlah berperan penting sehingga manusia dengan keterbatasan akalnya akan dapat mengelola akalnya sendiri sehingga tidak kehilangan akalnya atau gila karena sudah berada pada tahap kritis batas akhir dari kemampuan otak untuk mengolah segala konsep akal. Dan hal inilah yang menjelaskan bahwa sebenarnya manusia ini fana dan di butuhkan kekuatan kekal yang ghaib (di luar nalar akal) untuk mengotrol alam ini.
Intelektual profetik adalah ungkapan yang memiliki makna yang cukup dalam dan luas. Konsep intelektual profetik mencerminkan sebuah generasi yang hidup berdasarkan ilmu pengetahuan yang logis namun memiliki kesadaran yang tinggi akan aspek ghaib yang akan menghasilkan kualitas hidup yang harmoni . generasi cerdas yang sadar tidak semua beban harus di pikul sendiri. Sebuah kesadaran berarti bahwa akan tetap ada tempat berharap, mengantungkan diri dan menaruh semua beban. Ada konsep tentang ketuhanan sebagai rabb pemilik semesta alam dan tempat manusia mengantungkan dan menaruh harapannya. Tepatnya menjawab pertanyaan kepada siapa manusia harus berharap. Pemikiran seperti ini akan menglahirkan generasi tangguh yang jauh dari sikap putus asa.
Sekilas konsep ketuhanan sekarang sudah menjadi sebuah pemikiran yang tidak terbantahkan. Tentang teori keagamaan bahwa tuhan itu ada dan manusia butuh kepada tuhannya. Dapat di ambil pelajaran ketika pasukan Rusia ketika masih Uni Soviet dengan sosialisme dan komunismenya menolak kehadiran tuhan dengan kata lain mereka bentuk lain dari ateisme. Para pasukan menolak bertempur karena tujuan mereka bertempur untuk mendapat kehidupan yang layak, sedangkan perang hanya akan membawa mereka kepada kematian. Dan pada akhirnya juga sistem tersebut hancur dan uni soviet runtuh. Bukti esensi dasar manusia membutuhkan tempat bersandar yang mampu memberikan ketenangan yang tidak dapat di berikan oleh manusia. Dan dengan teknologi yang ada saat ini manusia semakin banyak melakukan penemuan yang mengarah kepada konsep keradaan tuhan itu nyata hanya saja ghaib bagi manusia. Banyak bukti sejarah yang di temukan oleh menusia baik sejarah, ilmu terapan mengarah kepada kebenaran konsepsi nalar wahyu tentang tuhan. Begitu banyak peristiwa zaman dulu baru terungkap sekarang dengan keberadaan tenologi dan penemuan alam yang luar biasa yang sudah lebih dulu di khabarkan dalam Al-Quran, kitab suci umat Islam yang turunnya jauh sebelum manusia menemukannya. Jauh sebelum kemampuan teknologi mendukung seperti sekarang dan pada zaman tersebut konsep tentang keimananlah yang membuat mereka percaya dan terhindar dari beban pikiran yang tidak sanggup mereka tanggung. Dalam sejarah kenabian Rasulullah Muhammad SAW beliau memberitakan tentang isra mikraj namun banyak yang tidak percaya. Dan dengan konsep keimananlah Abubakar salah satu sahabat beliau dapat membenarkan dan akhirnya di ikuti oleh yang lain bahwa mereka mendapat perintah shalat langsung dari langit dengan masa waktu satu malam. Tidak ada teknologi yang membuat orang percaya waktu itu. Dan dengan teknologi sekarang orang dapat membuat wahana berkecepatan berkali lipat dari kecepatan cahaya maka tidak ada alasan untuk tidak membenarkan peristiwa tersebut dan ini kembali menegaskan tentang konsep ketuhanan. Perkirakan saja kecepatan cahaya per detiknya berapa. Jarak matahari ke bumi saja di tempuh cahaya dalam waktu delapan menit.
Ketika manusia bisa menganalisa segala kekuasaan tuhan. Mampu membaca apa yang disebut dengan ayat-ayat kauniyah sebagai bukti adanya tuhan. Maka akan ada keinginan lain untuk mengungkap selurauh rahasia alam dan dengan ilham dari Allah maka akan lebih banyak lagi ayat kauniyah yang mampu kita baca dan bertambahlah keyakinan akan keberadaan tuhan. Dengan kesadaran seperti itu maka seseorang akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan akan berusaha untuk menggunakan ilmunya itu sesuai dengan koridor dari tuhannya. Akan muncul generasi-generasi yang akan berkerja sesuai dengan perintah dari tuhannya. Dan secara otomatis akan meninggalkan larangan tuhannya. Dan ketika itu terwujud maka terbentuklah kehidupan di mana kita akan hidup di dunia yang semua orang melakukan apa yang di sebut amar makruf nahiy mungkar. Kehidupan harmonis sesuai dengan cita-cita dari manusia.
Salah satu dari penyebab ketimpangan alam adalah ketidak percayaan lagi pada konsep wahyu dari tuhan. Penolakan terhadap konsep ketuhanan berlangsung dengan masif dan memerlukan pencegahan. Berbagai kerusakan alam karena kemajuan teknologi dalam pemenuhan kebutuhan manusia dan terbentuknya jurang pemisah antara si miskin di karenakan sistem pasar dan ekonomi sekarang merupakan efek dari pengejawantahan aspek ketuhanan yang di hilangkan pengaruhnya. Manusia sengaja menghilangkan aspek ketuhanan agar konsep tersebut tidak dapat menahannya dari berbuat hal yang merusak harmoni alam. Dan sebagian dari manusia lainnya tidak mampu untuk mengsinkronkan antara konsep nalar akal dan konsep nalar wahyu. Dan hal tersebut bisa terjadi di karenakan pengejawantahan tentang pemisahan antara aspek kehidupan dengan aspek religius atau aspek ketuhanan sudah lama di biarkan. Hal tersebutlah yang membuahkan ketimpangan dalam hidup ummat manusia tanpa mereka sadari.
Seorang ilmuwan terkenal penemu reaksi fusi yang sangat penting untuk proses pengolahan nuklir Albert Einstein pernah mengatakan “agama tanpa pengetahuan itu pincang, sedangkan pengetahuan tanpa agama itu buta”. Maka dapat di artikan jika seseorang memiliki konsep tentang nalar wahyu dengan landasan keimanan maka itu tidak terlalu buruk efeknya dan manusia masih dapat bertahan dengan apa adanya. Sedangkan penalaran akal tanpa tanpa di barengi pemahaman konsep wahyu dan keimanan akan sangat berefek buruk. Hal itu ketika manusia terlena dengan kemajuan tanpa di barengi landasan tanpa di landasi dengan keimanan maka keserakahan tanpa memperhatikan keseimbanganlah yang akan terjadi. Karena keserakahan dan nafsu adalah fitrah sifat dasar manusia. Dan perlu dicatat Einstein mengatakan hal tersebut ketika ia menemukan bahwa partikel atom bergerak seimbang tanpa saling bertubrukan dan ia berpikir hal ini bukan sebuah kebetulan, harus ada yang mengaturnya. Ia membayangkan di perlukan rekayasa untuk membuat atom bertubrukan dan efeknya itu sangat dahsyat reaksi fusi sulit di hentikan. Siapa yang lupa bom atom yang meluluhkan nagasaki dan hiroshima. Ini sangat menegaskan bahwa konsep ketuhanan itu ada dan sangat penting untuk menguasai konsep penalaran wahyu agar ada keseimbangan dengan penalaran akal. Namun ummat manusia sudah terlanjur membadakan antara konsep nalar akal dan nalar wahyu sehingga terlalu jauh tersesat dalam paradigma yang salah. Padahal antara keduanya itu berkaitan sangat erat.
Konsepsi nalar wahyu adalah hal yang tidak dapat di pisahkan dalam kehidupan manusia. Hal itu di buktikan selama manusia mempercayai apa yang di sebut dengan masa depan dan harapan. Itu juga di karenakan harapan dan masa depan itu merupakan hal yang ghaib (belum jelas kejadiannya. Belum tentu akan terjadi dan akan kita nikmati. Bisa saja kita mati besok harinya dan harapan hanya menjadi sekedar harapan dan tidak terwujud. Namun pada kenyataannya manusia percaya akan hal tersebut. Dan ini merupakan sifat dasar juga dari manusia yang akan selalu membutuhkan tempat untuk berharap. Kesuksesan seorang trainer indonesia yang juga pengusaha Ari Ginanjar Agustian dengan konsep ESQ nya merupakan sebuah kenyataan bahwa manusia butuh akan tempat untuk besandar. Dalam bukunya yang best seller banyak membahas tentang konsep percaya akan kemampuan diri dan bantuan dari tuhan. Konsep Bismilah yang di kejawantahkan olehnya itu mampu merubah cara pandang, hidup, serta motivasi hidup seseorang. Konsep Bismillah itu sendiri merupakan sebuah konsep yang berasal dari Alquran. Yakni kitab suci ummat islam. Dan dengan arti dari bismillah itu sendiri yaitu dengan nama Allah. Dengan kata lain sama dengan menyebut dengan nama tuhannya bagi ummat Islam. Perlu di ketahui bahwa bagi ummat islam hanya ada satu tuhan yaitu Allah dan tiada sekutu baginya. Dialah tempat meminta dan tempat memohon petolongan.
Hal tersebut menegaskan bahwa konsep intelektual profetik merupak konsep yang ideal bagi generasi yang merindukan perubahan. Konsep gerakan intelektal profetik seperti yang di deklarasikan oleh KAMMI atau Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, salah satu organisasi yang menaungi mahasiswa muslim tersebut merupakan suatu hal yang mesti bagi generasi yang gandrung akan keadilan dan menginginkan perubahan. Dan perlu di tegaskan konsep intelektual profetik bukanlah sebuah omong kosong belaka. Konsep intelektual profetik merupakan konsep pemikiran cerdas yang pantas di sandangkan sebagai prototipe karakter yang bisa di adopsi sebagai konsep jati diri setiap manusia. Sebuah konsep yang bisa menjadi pilot project (proyek percontohan) bagi generasi penerus bangsa dalam menentukan identitas diri.
Ide penggabungan antara penalaran akal dengan penalaran wahyu merupakan ide yang sangat brilian. Ide luar biasa untuk keluar dari krisis ketimpangan alam. Suatu pemikiran tentang munculnya komunitas-komunitas dengan kapasitas keilmuwan yang mapan serta menguasai konsep penalaran wahyu yang akan menjadi penyeimbang kehidupan dan harmoni alam dari penfsiran nalar wahyu semata. Konsep gerakan intelektual profetik merupakan konsep yang harus di budayakan agar muncul banyak individu - individu yang merupakan pionir perubahan kedepan. Dan dari individu-individu tersebut terbentuklah komunitas intelektual profetik. Yang pada tahap perkembangannya akan membentuk sebuah tatanan masyarakat cerdas. Tatanan masyarakat yang terdiri dari komunitas para intelektual profetik. Dan pada tahap puncaknya maka kejayaan gilang gemilang akan di capai. Di mana sebuah tatanan dunia baru yang bebas dari ketimpangan dan konflik akan terbentuk.
Konsep intelektual profetik adlah adalah solusi atas permasalahan ummat manusia pada saat ini. Dan pembudayaan terhadap pembentukan karakter intelektual profetik adalah sebuah proses percepatan menuju sebuah kejayaan. Dan sudah saatnya budaya konsumtif, korupsi, dan perbuatan lainnya di tinggalkan dan beralih kepada kebudayaan baru. Sebuah kebudayaan yang akan membawa indonesia kepada gerbang kemerdekaan yang seungguhnya pada khususnya dan ummat manusia secara umum.

hukum laut internasional


HUKUM LAUT INTERNASIONAL
1. Landas Kontinen
Landas Kontinen adalah wilayah laut dari suatu negara pantai meliputi dasar laut dan tanah di bawahnya dari daerah di bawah permukaan laut yang terletak di luar laut teritori sebatas landas kontinen yang merupakan wilayah kelanjutan dari daratan alamiah (hingga jarak 200 mil di ukur dari garis pangkal.
Cara Mengukur Landas Kontinen
1. Ditarik garis lurus mulai dari garis pangkal hingga 200mil kearah laut.
2. Untuk wlwilyah di atas 200 mil harus ditetapkan batasnya dengan cara menarik garis lurus tidak boleh lebih dari 60 mil.
3. Untuk negara yang brbatasn maka harus di tentukan batasnya dari tempat titik pangkal di mulai menarik garis dan di tentukan titik koordinatnya demi tercapainya penyelesaian yang adil sesuai dengan ketentuan.
4. Peta-peta koordinat tersebut harus di umumkan sebagaimana mestinya oleh negara pantai.
2. Hak Negara Pantai dan Negara Asing di Wilayah Landas Kontinen
Setiap negara memiliki hak-hak atas landasan kontinen. Hak negara- negar tersebut ialah sebagai berikut :
2.1. Hak Negara pantai :
1. Hak berdaulat dengan tujuan untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi kekayaan alam
Negara pantai memiliki hak untuk mengeksplorasi mauapun mengekploitasi kekayaan yang ada di laut maupun tanah di wilayah landas kontinen untuk kepentingan negara tersebut. Baik itu kekeyaan alam hayati berupa makhluk hidup seperti ikan, kerang, dan biota laut lainnya baik untuk kepentingan komersial maupun penelitian dan kekayaan non hayati seperti mineral, tambang minyak bumi, gas alam, batubara, nikel, tembaga, nikel, bauksit dan lain sebagainya. Semua dapat di manfaatkan untuk kepentingan negara pantai. Negara pantai adalah negara yang berdaulat penuh atas landas konitnen.
2. Memasang kabel dan pipa bawah laut
Semua negara pada dasarnya berhak untuk memasang kabel dan pipa bawah laut dengan memperhatikan tidak ada yang di rugikan dari pemasangan tersebut. Dan sebagai negara berdaulat ats landas kontinen maka negara pantai memiliki hak untuk memasang pipa maupun kabel bawah laut dengan tidak menganggu aktifitas lainya di permukaan laut.
2.2. Hak negara asing atas landas kontinen
1. Hak melayari.
Setiap negara mempunyai hak untuk berlayar di atas landas kontinen asalkan tidak berada di landasan kontinen yang terletak wilayah laut teritori
2. Hak membuang sauh atau jangkar.
Setiap negara mempunyai hak untuk berhenti ( belabuh di tengah laut di daerah wiliyah landasan kontinen.
3. Hak memasang pipa dan kabel bawah laut.
Negara asing berahak melakukan pemasangan kabel maupun pipa bawah laut dengan ketentuan tidak mengganggu dan mendapat izin dari negara yang berdulat. Dan negara berdaulat tidak boleh mengahalangi pemasangan kabel dan pipa bawah laut oleh negara asing.
Pun demikian tiap negara yang melekukan kegiatan di daerah landas kontinen tidak boleh mengganggu akatifitas pelayaran maupun aktifitas laut lain di atas landasan kontinen.juga terkait pencemaran yang timbul akibat peasanga pipa, kabel serta eksplorsi dan eksploitasi semua pihak negara berkewajiban untuk merawat dan melestarikan kelangsungan kehidupan di wilayah landasan kontingen
3. Landas Kontinen (Perbandingan Konsep Unclos 1982 Dan Konvesi Jenewa 1958)
Cukup banyak persamaan pada UNCLOS 1982 dengan konvensi jenewa tahun 1958. Dan terdapat juga hal-hal yang telah di rubah atau berbeda. Namun subtansial perubahan juga berdampak besar pada pengertian dan sepertiapa landas kontinen suatu negara.
Perbedaan antara UNCLOS 1982 dengan terdapat pada luas wilayah teritorial. Menurut kedua pakta tersebut tentang sedimentasi lanjutan darai daratan memang masih di sepakati namun jelas jika dalam UNCLOS di katakan luas trbatas sampi daerah di titik 200 mil dari titik pangkal, maka dalam konvensi jenewa sampai pada daerah berkedalaman 200 meter dari titik pangkal dan ini masi bisa bertambah sampai pada daerah yang lebih dalam asal masih bisa di eksplorasi bahkan sampai pada daerah berkedalaman 500 meter lebih.
Beberapa persamaan yang ada dalam UNCLOS1982 dan konvensi jenewa 1982 meliputi status hukum dan hak-hak negara atas landas kontinen baik negara pantai maupn negara asing. Meskipun dari redaksinya ada yang berubah namun pada subtansialnya memiliki kesamaan penartaian tentang apa yang diatur oleh kedua pakta tersebut.
Meski ada perbedaan dari segi redaksi kata namun dapat di pastikan statushukum dari landas kontinen adalah tidak berpengaruh apaun pada lut dan udara diatasnya. Kedaulatan negara pantai hanya sebatas memanfaatkan sumber daya yang ada dibawahnya. Untuk kepentingan negara lain di atas laut di landas kontinen maka hak-hak tersebut tetap diajamin dan tidak ada alasan untuk menggangu hak tersebut.
Sedangakan terkait hak negara pantai dan hak negara asing juga dia atur dan cenderung ada persamaan dari segi subtansi hukum dari kedua pakta tersebut dimana hak-haknya itu tidak aa yang berubah. Menurut kedua pakta kedaulatan dari negara pantai atas landas kontinen adalah hak untuk meng eksplorasi dan meng eksploitasi kekayaan alam yang ada di bawah laut dan tanah yang ada di bawahnya. Serta memasang pipa dan kabel di bawah laut dengan memperhatikan keadan lingkungan tidak sampai menggangu aktifitas pelayaran dan eksloitasi eksplorasi. Jadi sama sekali tidak mengganggu hak-hak negara asing lainnya terkait hak dari negara asing itu sendiri diatas landas kontinen seperti hak berlayar, hak membuang sauh ataua melempar jangkar/ berlabuh di daerah landas kontinen suatu negara pantai adalah tidak boleh dilarang. Demikian jjuga tentang hak negara lain dalam hal pemasangan kabel dan pipa bawah laut sama oleh negara lain sama sekali tidak boleh dilarang oleh negara pantai. Dan pemasangan tetap harus memperhatikan kondisi lingkungan tidak sampai mengganggu pelayaran dan eksplorasi dan eksploitasi.
Sumberdaya yang di manfaatkan pun sama apa saja yang di atur di dalam unclos maupun konvensi jenewa 1958. Baik pemanfaatan sumberdaya alam hayati maupun non hayati. Yakni sumberdaya sedenter yangada di bawah laut dan tanah yang ada di bawahnya. Terkait ikan bergerak dan tidak bergerak ataupun menepel pada dasar laut. Mineral yang ada di dalam tanah di bawah alaut seperti timah, tembaga, bauksit, minyak bumi dan gas alam.
Referensi :
1. UNCLOS 1982
2. Uu no 19 tahun 1961 (isi UU ratifikasi dari konvensi jenewa 1958)

Tuesday, 20 July 2010

Runtuhnya Moral Bangsa Indonesia


RUNTUHNYA MORAL BANGSA INDONESIA
(Masalah kekinian sebuah bangsa besar yang mendekati titik balik)
Kembali bangsa ini di guncang oleh sebuah bencana. Yang tidak berlebihan jika di katakan lebih parah dari bencana gempa dan tsunami yang telah meluluhlantakan sebagian Sumatera dan juga Jawa. Atau lebih mengerikan dari tragedi yang patut di kenang bersama seperti jatuhnya Adam Air. Mungkin jika hendak berandai-andai terjadi ledakan krakatau yang lebih dahsyat dari yang sudah maka bencana yang datang kali ini sungguh besar. Hal tersebut di karenakan yang mencadi bencana adalah runtuhnya moral generasi penerus dari bangsa ini.
Dapat di lihat betap media begitu gencar menghadirkan berita tentang pencabulan dan perzinahan. Semua tindakan tersebut lebih parahnya lagi perbuatan amoral tersebut dilakukan oleh mereka yang layak di sebut informal leader karena mereka adalah panutan dari masyarakat. Perbuatan mesum bahkan intim telah menjadi konsumsi masyarakat baik dari orang tua, dewasa, remaja, bahkan anak-anak hingga balita. Sebut saja berapa kali dalam seminggu kasus-kasus porno berupa perbuatan mesum bahkan mesum masuk media cetak dan elektronik. Perbuatan amoral menjijikkan tersebutpun di lakukan oleh orang yang seharusnya memberi contoh atau kata lain penutan masyarakat. Sebit saja berita tentang anggota dewan yang selingkuh, bacok-bacokan, perzinahan, bahkan perebutan kekuasaan di lakukan oleh para wakil rakyat. Berapa lama isu video porno yang di lakukan oleh para artis tak kunjung-kunjung selesai di siarkan oleh berbagai media. Bahkan temuan lembaga yang konsen terhadap anak pulhan anak telah melakukan pencabulan terhadap anak lain di bawah umur dan sekian puluh persen anak-anak tersebut telah “menonton” video porno yang di lakukan oleh para aktor yang telah menjadi panutan di negeri ini.
Sungguh miris keadaan moral bangsa ini. Baru saja dia di hakimi sebagai pelaku perbuatan amoral. Belum hilang di ingatan tentang kebrobrokan yang mereka lakukan malah kelompok pendukung sang aktor amoral muncul. Lebih miris lagi mereka para pendukung dari generasi muda. Generasi penerus bangsa ini. Dapatkan kita memberikan penilaian langsung bahwa moral generasi penerus bangsa ini mulai tidak lagi dapat berpikir jernih. Akal sehat mereka sudah ditutup oleh pamor sang idola. Mereka tidak tahu lagi siapa yang harus mereka dukung dan salah menjadikan sosok yang dapat di katakan idola atau panutan. Atau kita di hadapkan pada sebuah rekayasa untuk menghancurkan mental dan moral generasi penerus bangsa ini agar semakin cepat menuju titik baliknya dan hancur perlahan. Jika ia, haruskah bangsa ini runtuh terlalu cepat sementara bangsa ini belum mencapai puncaknya sebagai bangsa besar. Penilaian seperti apakah yang pantas untuk kita berikan.
Di antara berbagai kemajuan yang di peroleh bangsa ini dan beberapa hal besar yang telah di capai haruskah terhenti karena bangsa ini akan segera mencapai anti klimaksnya. Sebut saja keberhasilan bertahan dari krisis global yang sempat menguncang dunia dan membuat Amerika dan Eropa ketar-ketir. Bangsa ini bisa masuk jajaran negara G20. Anggota tidak tetap DK PBB juga bisa diraih bangsa ini. Hubungan diplomatik yang bagus dan menjadi bangsa yang di dengar dan di anggap di kancah dunia. Belum lagi sederatan prestasi dalam negeri seperti penyelesaian konflik Aceh, Ambon, Poso serta kembali di bolehkannya perusahaan penerbangan internasional bangsa ini melintas di wilayah Eropa setelah mengantongi izin terbang dari pihak Uni Eropa. Belum lagi Indonesia bisa menjadi contoh negara paling demokratis dan negara yang proses demokrasinya paling mahal. Dan haruskah itu segera berakhir seiring runtuhnya moral generasi penerus bangsa. Seolah olah bangsa ini menjadi bangsa yang tidak siap menjadi besar. Atau ada yang merekayasa kehancuran moral bangsa ini. Pendangkalan aqidah dan serangan-serangan atas pemikiran yang ada pada bangsa ini mulai gencar. Hal yang merusak generasi penerus baik secara sadar atau tidak terus menjadi konsumsi publik melalui berbagai media. Baik media cetak, elektronik bahkan berbagai versi video perusak moral dapat di download bebas melalui internet.
Sudah saatnya bangsa ini umtuk berbenah jika tidak ingin melihat antiklimaks yang terlalu dini untuk sebuah bangsa yang baru akan mencoba bangkit. Campur tangan berbagai pihak sesuai dengan bidang ilmunya sangat di perlukan. Sentuhan tangan ajaib para pemahat negeri ini sudah sampai pada titk nadhir untuk membuat sebuah perubahan berarti. Para penegak hukum korup sudah saatnya di gantikan generasi baru yang bersih dari korupsi. Di butuh kantangan-tangan profesional untuk membawa negeri ini ke puncak kejayaanya. Sudah saatnya semua elemen bangsa ini untuk konsen pada perbaikan dan peduli pada subtansi masalah yang di hadapi oleh bangsa ini. Jika semua elemen pembentuk bangsa ini tidak ingin melihat kejatuhan yang cepat pada bangsa ini. Jika hal tersebut benar terjadi maka musibah terbesar yang kan menimpa bangsa ini tidak akan dapat terelakkan lagi. Bangsa indonesia adalah bangsa yang pantas menjadi besar.