Tuesday, 20 July 2010

Runtuhnya Moral Bangsa Indonesia


RUNTUHNYA MORAL BANGSA INDONESIA
(Masalah kekinian sebuah bangsa besar yang mendekati titik balik)
Kembali bangsa ini di guncang oleh sebuah bencana. Yang tidak berlebihan jika di katakan lebih parah dari bencana gempa dan tsunami yang telah meluluhlantakan sebagian Sumatera dan juga Jawa. Atau lebih mengerikan dari tragedi yang patut di kenang bersama seperti jatuhnya Adam Air. Mungkin jika hendak berandai-andai terjadi ledakan krakatau yang lebih dahsyat dari yang sudah maka bencana yang datang kali ini sungguh besar. Hal tersebut di karenakan yang mencadi bencana adalah runtuhnya moral generasi penerus dari bangsa ini.
Dapat di lihat betap media begitu gencar menghadirkan berita tentang pencabulan dan perzinahan. Semua tindakan tersebut lebih parahnya lagi perbuatan amoral tersebut dilakukan oleh mereka yang layak di sebut informal leader karena mereka adalah panutan dari masyarakat. Perbuatan mesum bahkan intim telah menjadi konsumsi masyarakat baik dari orang tua, dewasa, remaja, bahkan anak-anak hingga balita. Sebut saja berapa kali dalam seminggu kasus-kasus porno berupa perbuatan mesum bahkan mesum masuk media cetak dan elektronik. Perbuatan amoral menjijikkan tersebutpun di lakukan oleh orang yang seharusnya memberi contoh atau kata lain penutan masyarakat. Sebit saja berita tentang anggota dewan yang selingkuh, bacok-bacokan, perzinahan, bahkan perebutan kekuasaan di lakukan oleh para wakil rakyat. Berapa lama isu video porno yang di lakukan oleh para artis tak kunjung-kunjung selesai di siarkan oleh berbagai media. Bahkan temuan lembaga yang konsen terhadap anak pulhan anak telah melakukan pencabulan terhadap anak lain di bawah umur dan sekian puluh persen anak-anak tersebut telah “menonton” video porno yang di lakukan oleh para aktor yang telah menjadi panutan di negeri ini.
Sungguh miris keadaan moral bangsa ini. Baru saja dia di hakimi sebagai pelaku perbuatan amoral. Belum hilang di ingatan tentang kebrobrokan yang mereka lakukan malah kelompok pendukung sang aktor amoral muncul. Lebih miris lagi mereka para pendukung dari generasi muda. Generasi penerus bangsa ini. Dapatkan kita memberikan penilaian langsung bahwa moral generasi penerus bangsa ini mulai tidak lagi dapat berpikir jernih. Akal sehat mereka sudah ditutup oleh pamor sang idola. Mereka tidak tahu lagi siapa yang harus mereka dukung dan salah menjadikan sosok yang dapat di katakan idola atau panutan. Atau kita di hadapkan pada sebuah rekayasa untuk menghancurkan mental dan moral generasi penerus bangsa ini agar semakin cepat menuju titik baliknya dan hancur perlahan. Jika ia, haruskah bangsa ini runtuh terlalu cepat sementara bangsa ini belum mencapai puncaknya sebagai bangsa besar. Penilaian seperti apakah yang pantas untuk kita berikan.
Di antara berbagai kemajuan yang di peroleh bangsa ini dan beberapa hal besar yang telah di capai haruskah terhenti karena bangsa ini akan segera mencapai anti klimaksnya. Sebut saja keberhasilan bertahan dari krisis global yang sempat menguncang dunia dan membuat Amerika dan Eropa ketar-ketir. Bangsa ini bisa masuk jajaran negara G20. Anggota tidak tetap DK PBB juga bisa diraih bangsa ini. Hubungan diplomatik yang bagus dan menjadi bangsa yang di dengar dan di anggap di kancah dunia. Belum lagi sederatan prestasi dalam negeri seperti penyelesaian konflik Aceh, Ambon, Poso serta kembali di bolehkannya perusahaan penerbangan internasional bangsa ini melintas di wilayah Eropa setelah mengantongi izin terbang dari pihak Uni Eropa. Belum lagi Indonesia bisa menjadi contoh negara paling demokratis dan negara yang proses demokrasinya paling mahal. Dan haruskah itu segera berakhir seiring runtuhnya moral generasi penerus bangsa. Seolah olah bangsa ini menjadi bangsa yang tidak siap menjadi besar. Atau ada yang merekayasa kehancuran moral bangsa ini. Pendangkalan aqidah dan serangan-serangan atas pemikiran yang ada pada bangsa ini mulai gencar. Hal yang merusak generasi penerus baik secara sadar atau tidak terus menjadi konsumsi publik melalui berbagai media. Baik media cetak, elektronik bahkan berbagai versi video perusak moral dapat di download bebas melalui internet.
Sudah saatnya bangsa ini umtuk berbenah jika tidak ingin melihat antiklimaks yang terlalu dini untuk sebuah bangsa yang baru akan mencoba bangkit. Campur tangan berbagai pihak sesuai dengan bidang ilmunya sangat di perlukan. Sentuhan tangan ajaib para pemahat negeri ini sudah sampai pada titk nadhir untuk membuat sebuah perubahan berarti. Para penegak hukum korup sudah saatnya di gantikan generasi baru yang bersih dari korupsi. Di butuh kantangan-tangan profesional untuk membawa negeri ini ke puncak kejayaanya. Sudah saatnya semua elemen bangsa ini untuk konsen pada perbaikan dan peduli pada subtansi masalah yang di hadapi oleh bangsa ini. Jika semua elemen pembentuk bangsa ini tidak ingin melihat kejatuhan yang cepat pada bangsa ini. Jika hal tersebut benar terjadi maka musibah terbesar yang kan menimpa bangsa ini tidak akan dapat terelakkan lagi. Bangsa indonesia adalah bangsa yang pantas menjadi besar.

No comments:

Post a Comment