Monday, 14 March 2011

Aliran Sesat di kalangan mahasiswa aceh

Dalam sebuah Hadis, Rasulullah telah mengingatkan ummatnya “Sungguh pada akhir zaman ummat islam akan terpecah kepada beberapa golongan dan yang benar adalah Ahlul Sunnah Wal Jamaah. Hal tersebut telah ditegaskan oleh Rasulullah dan sudah nampak jelas bahwa hal tersebut kenyataan. Namun, ada hal lain lagi yang lebih menarik yang juga dikhawatirkan Rasulullah dalam Hadis-nya adalah tentang ummat islam yang hanya tahu islam dari kulit luarnya saja.

Berbagai aliran sesat belakangan terus bermunculan. Mulai dari Aliran Ahmad Musadek yang mengaku nabi, sampai millah abraham yang muncul di bireun( di beritakan di beberapa media baik lokal maupun nasional seperti Harian Aceh, Serambi Indonesia, Metro TV). Semua aliran baru yang mengatas namakan islam tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat.

Bagaimana tidak, banyak keluarga yang ikut tersesat. Secara sadar masuk aliran tersebut karena merasa aliran itu benar. Hal ini tentu saja karena pengetahuan tentang agama yang kurang. Dan banyak juga kalangan orang berpengetahuan yang cenderung ikut aliran sesat setelah kalah debat secara logika.

Belakangan peristiwa meresahkan tersebut muncul di kampus. Terutama di lingkungan unsyiah dan IAIN. Tentu bukan hal biasa lagi ketika ada kelompok Jaringan Islam Liberal (JIL) yang bermain di kampus. Mereka hanya menggunakan penalaran logika untuk menafsirkan Al-Quran maupun Hadis. Padahal sudah jelas dalam Al-Quran ada perpaduan antara dua hal yakni yang logis dan yang ghaib.

Nah sekarang ada yang lebih nyeleneh lagi. Kali ini muncul di kalangan mahasiswa. Penuturan beberapa saksi kepada penulis mereka juga menggunakan logika semata untuk menafsirkan Al-Quran. Dan yang lebih meresahkan mereka menafikan Hadis. Mereka tidak mau memakai Hadis dengan alasan bahwa dari masa Hadis tersebut sampai sekarang sudah sangat lama. Dan mereka tidak percaya dengan keberadaan hadis tersebut. Dari kondisi tersebut mereka memilih tidak mempercayai Hadis.

Ciri aliran sesat

Menafikan Al Quran dan Hadis, menafikan Muhammad sebagai Rasul, menafikan Allah dalah ciri dari aliran sesat. Dan kepercayaan terhadap hal tersebut adalah sangat fundamental. Hal yang mendasar dari Islam. Al Quran adalah kumpulan dari wahyu Allah yang merupakan inti dari ajaran islam. Al Quran adalah rujukan. Lebih tepatnya lagi sumber hukum bagi tiap muslim.

Hadis adalah semua perkataan serta tingkah laku dan diamnya Rasulullah. Dan hadis ini merupakan sumber hukum juga dalam islam. Dan perkataan siapa lagi yang hendak kita percayai selain perkataan seorang rasul. Allah saja telah percaya kepadanya.

Apa lagi dengan menafikan ke-Rasulan Nabi Muhammad SAW dan menafikan Allah. Hal tersebut pasti sudah sangat jelas sesat. Dan tidak percaya kepada Allah dan Rasulnya berarti telah mengingkari rukun iman. Ketika yang diingkari itu rukun aman, mak sebagai konsekuensi kita menjadi orang yang fasik. Dan fasik itu sendiri dekat kepada kekufuran. Khusus tentang bab pecaya Allah dan Rasulnya adalah sebuah Itikad. Fondasi dasar dari islam. Dan ini merupakan syarat utama untuk menjadi seorang muslim. Syahadat adalah rukun islam yang pertama. Mengenai hal ini maka dapat disimpulkan bahwa tidak mempercayai Allah dan Rasulnya berarti kafir. Dan jelas sesat.

Tidak mengakui hadis

Beberapa informasi yang penulis himpun dari mahsiswa terkait keberadaan aliran baru yang meresahkan di lingkungan kampus. Para pengikut aliran ini mengaku tidak berpegang kepada Hadis. Hal itu di karenakan ada keraguan tentang kebenaran Hadis tersebut. mereka memilih tidak memakai Hadis karena ada kemungkina sang perawi berbohong tentang kebenaran hadis tersebut. lantas kelompok ini hanya menafsirkan Al Quran berdasarkan nalar mereka saja. Dan ini tentu bertentangan dengan begaimana mestinya menafsirkan Al Quran.

Sangat aneh memang ketika para kelompok ini meragukan semua Hadis. Padahal jika dilihat dari pembagian Hadis oleh para perawi sudah sangat kompleks. Semua sudah berdasarkan pada penelitian ilmiah. Mulai dari Hadist sahih sampai hadis yang dhaif (lemah). Apalagi Hadis yang sahih terutama yang di riwatkan Bukhari dan Muslim tidak diragukan lagi karena sanatnya sampai pada Rasulullah. Alur sanad juga jelas dari orang yang dapat di percaya. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak percaya. Apalagi konsekuensi dari berbohong terhadap perkataan Rasulullah adalah kafir. Sangatlah tidak mungkin menuduh para Salafusalih sebagai pembohong. Dan semua yang terlibat dalam penelitian hadis pada masanya di akui kejujurannya. Nah tentu alasan untuk tidak percaya Hadis sangatlah tidak beralasan. Apalagi ada dia antara sahabat yang mencatat sebagian Hadis dari Rasulullah.

Sikap yang seharusnya diambil

Seharusnya ketika ada aliran yang lain dari kebiasaan umumnya maka yang harus di lakukan adalah mengecek dahulu tentang esensi atau kebenarannya seperti apa. Jangan justru menelan menelan mentah-mentah apa yang di terima dari orang lain.

Dalam surat Al Ahzab ayat 21 telah di tegaskan oleh Allah tentang ke istimewaan rasulullah. “sungguh telah ada pada diri rasulullah(muhammad) itu suri teladan yang baik. Satu-satunya cara mengetahui sifat rasulullah adalah dari sirahdan hadis. Meragui hadis sama dengan meragi perkataan rasulullah. Konsekuensi dari pengingkaran terhadap rasul adalah pengingkaran terhadap dua kalimat syahadat (syahadatain). Syahadatain sebagai mana di bahs tadi merukan hal yang fundamental dari islam. Pengingkaran terhadap hal tersebut dapat di artikan sebagai kafir. Dan aliran yang mengingkari keberadaan Hadis maka dapat divonis sesat.

Jika alasan sekarang sudah sangat tidak mungkin melakukan penelitian mendalam terhadap Hadis, bagaimana dengan yang telah diriwayatkan Salafushalih secara turun-temurun dan sanadnya itu sampai kepada Rasulullah. Dan tentu ini tidak dapat di ragukan lagi. Apalagi metode yang di pakai shahih Bukhari. Dengan mendatangi semua sanad yang tercantum dari para sumber Hadis. Semua dari mereka didatangi satu persatu dengan kriteria kejujuran yang sangat tinggi. Bahkan sampai kepada mengamati kehidupan sehari-hari sang narasumber. Jika narasumber tempat informasi Hadis diperoleh pernah mengimingi bayi atau hewan dengan iming-iming kosong saja maka Hadis langsung di nyatakan dhaif atau lemah. Nah bagaimana kriteria kejujuran yang dipakai sang peneliti. Tentu penelitian sampai sedetil itu tidak dapat diragukan lagi.

Sangat disayangkan kondisi kekinian di mana mahasiswa miskin ilmu agama. Bahkan menurut laporan dari Unit Pengembangan Pendamping Program Mata Kuliah Agama Islam(UP3AI) Unsyiah lebih dari 50 persen mahasiswa baru yang masuk universitas tidak dapat membaca Al Quran serta minim tingkat penguasaan materi ke Islaman. Lebih mirisnya lagi materi mengenai hal yang Fundamental sebagai seorang Islam. Hal ini tentu akan sangat mudah untuk disusupi oleh aliran-aliran sesat.

Harapan

Mahasiswa seharusnya lebih cerdas dan bijak. Memahami islam haruslah secara menyeluruh. Pemahaman terhadap penalaran wahyu tidak semuanya menggunakan akal. Ada hal-hal yang tidak masuk akal namun harus di imani. Kebenaran hal yang logis dalam Al-Quran adalah sebagai pembukian bahwa hal ghaib itu benar ada.

Pada akhirnya pada Allahlah kita berserah diri. Mudah-mudahan kita diberi kemampuan untuk mendeteksi dan menangkal perkembangan aliran sesat. Pada Allahlah kita memohon ampun dan berserah diri. Amin.

No comments:

Post a Comment