Monday, 25 April 2011

Antara Perang, Terorisme, Amerika dan Sekutunya, serta Minyak.

Terorisme telah  menjadi tren baru dalam beberapa dekade terakhir. Siapa saja dapat berada dalam kondisi terancam keselamatan nyawanya. Bom ada di mana-mana. Siapa saja dapat di tembak, di rampok dan lebih mengerikan lagi di hancurkan dengan bom. Bom ada di mana-mana dan mengancam siapa saja.

Isu perang melawan terorisme pun digulirkan oleh amerika serikat. Negara ini mengklaim dirinya sebagai Polisi Dunia. Dan kampanye perlawanan pun di gulirkan. Amerika berteriak-teriak tentang teroris yang mengancam amerika. Perang melawan teroris pun meletus.

Ada yang mengatakan bahwa perang melawan teroris harus menjadi prioritas. Amerika mengatakan teroris mengancam negara mereka. lalu Pemerintah Amerika mulai menebar perang di negeri orang. lihat saja afganistan, iraq, dan sekarang libia. ada perang disana. lebih merasa aman di manakah anda, di bali indonesia atau di gang-gang di iraq. Lebih aman berjalan kaki di Mahattan atau berada dalam bunker di Iraq. Sekarang NATO menggempur libia dengan alasan hendak menyelamatkan warga sipil, namun siapakan yang mati di perang tersebut. Mayoritas warga sipil yang menjadi korban. sekarang bagi warga libia lebih aman berada di toko senjata di Indianapolis dari pada di dalam rumah mereka sendiri yang mungkin bisa jadi sasaran hantaman dari rudal. Sekarang siapakan yang lebih merasa teracam.

Ada sebuah realita yang menarik. Negara-negara yang di klaim oleh negara Amerika tidak stabil dan ancaman banyak yang tidak terbukti. sungguh kasihan melihat penderitaan rakyat Iraq. Amerika membuat perang, sekaligus menjual senjata canggih. mereka menyerang negara dengan alasan memiliki senjata pemusnah masal, malah tidak bisa mereka membuktikan keberadaan sejata tersebut di Iraq. Sekarang Libia, justru sekarang negari yang dulunya jadi syurga bagi para imigran di Afrika kini menjadi neraka yang siap menumpahkan darah. Dan tidak luput dari perhatian yakni Indonesia. Mulai ada bom-bom dan teroris di Indonesia. Pendapat dari pengamat teroris barat itu karena Islam. Ada orang islam yang akan menyerang orang islam. logiskah, mungkin karena mereka teroris.

Yang jelas setiap Negara yang terkena Dampak dari Terorisme adalah negara dengan kekayaan alam yang besar. Cadangan minyak bumi terbesar, cadangan gas alam terbesar, cadangan uranium terbesar ada di negara-negara tersebut. Lantas apa yang di kejar Amerika Serikat dengan sekutunya itu. Teroris atau minyak, teroris atau gas, teroris atau uranium. Yang jelas bom nuklir terbanyak berada di negara amerika serikat dan sekutunya. Sesuatu yang tidak di miliki oleh negeri islam. Dan negeri islam memiliki apa yang di inginkan oleh siapa saja yang hendak berkuasa 50 tahun kedepan. Yakni sumber energi terbesar. Minyak bumi dan energi nuklir.

Jika perang dingin di anggap telah berakhir, maka amerika seperti telah menyiapkan perangnya sendiri. bersama para sekutu mereka. apa yang mereka cari di timur tengah. Teroris atau minyak. Hentikan perang.

No comments:

Post a Comment