Monday, 11 April 2011

Membedakan Pemimpin dengan Jabatan Tertinggi Managerial


Ada sebuah kisah menarik yang coba saya kutip dari buku Quantum Leadership of King Sulaiman karya Rijalul Imam S. Hum, M. Si. berikut kisahnya.

Sebuah pelajaran menarik ingin penulis suguhkan dalam tulisan yang coba penulis uraikan ini. Seorang Direktur melakukan sebuah hal menarik dalam mengambil putusan di sebuah perusahaan besar di negara maju. Kala itu perusahaannya itu terkena dampak krisis global. Sang Direktur mengumpulkan semua karyawannya dan berkata "kalian semua harus jadi pemimpin". "Dimana seorang pemimpin adalah orang yang cermat melihat persoalan, bertanggung jawab atas keputusan yang di ambil, dan bersedia berkerja sama secara tim".
Penulis tidak ingin menceritakan kisah tersebut secara lengkap, karena dibuku tersebut memang sebegitu saja kisahnya. Jadi tidak ada yang mengarang-ngarang cerita.

Namun mari melihat kepada sosok pemimpin. Apa dan siapakah itu pemimpin. Kemudian siapa itu Direktur, Manager, Ketua, dan Ketua bidang. samakah antara Direktur dengan Ketua. Penulis yakin 70 % anda menjawab "ya". Ketua adalah pemimpin karena dia adalah orang nomor satu di dalam tim, dipilih untuk mengkomandoi semua bawahannya. Timbul pertanyaan di benak penulis. Apakah anda akan sepakat dengan apa yang penulis katakan. Saya tidak merasa yakin namun naluri saya cenderung mengatakan "ya, anda akan sepakat".

Coba anda simak dan resapi kata-kata berikut ini. "Peran perlu dibedakan dengan posisi secara managerial". Apa anda akan sepakat. Saya agak ragu namun ingin memastikan bahwa anda akan tidak menjawab karena ada sedikit ragu dan galau yang menyelimuti hati anda. Namun dengan yakin saya menyarankan anda untuk membedakan antara peran dan posisi managerial.

Saya pun merasa yakin bahwa ada pertanyaan lagi di hati anda, yakni "kenapa". Meskipun saya tidak berani meyakinkan diri saya tentang anda benar akan bertanya.

Mengapa saya menyarankan anda agar membedakan antara peran dengan posisi managerial. Karena saya ingin anda membedakan antara pemimpin dengan ketua atau direktur. Pemimpin adalah kata yang menunjukan objek penderita atau orang yang melakukan kegiatan memimpin.  Memimpin adalah sebuah kegiatan yang menunjukkan peran. Peran dari seseorang di manapun dia diposisikan. Sedangkan jabatan adalah posisi managerial semata. Ketua, direktur, dan posisi apapun bahkan staf sekalipun adalah posisi yang harus diisi oleh seorang pemimpin. Dan masing-masing memimpin pada porsi dan posisi masing-masing. Jadi saya ingin mengajak anda untuk berpikir pemimpin adalah peran. Dan saya mengajak anda untuk mengambil peran tersebut di manapun posisi anda. Sedangakan jabatan anda adalah posisi yang membuat anda memerankan diri anda pada posisi atau jabatan tersebut.

Lebih jelasnya coba anda simak penjelasan berikut. Seorang ketua, direktur, bahkan presiden sekalipun harus memainkan perannya sebagai pemimpin atas beberapa orang ketua bidang, manager, menteri, serta beribu-ribu staf mungkin. Seorang menteri, ketua bidang, manager memiliki bawahan yang harus dipimpin. Sedangakan staf berada pada mohon maaf jika anda tersinggung ingin saya katakan berada pada posisi managerial paling bawah. Namun ia adalah pemimimpin bagi dirinya sendiri. Dan kesadaran akan peran itulah yang membuat si staf dengan ikhlas akan berkerja , dan mencurahkan semua ide yang dia miliki untuk menyukseskan tugas dia sebagai staf. Dia harus memimpin dirinya agar keluar dari rasa bersalah, kecil dan rendah diri agar dapat berkerja secara maksimal. Nah demikian juga dengan seorang ketua bidang atau manager. Dia harus dapat memimpin dirinya agar menjadi bijak dan dapat memimpin bawahannya. Juga  harus dapat memimpin dirinya agar dapat  merespon apapun bentuk intervensi ataupun perintah dari ketua. Ketua bidang atau manager harus dapat memimpin dirinya keluar dari kemelut dan sikap dilematis. Dan memimpin dirinya untuk bersikap profesional dan menyelesaikan tugasnya. Dan pada posisi sebagai ketua atau posisi sebagai direktur maka dia harus dapat memimpin dirinya untuk dapat mengakomodir banyak pihak. Memimipin dirinya untuk membawa tim pada sebuah kesuksesan bersama.

Nah, dari sini akan nampak siapa saja yang berkarakter kepemimpinan. Nampak bukan dari posisi apa yang dia peroleh, namun dari peran apa yang yang dia ambil. Bisakah anda sepakat jika saya menarik konklusi tersebut.

Terserah sepakat atau tidak saya ingin memberikan sebuah ilusrasi lainnya. Saya ingin anda membayangkan sebuah lapangan bola dengan sebelas orang pemain di dalam team. Ada juga seorang pelatih di pinggir lapangan lengkap dengan asistennya. Kelihatan juga pemilik klub berada di tribun serta suporter.

Nah, sekarang coba anda pikirkan formasi apa yang yang cocok untuk klub tersebut. Ok saya menawarkan 442(baca empat-empat-dua). Dikabarkan posisi ini adalah formasi paling ideal dan paling fleksibel. Karena ada 4 orang di posisi bek atau pemain bertahan yang posisi dari mereka  di garis tiga atau pertahanan. Kemudian 4 orang gelandang yang berposisi di garis dua atau lapangan tengah. Dua orang penyerang sebagai line up atai di garis pertama meliputi wilayah pertahanan lawan dan area kiper di penalti area.

Jangan heran kenapa saya mencontohkan dengan permainan bola. hal itu karena menurut saya kerja sama team atau kerja berjamaah untuk kesuksesan bersama  ada di permainan bola.

apakah anda orang yang berpikiran bahwa kerja profesional adalah kerja di bidang masing-masing. atau kerja menurut spesialisais masing-masing. Mari kita kaji bersama-sama secara seksama. Saya mencoba menguraikan dan anda mencari jawabannya.

Jika anda berpikir bahwa kerja profesional adalah menyelesaikan tugas masing-masing, maka coba anda perhatikan ilustasi berikut. Para defender dalam sepak bola berkewajiban mengamankan garis pertahanan. Sedangkan kiper mengamankan gawang. Saya lupa mengantakan bahwa area kiper tidak boleh lewat dari kotak penalti. Jika anda tidak tahu apa itu kotak penalti maka silahkan browse di internet. Ketika dua orang penyerang yang bertugas meng obrak- abrik garis pertahanan lawan maka dua orang  penyerang akan kewalahan untuk menghadapi 4 orang  defender. Jika defender hanya mengamankan wilayahnya di garis 3 maka ketika masuk ke area kiper  dua orang penyerang dapat membuat kiper kencing dan dehidrasi terlebih dahulu sebelum dia mencetak gol pertamanya. Pertarungan yang adil hanya ada di lapangan tengah di mana ada 4 orang gelandang jika kedua tim yang berhadapan menggunakan formasi yang sama. Dan dengan liciknya para striker atau penyerang hanya berdiri di area kiper menunggu suplai bola dari lapangan tengah atau dari para gelandang untuk digolkan. Jika para gelandang berkerja profesional maka juga tidak akan ada gol yang tercapai karena wilayahnya ada di garis dua. Dan kerja sama tim untuk mencapai tujuan bersama tidak akan pernah terjadi.

Jadi saya ingin mengatakan kepada anda bahwa kerja profesional adalah sebuah kerjasama menurut spesialisasi masing-masing guna mencapai tujuan bersama. Jadi bukan berkerja menurut tugas masing-masing. Posisi gelandang adalah tugas sebagai penjaga lapangan tengah. Dan di lapangan tengah ada yang di sebut gelandang bertahan dan gelandang serang. Di mana setelah berusaha mempertahankan bola di lapangan tengah gelandang akan mengoper ke penyerang untuk mencapai apa yang disebut sebagai gol atau tujuan. Tentu penyerang akan kualahan menghadapi 4 defender sekaligus nah gelandang serang akan segera meninggalkan posisinya dari garis dua tengah lapangan untuk naik ke line up dan membantu serangan. Jika ada dua gelandang serang maka pertarungan akan imbang dan kecendrungan mencetak gol sangat besar. Sebalikanya ketika di serang, dengan sadar gelandang bertahan akan turun ke garis tiga membantu defender. Dengan begitu peluang lawan mencapai golnya dapat ditekan pada peluang terendah. Jika berhasil maka bola akan kembali ke lapangan tengah dengan sigap para gelandang bertahan mencoba mengiring bola ke depan dan gelandang serang kembali pada posisinya sebagai gelandang agar kemelut tetap terjadi di lapangan tengah. Di mana jauh dari gawang sendiri dan dekat ke gawang lawan. Dengan kata lain saya ingin membahasakan kepada anda tim dekat kepada kesuksesan, dan lebih jauh dari apa yang disebut kegagalan. Bukankah seperti itu posisi yang aman bagi sebuah tim sepak bola atau tim mana pun bak itu organisasi yang memiliki tujuan bersama.

Bisa di lihat juga terkadang tidak jarang seorang defender melakukan overlaping dan mencetak gol juga demi kemenangan tim. Bukan kemenangan si pencetak gol. Dan kegagalan kiper menangkap bola juga akan menyebabkan kekalahan tim. Bukan kekalahan dari kiper. Dan inilah kerjasama tim yang populer juga dengan sebutan kerja jamaah. Dan saya lupa menjelaskan ketika sang defender yang melakukan overlap kehilangan bola  maka dengan cepat dia berlari ke posisinya semual dengan sekuat tenaga dan sekencang mungkin. Dan dia akan menemukan seorang gelandang bertahan ada di posisinya. Menggantikan perannya. Hingga tim akan merasa aman. Dan si defender tahu betul setiap melakukan overlaping pasti akan ada gelandang bertahan yang akan  menggantikan lubang yang dia tinggalkan namun setiap kehilangan bola dia tidak akan berhenti namun tetap akan berlari keposisinya hingga tim kembali normal. Kerja sama yang sangat indah bukan.

Bagaimana anda masih berpikir tentang apa itu kerja profesional. Dan  anda masih bingung dengan kepemimpinan. Setelah ilustrasi dan penjelasan panjang lebar saya masihkah anda bingung.

Mari mengambil peran sesuai dengan posisi masing-masing dan coba untuk mengisi berbagai ruang kosong demi terciptanya stabilitas dan tercapainya tujuan dari tim. Tidak saling berlepas tangan seolah kesuksesan tim bukan tanggung jawab anda. Anda hanya perlu memastikan kerja anda di posisi anda sukses hingga ada kesan what the hell about the others. Jika anda masih merasa seperti itu maka nilai dari profesionalitas, persaudaraan dan kebersamaan belum hadir dalam diri anda. Dan kita yang seperti itu adalah kita yang belum paham makna dari kepemimpinan. Bukankah seperti itu.

Kadang banyak di antara kita enggan bersuara dan memberikan ide besar karena takut menjadi beban dan tanggung jawab. Namun merasa ide yang diberikan orang lain itu adalah tanggung jawab dia dan tidak ada hubungannya dengan kita. Sadar atau tidak kita sering bersuara “tentang hal itu saya tidak tahu menahu dan itu idenya si fulan. Tidak ada urusan dengan saya”. Adakah seperti itu. Tidak usah di jawab karena saya tidak perlu jawaban anda. Dan betapa kerdilnya pemikiran kita yang bersikap demikian. Enggan memberikan ide dan tidak mau membantu ide dari kawan kita, mungkin staf kita atau ketua kita.
Dan sekali lagi peran itu kita yang ambil. Sedangakan posisi itu diberikan orang lain atau orang yang kasih. Maka wajarlah ketika rasulullah nabi Muhammad SAW dalam hadisnya meminta untuk memilih pemimpin yang terbaik di antara yang terbaik jika tidak ada maka pilihlah yang paling sedikit mudharatnya. Itulah kriteria yang diberi. Bukan pemimpin yang terkuat yang dikriteriakan. Bukan pemimpin yang terpandai yang dikriteriakan. Namun yang terbaik. Artinya sesuai dengan kebutuhan. Bisa jadi yang terbaik itu adalah orang paling lemah diantara kamu hingga kamu yang kuat dengan sepenuh hati mendukung dan membela dia. Menyukseskan semua programnya. Membantunya dalam menyusun program jika kamu seorang yang pandai. Hingga tujuan bersama tercapai. Dan demi itu kamu rela berkorban untuknya.

Dan terbaik itu dapat diartikan orang terkuat jika kamu terdiri dari orang yang lemah. Hingga dia dapat membimbingmu menjadi kuat. Dapat melindungimu dari ganguan. Dan terbaik dapat berarti pintar jika kamu terdiri dari orang-orang bodoh. Hingga dia dapat membimbingmu kepada menjadi  pandai. Mencegahmu ditipu dan dibodohi orang lain. Seperti itulah peran kepemimpinan. Hingga tidak perlu untuk saling menyalahkan apalagi menyalahkan orang lain. Atau dengan licik berusaha agar terlihat tidak bersalah. Namun kesalahan haruslah menjadi pelajaran bagi semua. Saling terbuka dan melengkapi kekurangan. Karena seperti itulah yang terbaik. Satu hal yang ingin kembali penulis katakan yaitu "dimanapun posisi anda mainkanlah peran anda dengan sebaik mungkin". Karena itu yang akan membuat anda lebih berharga.

No comments:

Post a Comment