Tuesday, 9 October 2012

Kecap Rasa dan Warna Hidup


seperti gambar bunga, begitulah hidup,ada sisi gelap, terang, buram

Hidup ini warna-warni, jika gak ada kata untuk melukiskan rasa dengan rasa-rasi. Hidup ini beraneka rasa. Kadang ia pahit, kadang ia manis. Tekadang hidup ini asin, terkadang juga keasinan. Hidup tidaklah selamanya indah, tidak selamanya enak. Hidup ini dinamis, hidup ini kaya suasana. Senang, susah, gembira, duka, haaaahhh hidup ini banyak rasa kata iklan.

Hidup ini jika di ibaratkan dengan makanan, maka ia adalah makanan aneka rasa. Hidup adalah makanan kompleks dengan rasa yang berubah-ubah. Bahkan makanan yang sedang kita kunyah sekalipun akan berubah rasanya. Dari yang manis, akan menjadi asin. Bisa jadi yang pahit bisa jadi juga asin. Sementara itu yang asin akan tetap asin. Hidup ini beraneka rasa, yang pahit sekalipun bias jadi manis. Semua itu bias terjadi, tergantung apa yang kita kunyah.
Hidup juga seperti itu. Hidup adalah kumpulan dari segala interaksi, reaksi. Hdup sangat luas. Hidup terjadi pada individu secara perorangan, namun dalam skala sosial maka ia akan menjadi sangat luas. Ketika individu yang satu bertemu dengan individu yang lainya. Membentuk pasangan, lalu membentuk keluarga, membentuk kelompok, membentuk masyarakat, membentuk kota, membentuk Negara. Lebih luas lagi hdup ini adalah kumpulan dari semesta yang patut untuk dipelajari.

Wajar saja, jika hidup ini memiliki banyak makna. Dari yang hina,  hingga bermakna, dari yang sampah, hingga yang  paling berarti. Sulit, susah, duka lara, derita menjadi satu kelompok yang kadang akan di seimbangkan oleh senang, gembira ria.

Ya hidup layaknya sesuap makanan aneka rasa. Ia berasal dari semangkuk piring jutaan rasa. Tak terbayangkan taka terlukiskan, karena ia adalah rasa. Ada kalanya yang kita masukkan adalah kebahagian, yang kita dapat kegembiraan. Ia bagaikan  makan enak, mudah dikunyah, mudah ditelan, tidak ingin rasanya memuntahkan. Terkadang juga kita bias menelan pahit, rasa kecut dan tidak enak. Sulit untuk dikunyah, tidak bias dimuntahkan, enggan untuk ditelan, namun mengulumnya terlalu lama juga akan sangat menyiksa. 

Hidup terkadang jadi hal yang tidak mampu dikunyah, tidak sanggup ditelan, namun harus cepat ditelan, agar tidak menyiksa terlalu lama. Hidup bisa jadi hal yang sangat enak di rasa, nikmat dikunyah, namun juga harus cepat di telan agar tidak melenakan. Yang jelas hidup adalah makanan yang tidak dapat dimuntahkan jika suapannya telah masuk mulut, hal itu terjadi karena waktu. Yaa, waktu tidak akan pernah dapat di ulang.

Ibaratnya seorang yang telah memalu paku pada kayu, maka selamnya kayu akan berlubang, selamnya kayu itu telah ditusuk paku. Meski paku dicabut, lubang di dompol, namun tetap saja sudah terjadi, tidak bias menjadikannya seperti semula. Apa yang dikatakan bekas itu akan ada untuk waktu yang lama.

Itulah kehidupan, aneka rasanya membuat hidup memiliki banyak arti. Tatkala kita merasa berharga, atau merasa sangat hina sekalipun. Tentu perlu kiat agar hidup dapat dilalui dengan selamat. Dan tugas kita tentu mempelajari berbagai trik tersebut.

Pertama hiduplah dengan keyakinan. Hidup itu membutuhkan pegangan. Arah hidup harus diatur sejak dini. Keyakinan berfungsi menghilangkan rasa depresi. Dengan keyakina yang kuat akan membuat kita merasakan ketenangan. Yakni rasa yakin akan dapatnya bergantung apda hal yang mejadi harapan yang terkuat. Biasanya keyakinan ini berkaitan dengan religi. Yakni agama yang kita anut. tentu saja rasa yakin akan pertolongan Allah akan membuat kita kuat. Merasa memiliki pegangan. Hal ini akan menghilangkan depresi, dan menyelamatkan hidup. Karena 70 persen orang depresi melakukan hal yang dikenal dengan istilah megerikan yakni “Bunuh diri”.

Kedua kita membutuhkan motivasi untuk melewati hidup. Hal ini berkaitan dengan melawati bagian terberat dari hidup. Apa itu bagian terberat? Yakni untuk terus konsisten. Konsistensi adalah hal tersulit untuk dilakukan. Ada istilah, meraih sesuatu lebih mudah dari pada mempertahankan apa yang telah diraih. Ibarat seorang yang telah menakhlukkan sebuah gunung tinggi, belum tentu akan berhasil dengan mudah untuk mendaki gunung yang sama untuk kedua kalinya. Karena persiapannya akan sama, dibutuhkan konsistensi, guna mempertahankan kondisi, yang meliputi kebugaran, fisik, kesehatan serta stamina.

Ketiga hidup itu membutuhkan usaha. Tanpa usaha yang maksimal, akan sangat mustahil untuk dapat hidup. Hidup seperti apa yang kita inginkan mutlak membutuhkan usaha. Usaha adalah hal mutlak untuk meraih sesuatu. Tidak mungkin akan melewati kabut dengan duduk. Tidak mungkin mencapai garis finis tanpa berlari. Tidak mungkin sampai ke puncak gunung tanpa mendakinya terlebih dahulu. Tidak ada yang instan.

Keempat, dalam hidup kita membutuhkan orang lain. Tidak mungkin hidup sebagai individu saja. Kita perlu berinteraksi. Keterbatasan sebagai manusia membuat kita harus bersama dalam melalui kehidupan.  Kita butuh teman, butuh keluarga, butuh pedagang, butuh pegawai, butuh nelayan, semua kita butuh. Jika tidak pran tadi semua harus kita kerjakan sendiri. Hal yang tidak mungkin bukan. Karena kita tidak bias membuat bayangan yang akan berkerja menggantikan peran asli kita. Tidak mungkin membuat taju bunshin (banyak bayangan) seperti dalam serial manga. Hehe.

Begitulah sekelumit kata-kata tentang kehidupan kali ini. Semoga bermanfaat.

Saturday, 15 September 2012

hidup, kehidupan waktu, coretan yang takkan habis

Kita hidup di sebuah zaman. kita hidup di sebuah era. Kita hanyalah pengganti. Kita hanyalah penyambung kehidupan.

Zaman tetaplah zaman, ia waktu yang terus berjalan. Sedangkan kita hanya akan tergilas oleh zaman, ia akan terus lewat, seiring waktu terus menjauh. tidak peduli sekuat apapun kita berlari, toh tidak akan terkejar. secepat dan sekuat apapun coba kita imbangi, toh kita ini fana, lebih fana dari waktu itu sendiri. Kita akan mati, waktu kita terhenti, sementara waktu itu sendiri terus berjalan, sampai akhirnya ia terhenti, dimana ada keyakinan, akan tiba waktunya waktu berhenti maka alam ini akan musnah.

Meskipun akau kamu mati, waktu kita yang akan terhenti, namun waktu masih tetap dirinya. Waktu akana tetap setia memang, namun ia bukanlah tipe yang akan membersamaimu ke liang lahat. Ketika waktumu bersamanya habis, maka ia tetap dirinya.

Hidup memang uraian dari perjalanan bersama waktu. Perjalanan yang tidak mampu kita gambarkan kadang, bahagianya, sedihnya, pahitnya. Hidup terkada terasa bagai penuh dengan cobaan, dan dilain waktu hidup terasa indah, seolah tak ada yang lebih indah, saat itu semua terasa asik, nikmat.

Hidup memang terkadang terasa  menipu, hingga banyak yang tertipu oleh kehidupan itu sendiri. Layaknya buih dilautan, begitulah kita dalam meniti kehidupan.

Lebih sering terombang-ambing dalam lautan kehidupan, terkada banyak yangbodoh ingin mengakhiri waktu bersamanya, padahal dialah yang berakhir.

Kehidupan juga terkadang membuat kita berpikir akan bagaimana menjalaninya. Coba keluar dari kemelut, mencari tantangan, mencari artinya yang sesungguhanya dari kehidupan.

Hidup ini terasa aneh, hingga banyak orang yang ingin selamanya bersamanya, dana da juga ingin segera mengakhirinya.

Yang jelas, perjalanan hidup kita sudah tergariskan. sampai kapan waktunya, kapan ia akan berakhir. Namun kita punya tugas besar, yakni mengisi kehidupan.

hidup seperti apakah yang kita inginkan, lalu hidup yang seperti apakah yang kita jalani. terkadang ia tidak sesuai keinginan, terkadang ia sesuai harapan. namun kita seriing ingin, meski tidak tahu apakah itu baik. Kita tdak bisa tahu apa yang terbaik untuk kita, kita hanya tahu apa yang kita inginkan, lantas menganggapnya baik untuk kita. bukankah faktanya seperti itu.

Sekali lagi hidup kita yang isi, namun ia melibatkan berbagai peran disekitar kita. kita tidak sendiri mengatur hidup, ia. Alam memainkan perannya, dan pencipta alam semesta, tidak ada yang luput dari pengawasannya. Namun kita bisa membuat hidup jadi lebih berarti dan bermakna. Dengan mensykuri dan pandai mendapatkan ibrah yang baik. Bahkan kita bisa lebih baik dalam meniti hidup, ketika berilmu, ilmu tentang kehidupan.

Kehidupan adalah catatan panjang yang tidak cukup halaman untuk menulisnya. Kehidupan tidak sesederhana cerpen, tidak juga sekomplek kisah novel. Kehidupan jauh lebih dari itu.

terkadang dalam hidup, kita menjoba lepas dari belenggu, mencoba bersuara lantang, mencoba melawan, pada saat kita merasa hidup kita terbelenggu, terkekang, tertindas, namun itulah bagian dari hidup yang dikenal dengan perjuangan.

ah masih banyak lagi tentang kehidupan, tak sanggup kutuliskan lagi. cari sendiri sajalah, apa arti dibalik hidup, temukan ia dan tuliskan. mungkin akan ada banyak kisah yang akan kita temukan.

Monday, 3 September 2012

Belajar Memotivasi Diri Dari Seorang Teman

Baiklah , ini bukan soal ghibah tapi soal ibrah. Yakni tentang bagaimana menjadi orang yang tidak kelihangan semangat. Orang yang mampu memotivasi diri. Sebenarnya alasan untuk memotivasi diri sangat sederhana, yakni temukan cara apa yang membuatmu termotivasi.

Sebelum saya jauh menceritakan kisah apik unik teman saya, saya ingin menuliskan begini, jika bisa disebut sebagai pendapat. Kadang kebuntuan pikiran tidak menemukan alasan untuk terus berkerjalah yang membuat kita memilih menyerah. Adalah penting untuk menemukan hal yang membangkitkan gairah kita untuk sukses. Sebagaian orang termotivasi karena kondisi sulit. Sebagaian orang lainya termotivasi karena tantangan, sebagian lainya karena rasa iri terhadap kesuksesan orang lain dalam arti positif, yakni menjadi cambuk bahwa ia juga harus sukses. Alasan itulah yang terkadang sulit untuk ditemukan.

Kadang kita tidak sadar begitu dekat dengan sukses, namun kita tidak melihatnya, tidak dapat menjangkaunya. Penyebabnya sangat sederhana, kadang sering pikiran kita berada disini, pada tempat seharusnya, sedangkan kesuksesan ada dibalik kabut pekat yang menyelimuti pikiran kita. Yang dibutuhkan adalah keyakinan, yang dibutuhkan adalah keberanian untuk melewati kabut dan meraih sukses.

Kembali ke cerita unik teman saya, tentang bagaimana ia memotivasi dirinya, dan seberapa simpel penyebab motivasi itu selalu ada, hingga ia menjadi orang yang energik.

Teman saya adalah perkerja keras, dia berkerja di percetakan. Di juga kuliah di sebuah kampus, dan bercita-cita menjadi dosen, serta pedagang. Ia melihat ada prospek yang bagus dari berdagang, yakni mendistribusikan sayur ke pengecer. Kerenkan cita-cita dia. Dosen dan pedagang.

Dia orangnya sangat bersemangat. Apakah yang membuat dia bersemangat. Ternyata sangat sederhana, dia menemukan hal yang paling sederhana, namun saya lihat menjadi energi luar biasa bagi kehidupannya. 

Setiap menonton film, ketika nama salah satu dari kru film yang biasa dinampakkan ketika film usai, dan nama orang tersebut sama, atau ada bagian yang sama dengan namanya, maka ia selalu mengatakan ternyata nama saya sama seperti nama sutradara film itu, dan dia sudah sukses, memang nama seperti nama saya adalah nama orang sukses, makanya dia sangat yakin akan sukses, dan untuk mewujudkan itu ia akan berkerja keras. “banyak orang sukses dengan nama seperti nama saya, minimal bagian namanya orang sukses tersebut sama dengan nama saya, artinya nama saya adalah nama untuk orang sukses, makanya saya akan sukses” begitu kata yang keluar dari mulutnya. Kata-kata itu mengalir penuh aura semangat.

Tidak hanya pada film, ketika membaca buku, Koran, mendengar music dan menemukan ada nama orang sama dengan nama dia maka ia akan membandingkan dengan dirinya yang juga akan sukses seperti orang tersebut. Alasan yang cukup sederhana memang, namun membuat ia terus berkerja, membuat ia terus memiliki energy untuk sukses, untuk mewujudkan mimpinya. Energi yang lebih hebat dari dari energy laiinya, yang mampu menjadi sumber tenaga baginya untuk mencapai sukses yang ia citakan. Step by step katanya.

Itu cerita saya tentang seorang teman saya, apa cerita anda, temukan secercah bahan bakar yang membuat anda terus bersemangat.

Friday, 31 August 2012

Ikatan



Ikatan, sebuah kata, lafaz, kumpulan huruf-huruf. Ikatan kata dengan banyak makna, banyak penafsiran, meski ia memiliki satu pengertian. Ikatan dapat diwujudkan dalam banyak bentuk. Ikatan juga dapat muncul karena berbagai alasan, dan dapat membawa perubahan yang sangat mendasar. Ikatan adalah arti dari banyak hal.

Karena ikatan, orang mau membantu, karena ikatan orang bersedia menolong, karena ikatan, solidaritas itu muncul, karena ikatan komitmen itu tumbuh, karena ikatan rasa memiliki itu ada, karena ikatan kebersamaan itu ada, karena ikatan tersebut kita akan melindungi, karena ikatan tersebut kita akan mengasihi, karena ikatan tersebut kita akan setia, karena ikatan tersebut kita ada disaat dibutuhkan, karena ikatan itu kita mau berkorban.

Bayangkan seorang abang akan melindungi adik-adiknya, karena ikatan keluarga. Karena ikatan sedarah, kakak beradik akan saling melindungi, saling mencukupi. Karena adanya ikatan antara orang tua dan anak tidak dapat dipisah. Karena adanya ikatan tersebut, seorang ayah rela lapar demi anak istrinya, rela melakukan apa saja demi kebahagiaan keluarganya, hal yang terkadang tidak mampu dimengerti oleh manusia lainnya sekalipun. Karena ikatan tersebut juga seorang ibu ikhlas mengandung berbulan-bulan lamanya. Karena ikatan itu juga seorang anak akan melakukan apa saja demi mepertahankan ikatan tersebut.

Karena ikatan pernikahan, insan jadi saling mencinta, jadi saling memiliki, ada komitmen untuk bertahan dalam kondisi sulit sekalipun.

Karena ikatan satu almamater, banyak diantara kita menjadi saling memudahkan. Meski tidak sama kenal, karena satu SMA misalnya, satu kampus, rasa saling memahamai dan berhak membela itu tumbuh. Hingga alasan ikatan pernah satu almamater itu jadi pembatas dari keacuhan, menjadi pembuat tidak enak hati ketika hendak menunjukkan sikap ketidak pedulian.

Ikatan Terbaik Itu

Diantara berbagai ikatan itu, ada sebuah ikatan yang terbaik. Yang karenanya muncul rasa persaudaraan, yang karenanya muncul pengorbanan, yang karenanya kita jadi tidak takut mati, yang karena kita akan saling menghargai, menghormati. Ikatan ini bukan ikatan biasa, karena yang tidak paham tidak akan pernah mengerti dan tidak akan merasakan. Bagaimana rasa sebagai manusia yang satu itu menggelora, bagai satu tubuh saja. Ikatan yang akan membuat rasa solidaritas itu melebihi apapun. Disini kita berbicara ikatan yang karenanya kita kuat, karenanya kita berani, yang karenanya jangankan harta dan tahta, nyawapun berani kita jadikan tebusan. Namun hanya oleh yang mengerti.

Mereka yang tidak mengerti, tidak akan pernah tahu bahwa ini adalah ikatan yang merupakan anugerah besar dari tuhannya. Ini merupakan ikatan yang menjadi dasar dari semua ikatan yang ada. yang sebenarnya lebih kuat dari almamater, atau ikatan apa saja itu namanya, termasuk ikatan darah.

Yang tidak paham tidak akan pernah tahu jika ikatan ini adalah hakiki, sebagus-bagusnya ikatan inilah dia. Ikatan yang menyebabkan dua orang berbeda bagaikan satu tubuh. Kuat, menyatukan, mencerahkan. Menjadikan banyak orang mampu berjalan beriringan, meski dengan cara yang berbeda. Banyak yang tidak sadar  dengan ikatan yang layak dikatakan sebagai seindah-indah ikatan. Yang ikatan itu ingin disebut sebagai ukhuwah islamiah. Selamat berukhuwahm selamat menikmati ikatan sejati, ikatan yang akan mebawa kita melewati pintu surga lalu kekal didalamnya.

Tuesday, 31 July 2012

kata, suara, tindakan

berkata saja tidaklah cukup, namun harus melakukan aksi nyata. demikianlah kata yang sering tergaung. pemanis telinga yang jarang menjadi sesuatu yang benar dilakukan.

berkata hanya akan sampai pada telinga saja. berkata kontribusi hanya di mulut. dibutuhkan lebih dari sekedar kata, dibutuhkan lebih dari sekedar suara.

pada dasarnya hal terbaik adalah ketika kita berkerja dengan tangan dan kaki, demikian lebih nyata. dari sekedar mengeluarkan suara. namun bersuara juga bukan berarti tidak boleh.

tidak perlu bingung dengan apa yang sudah tertulis diatas. karena berikutnya akan ada sebuah penjelasan yang mungkin juga akan sedikit membingungkan, namun kita harap semoga tidak.

"jika memiliki sebuah rasa, yang ingin kita sebut itu kepedulian, maka tunjukan rasa peduli itu. bantu dengan apa yang bisa dibantu, kerjakan apa saja yang bisa untuk menolong. berkata saya peduli adalah noktah ketika sikap, tingkah laku, dan perbuatan kita tidak menunjukkan demikian. berkata saja namun tidak mengerjakan. itu hanya sebuah dusta. dengan bahasa lain mengetakan yang tidak ada".

membantu adalah kata kerja. membantu adalah kata yang bisa dilafalkan dengan suara, namun perwujudannya itu adalah nyata. kata bantu memiliki makna perbuatan atau melakukan sesuatu. berkata saya bantu pada dasarnya hanya memberi harapan saja bagi pendengar. jika tidak dilakukan maka akan mengecewakan. jika ingin membantu sisingkan lengan baju dan mulai mengerjakan apa yang seharusnya dilakukan untuk membantu.

partisipasi aktif maupun pasif sangat diharapkan. ketika aktif maka kerja-kejanya nyata. jika berkata saja maka itu sifatnya pasif. lalu bagaimana cara menafsirkan bantuan yang bersifat pasif, selain dari tidak membantu apa-apa.

ketika kita akan membatu seorang teman, maka yang harus kitakerjakan adalah apa yang hendak kita bantu, dan itu bisa apa saja. jika berkata saya akan bantu itu akan membuat senang, jika tidak dikerjakanakan membuat kecewa, dan itu manusiawi. dan berkata saja sebenarnya tidak membantu apa-apa.

wujud kepedulian misalnya, pada kasus yang lebih tinggi tingkatan, berkaitan erat dengan kontribusi dan fenomena pada tataran sosial. misal aksi demontrasi, aksi simpatik, membuka posko informasi, menggalang dukungan dan lain sebagainya. hal tersebu merupakan hal yang harus dilakukan denga tindakan nyata, bukan denga bicara. efeknya bisa orang mengetahui apa yang angkat sebagai wujud kepedulian kita. jika hanya berbicara saja maka efeknya hanya ada pada diri namun tidak luas.

terkadang berbicara juga kontribusi, karena dari pembicaraan orang akan tahu. namun berbicara saja jika dibandikan dengan aksi seperti demo, galang dukungan, simpatik, peng advokasian, maka berbicara saja adalah selemah-lemahnya kepedulian, selemah-lemah konstribusi.

jadi kepedulian ditunjukkan dengan berkerja, dengan aksi dan aksi riil, bukan dengan berbicara saja. wallahualam.

Friday, 13 July 2012

Instrospeksi Diri, Cari Akar Masalah, Bukan Menyalahkan

adakah yang tahu, sampai mana batas dari pengorbanan, kesabaran.
ada yang bilang tidak ada batasnya, benarkah. namun segalanya itu punya batasan. karena keterbatasan adalah sifat alamiah manusia. manusia punya batas dari keterpaksaan. jika batas itu dilewati, maka yang akan mucul adalah perlawanan, pemberontakan. tidak salah jika ada yang mengatakan mereka yang memberontak, adalah mereka yang tidak sanggup untuk bersabar, mereka yang sudah lelah untuk berkorban.

namun sekali lagi penilaian itu relatif. karena kita adalah manusia. tidak ada penilaian yang rigid atas suatu fenomena sosial. menilai prilaku manusia tidak seperti angka dalam ilmu pasti. kehidupan manusia adalah dinamis. kehidupan manusia berputar, seperti roda, seperti bumi pada porosnya. kadang diatas, kadang dibawah, kadang disisi terangya, kadang disisi gelapnya.

kita semua bisa menjadi penyebab dari apa saja. kepedulian adalah hal yang kita semua tidak memiliki daya sense yang sama terhadapnya. dalam kebersamaan, daya tanggap terhadap sesama adalah hal yang utama. itu demi menjaga kebersamaan. ada kata "saling" yang harus diperhatikan agar kebersamaan itu tidak pudar. hingga tidak perlu ada domba yang terpisah dari kawanan.

ya, orang yang memberontak atau memutuskan untuk berhenti sama ibaratnya seperti domba yang terlepas dari kawanan. namun jangan hanya menyalahkan domba yang larinya lambat hingga ia terseleksi oleh alam, lihat juga domba lain yang kencang larinya, yang lebih hebat dan lebih kuat berlari kencang meninggalkannya. hingga yang tidak mampu mengimbangi kecepatan rata-rata akan tersingkir. pertanyaannya haruskah ia tersingkir, atau ia adalah korban untuk memperlambat singa.

semua berpotensi salah, karena itu pilihan sikap tidak pernah dapat disalahkan, yang dapat dipertimbangkan hanyalah baik atau buruk dari pilihan sikap. yang membuat jadi salah adalah ketika pilihan itu berakibat buruk. dan baik buaruknya tentu dinilai dari segi norma yang menjadi rujukan kita dalam menanggapi berbagai fenomena sosial. jika kita islam maka kita memiliki nilai akhlak. sebagai warga negara juga kita memiliki nilai pancasila sebagai garis dari apa yang dijadikan falsafah bangsa.

lalu yang harusnya dilakukan adalah menginstrospeksi diri, bukan menyalahkan. pertanyaan yang harus dijawab adalah apa yang saya lakukan hingga dia seperti itu. apakah itu terhadap kita yang melihat orang lain tersisihkan, atau kita sendiri yang merasa disisihkan. salahnya tidak melulu pada sisi orang, melainkan pada sisi diri sendiripun akan memiliki salah.

ibarat siput yang meninggalkan sungai yang tercemar, jangan salahkan siput yang pergi, tapi kenapa sungai tercemar hingga siput tak lagi sanggup hidup disana. lalu jangan salahkan sungai yang tercemar karena pasti ada yang membuatnya tercemar. penyebab itulah yang harus ditemukan, hingga semua menjadi bersih dan kembaliseperti sediakala.

sama seperti kita, ketika ada teman yang meniggalkan kita maka mari instrospeksi diri kenapa dia menjauh, dan ketika kita menjauhi orang lain lantas kenapa?. lalu mari meilihat sisi negatif dan positifnya hingga sikap yang diambil adalah yang terbaik pada saatnya. persoalan ada yang kecewa adalah alamiah, namun bukan kekecewaan orang yang menjadi titk poin melainkan maslahat. hal yang harus benar ditemukan adalah akar masalah untuk diselesaikan, bukan saling menyalahkan.

Sunday, 17 June 2012

Kecewa Boleh, Jangan Mengecewakan Juga Ia.

kecewa, biasa. Namun jangan lantas membuat kita bersikap mengecewakan orang lain.

Hal pertama yang harus kita singkirkan adalah kecewa. Mengapa demikian?. karena tiada manusia yang sempurna. Kitapun bukanlah seorang yang sempurna. setiap manusia memiliki kesalahan.

Terkadang memang kita memiliki sebuah perasaan aneh. Ingin orang lain seperti kita. Tentu saja hal tersebut sulit dilakukan. Kadang kita ingin sama dengan orang lain, namun kita kita mampu. Namun itulah realitas. Hal tersebut adalah hal yang patut untuk kita sadari, hingga kita mampu menerima segala kekurangan tersebut. Walaupun adalah tugas kita untuk menjadi lebih baik, namun jangan mengharap orang lain lebih baik juga. Tiap orang tentu punya tingkat kesanggupan yang berbeda-beda dalam hal berbuat baik atau pun menjadi lebih baik.

Keinginan memperbaiki diri, bukanlah hal yang dapat dipaksakan. Jadi tidak perlu memaksakan orang lain menerima keinginan kita yang maunya serba perfect. Perlu menjadi catatan juga, memaksa orang menerima keburukan kita juga tidak kalah "tidak perlunya".

Kondisi-kondisi tersebut memungkinkan rasa kecewa itu muncul, namun jangan biarkan ia mengubah kita ke arah yang tidak produktif. Tetaplah dengan kepribadian baik kita, meski sering terkecewakan dengan ketidak baikan orang lain. Karena terkadang bukan ia yang ingin mengecewakan kita, namun kondisi nyalah yang sering membuat orang lain kecewa.

Lalu bagaimana solusinya. Jika kita menelan muntah orang terus, kan tidak asik juga. Sebenarnya tidak ada yang perlu menelan muntah jika tidak ada yang muntah. Yang perlu dilakukan adalah memperbaiki keadaan. Mari azzamkan dalam diri masing-masing untuk tidak mengecewakan orang lain, tidak mengecewakan teman kita, sahabat kita, saudara-saudara kita. amankan.

Tidak perlu mengiba atau mengharap orang lain lebih baik, namun mari kita semua memperbaiki diri. Jika kita semua memperbaiki diri, tanpa mengharapkan orang lain melakukan hal yang lebih baik atau sama dengan yang kita lakukan.

Apa hal demikian harus dibiarkan, hal yang tidak bagus dari saudara kita. Tentu tidak, nasehat menasehati adalah keharusan (tidak ingin membahasakan wajib.Pen). Beri hukuman bila perlu, serta doakan agar mereka lebih baik dari kita. Lalu buatlah yang terbaik dari kita, namun jangan sekali-kali berharap yang terbaik dari orang lain, lantas kecewa, lalu kecewa itu membuat kita tidak lagi aktif berbuat baik, mundur dai gelanggang kebaikan. Namun jadilah orang yang akan menginspirasi orang lain untuk menjadi lebih baik. Meski semua orang tahu itu sulit.

Berikut kiat agar orang tidak kecewa dengan kita
1.Sebelum meminta orang lain untuk sanggup, pastikan juga kita sanggup atau dia juga sanggup.
2. Sebelum menyuruh orang lain, pastikan juga kita mengerjakan.
3. Sebelum mengajak orang lain, pastikan juga kita akan ikut serta.
4. Sebelum mengharapkan orang lain berbuat baik, pastikan diri juga berbuat baik.
5. Sebelum meminta orang lain mengerjakan tanggung jawabnya, pastikan kita memenuhi haknya, memenuhi tanggung jawab kita juga.
6. Sebelum apa saja terhadap orang lain pastikan diri aja deh udah benar apa belum.

ya itu aja dulu. mudah-mudahan saya bisa amalkan, amin. kamu juga, amin.