Sunday, 11 March 2012

Tentang Loyalitas dan Kesetiaan

Kesetiaan dan loyalitas adalah hal yang memiliki arti kurang lebih sama. Hal yang diinginkan oleh setiap orang. Tidak ada manusia diatas muka bumi yang ingin dikhianati, yang banyak malahan orang yang cenderung berkhianat.
Kesetiaan dan  loyalitas adalah harga yang ingin didapat oleh tiap orang, baik itu dari pasangannya ataupun dari rekan kerjanya. Kesetiaan dan loyalitas merupakan sikap yang mulia, perwujudan dari pribadi hebat dan bisa dipercaya.
Kesetiaan dan loyalitas adalah hal yang mudah untuk diterima namun tidak mudah diaplikasi. Terbukti sangat banyak manusia dengan tipikal mudah berkhianat, mudah mendua. Banyak orang mengharapkan kesetian dari orang lain, sedangkan dia sendiri bukan pribadi yang setia, marah ketika orang lain tidak loyal terhadapnya, namun juga dia sendiri tidak menujukkan sebuah loyalitas. Kesadaran diri untuk bersikap setia dan loyal sulit diperoleh.
Kesetiaan dan loyalitas  merupakan karakter, dan orang dapat berkhianat dengan berbagai alasan. Seseorang bisa dengan tulus berkhianat, bisa juga terpaksa berkhianat. Orang yang tulus dalam berkhianat biasa orang dengan kepribadian serta kejiwaan (ruhiyah) yang rendah. Orang seperti ini meiliki nafsu kuat, bahkan lebih kuat dari akal yang dia miliki. Orang seperti ini bisa jadi tidak memiliki pemahaman, bisa juga kesadaran rendah untuk memilih sikap, yakni lebih memilih menuruti nafsu yang menurutnya lebih menyenangkannya. Contoh seorang yang menduakan pasangan hidupnya secara diam-diam karena tertarik dengan yang lain, atau seorang berkhianat karena ditawari uang banyak hingga dia menganggap ini akan lebih menguntungkan dia.
Pengkhianatan atau sikap ketidak-setiaan atau tidak loyal juga dapat dilakukan siapa saja karena terpaksa. Seseorang dapat dihadapkan kepada pebangkangan ketika dia dihadapkan pada pilihan yang mengancam dirinya. Sebut saja tentara yang sedang disiksa untuk mendapat informasi oleh musuh, kemudian seseorang yang dibawah ancaman, hingga pengkhianatan menjadi jalan menyelamatkan diri. Hal seperti ini agaknya dapat lebih diterima meski  kesetiaan dan loyalitas itu sendiri lebih utama, serta lebih baik dimata manusia sekaligus dalam pandangan Allah.
Kesetiaan dan loyalitas merupakan karakter, namun bukanlah watak yang sifatnya permanen. Dia dapat dilatih. Syarat seseorang agar loyal dan setia adalah tingkat pemahaman yang sudah mumpuni, di sertai kesadaran untuk berbuat (amal) dengan ketulusan (keikhlasan). Pada dasarnya kemampuan untuk setia atau loyal hingga pada titik penghabisan adalah pilihan sikap. Pertimbangan untuk memilih menjadi seorang yang setia, ataupun memiliki loyalitas yang tinggi adalah kejiwaan (ruhiyah) yang kuat. Hingga hatinya teguh dalam bersikap dan murni dalam setiap pertimbangannya. Dan sikap yang benarpun akan muncul darinya. Tidak ada lagi keraguan dalam dirinya terkait sikap yang dia ambil. Hingga tak heran jika ada orang yang rela mati dalam mempertahankan loyalitasnya atau kesetiaanya.
Seseorang dengan kejiwaan yang kuat akan dapat membedakan mana persoalan pribadinya dengan sesama, dan itu tidak akan mempengaruhi tingkat loyalitas atau kesetiaanya. Artinya meski secara pribadi ada konflik antara dia dengan rekan atau pasangannya hal itu dia anggap sebagai hal yang terpisah hingga permasalahan pribadi tersebut tidak akan membuatnya berkhianat. Ketidaksukaanya tidak membuat dia untuk tidak patuh atau mengabaikan komitmen bersama, dan itu merupakan pertunjukan kebesaran jiwa. Contohnya dalam sejarah sahabat Rasulullah Muhammad SAW, perang Dzatus Salasil (baca manhaj haraki dalam sirah nabi SAW(Syaikh Munir Muhammad al-Ghadban)), dimana yang ditunjuk sebagai panglima perang adalah Amr Bin Ash, seorang yang paling junior, seorang yang baru saja tiga bulan menyatakan keislamannya, sedangkan sahabat lain seangkatan Abu Bakar, Umar bin Khattab, abu Ubaidillah yang sudah sangat senior menjadi prajurit biasa. Saat itu muncul keberatan dimana timbul pertanyaan menyoal kepribadian Amr bin Ash, namun yang menarik ketika Amr bin Ash sebagai palima di perang tersebut sudah keputusan final dari Rasullah, para sahabat menunjukkan kesetian dan loyalitas yang cukup tinggi. Hal ini terbukti dari pernyataan Abu Ubaidah kepada Amr bin Ash “kalaupun kamu durhaka kepadaku akau akan tetap patuh”. Sungguh sebuah dedikasi dan kebesaran jiwa yang cukup tinggi, ketika keraguan dan ketidaksukaan secara personal, tidak menghalangi kesetiaan dan loyalitas dari para sahabat yang notabene lebih hebat dari Amr bin Ash sendiri. Sungguh permasalahan personal tidak membuat mereka membangkang. Dan pemahaman yang tinggilah yang membuat mereka sanggup berkerja sedemikian hingga.
Nah pertanyaan untuk diri kita masing-masing adalah seberapa setia dan loyalkah kita. Jawaban beragam, namun sikap kita akan sangat ditetukan oleh pemahaman kita. Pertarungan itu ada di hati, akal dan nafsu sebagai inti dari pergolakan serta godaan dari luar baik dari syetan atau jin serta manusia. Semua itu menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan dalam penentuan pengambilan sikap. Dan yang terbaik adalah mengambil sikap yang positif, yakni bersikap stia, loyal sampai kapanpun dalam kondisi apapun terhadap islam, pemimpin, keluarga, teman. Mudah-mudahan Allah ridha dengan apa yang kita perbuat.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                

1 comment: