Tuesday, 9 October 2012

Kecap Rasa dan Warna Hidup


seperti gambar bunga, begitulah hidup,ada sisi gelap, terang, buram

Hidup ini warna-warni, jika gak ada kata untuk melukiskan rasa dengan rasa-rasi. Hidup ini beraneka rasa. Kadang ia pahit, kadang ia manis. Tekadang hidup ini asin, terkadang juga keasinan. Hidup tidaklah selamanya indah, tidak selamanya enak. Hidup ini dinamis, hidup ini kaya suasana. Senang, susah, gembira, duka, haaaahhh hidup ini banyak rasa kata iklan.

Hidup ini jika di ibaratkan dengan makanan, maka ia adalah makanan aneka rasa. Hidup adalah makanan kompleks dengan rasa yang berubah-ubah. Bahkan makanan yang sedang kita kunyah sekalipun akan berubah rasanya. Dari yang manis, akan menjadi asin. Bisa jadi yang pahit bisa jadi juga asin. Sementara itu yang asin akan tetap asin. Hidup ini beraneka rasa, yang pahit sekalipun bias jadi manis. Semua itu bias terjadi, tergantung apa yang kita kunyah.
Hidup juga seperti itu. Hidup adalah kumpulan dari segala interaksi, reaksi. Hdup sangat luas. Hidup terjadi pada individu secara perorangan, namun dalam skala sosial maka ia akan menjadi sangat luas. Ketika individu yang satu bertemu dengan individu yang lainya. Membentuk pasangan, lalu membentuk keluarga, membentuk kelompok, membentuk masyarakat, membentuk kota, membentuk Negara. Lebih luas lagi hdup ini adalah kumpulan dari semesta yang patut untuk dipelajari.

Wajar saja, jika hidup ini memiliki banyak makna. Dari yang hina,  hingga bermakna, dari yang sampah, hingga yang  paling berarti. Sulit, susah, duka lara, derita menjadi satu kelompok yang kadang akan di seimbangkan oleh senang, gembira ria.

Ya hidup layaknya sesuap makanan aneka rasa. Ia berasal dari semangkuk piring jutaan rasa. Tak terbayangkan taka terlukiskan, karena ia adalah rasa. Ada kalanya yang kita masukkan adalah kebahagian, yang kita dapat kegembiraan. Ia bagaikan  makan enak, mudah dikunyah, mudah ditelan, tidak ingin rasanya memuntahkan. Terkadang juga kita bias menelan pahit, rasa kecut dan tidak enak. Sulit untuk dikunyah, tidak bias dimuntahkan, enggan untuk ditelan, namun mengulumnya terlalu lama juga akan sangat menyiksa. 

Hidup terkadang jadi hal yang tidak mampu dikunyah, tidak sanggup ditelan, namun harus cepat ditelan, agar tidak menyiksa terlalu lama. Hidup bisa jadi hal yang sangat enak di rasa, nikmat dikunyah, namun juga harus cepat di telan agar tidak melenakan. Yang jelas hidup adalah makanan yang tidak dapat dimuntahkan jika suapannya telah masuk mulut, hal itu terjadi karena waktu. Yaa, waktu tidak akan pernah dapat di ulang.

Ibaratnya seorang yang telah memalu paku pada kayu, maka selamnya kayu akan berlubang, selamnya kayu itu telah ditusuk paku. Meski paku dicabut, lubang di dompol, namun tetap saja sudah terjadi, tidak bias menjadikannya seperti semula. Apa yang dikatakan bekas itu akan ada untuk waktu yang lama.

Itulah kehidupan, aneka rasanya membuat hidup memiliki banyak arti. Tatkala kita merasa berharga, atau merasa sangat hina sekalipun. Tentu perlu kiat agar hidup dapat dilalui dengan selamat. Dan tugas kita tentu mempelajari berbagai trik tersebut.

Pertama hiduplah dengan keyakinan. Hidup itu membutuhkan pegangan. Arah hidup harus diatur sejak dini. Keyakinan berfungsi menghilangkan rasa depresi. Dengan keyakina yang kuat akan membuat kita merasakan ketenangan. Yakni rasa yakin akan dapatnya bergantung apda hal yang mejadi harapan yang terkuat. Biasanya keyakinan ini berkaitan dengan religi. Yakni agama yang kita anut. tentu saja rasa yakin akan pertolongan Allah akan membuat kita kuat. Merasa memiliki pegangan. Hal ini akan menghilangkan depresi, dan menyelamatkan hidup. Karena 70 persen orang depresi melakukan hal yang dikenal dengan istilah megerikan yakni “Bunuh diri”.

Kedua kita membutuhkan motivasi untuk melewati hidup. Hal ini berkaitan dengan melawati bagian terberat dari hidup. Apa itu bagian terberat? Yakni untuk terus konsisten. Konsistensi adalah hal tersulit untuk dilakukan. Ada istilah, meraih sesuatu lebih mudah dari pada mempertahankan apa yang telah diraih. Ibarat seorang yang telah menakhlukkan sebuah gunung tinggi, belum tentu akan berhasil dengan mudah untuk mendaki gunung yang sama untuk kedua kalinya. Karena persiapannya akan sama, dibutuhkan konsistensi, guna mempertahankan kondisi, yang meliputi kebugaran, fisik, kesehatan serta stamina.

Ketiga hidup itu membutuhkan usaha. Tanpa usaha yang maksimal, akan sangat mustahil untuk dapat hidup. Hidup seperti apa yang kita inginkan mutlak membutuhkan usaha. Usaha adalah hal mutlak untuk meraih sesuatu. Tidak mungkin akan melewati kabut dengan duduk. Tidak mungkin mencapai garis finis tanpa berlari. Tidak mungkin sampai ke puncak gunung tanpa mendakinya terlebih dahulu. Tidak ada yang instan.

Keempat, dalam hidup kita membutuhkan orang lain. Tidak mungkin hidup sebagai individu saja. Kita perlu berinteraksi. Keterbatasan sebagai manusia membuat kita harus bersama dalam melalui kehidupan.  Kita butuh teman, butuh keluarga, butuh pedagang, butuh pegawai, butuh nelayan, semua kita butuh. Jika tidak pran tadi semua harus kita kerjakan sendiri. Hal yang tidak mungkin bukan. Karena kita tidak bias membuat bayangan yang akan berkerja menggantikan peran asli kita. Tidak mungkin membuat taju bunshin (banyak bayangan) seperti dalam serial manga. Hehe.

Begitulah sekelumit kata-kata tentang kehidupan kali ini. Semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment