Wednesday, 30 January 2013

Alam Menuntut Keselarasan

Alam memiliki keselarasan tersendiri
Sadar atau tidak alam diciptakan dalam keadaan tidak seimbang. Alam diciptakan untuk saling melengkapi satu sama lainnya. Maka dari situ, keseimbangan akan kita dapat terjadi di alam semesta. Karenanya tidak ada hanya siang saja, namun juga malam. Lalu mari kita perhatikan penciptaan makhluk hidup. Adakah kita perhatikan bahwa makhluk hidup diciptakan berpasangan. Ia tidak hanya satu jenis saja. kenapa agar ia dapat menyeimbangkan diri. Hanya dengan begitulah keselarasan dalam hidup bisa didapat.

Mungkin kita dapat melihat bagai mana seekor mantis bersembunyi dibalik dedaunan hijau. Hijau yang diberikan kepadanya selaras dengan alam tempat dia hidup. Dengan begitu ia aman dari musuh yang lebih besar. Namun burung memiliki penglihatan yang lebih tajam, hingga seperti apapun mantis bersembunyi ia akan ketahuan. sama seperti antara  mantis dan pohon, mata burung dengan kemampuan mantis juga memiliki keselarasan. Sederhananya mantis perlu bertahan hidup dan burung perlu bertahan hidup. Mantis berlindung balik warna dan ketangkasannya, sedangkan burung dengan matanya yang tajam. Yang satu perlu bertahan dari pemangsa, sedangkan yang satunya lagi memerlukan pandangan tajam untuk menangkap mangsanya. Burung perlu makanan untuk tidak mati kelaparan dan ia perlu berburu mantis. Demikian juga mantis tidak sulit baginya menemukan jenis belalang lain yang juga sama dengan dirinya hidup di pepohonan.

Lalu bagaimana dengan nasib belalang lainnya, faktanya burung memakan mantis dan belalang. Seekor burung mungkin  memerlukan 4 sampai 6 mantis atau belalang untuk kenyang, sedangkan mantis hanya berlu satu belalang untuk kenyang.Belalang makanan baginya melimpah dan tidak pernah melakukan perlawanan. Mereka makan tumbuhan. Masing-masing diatas antara tumbuhan, belalang, mantis, burung seolah mereka saling mengontrol agar tidak ada yang berlebihan, atau kekurangan. Ketidak seimbangan semua mereka akan berujung pada penderitaan yang menyengsarakan.

Jika saja pohon musnah, maka semua akan mati perlahan dimulai dari belalang, lalu mantis dan burung. jika burung mati maka mantis dan belalang membludak, pepohonan tidak cukup sebagai makanan lalu semua menderita lalu mati. Jika mantis mati, belalang lambat laun membludak, burung banyak makanan,  populasi burung tambah banyak akhirnya. Jalu pohon akan habis karena belalang, dan belalang akan mati kelaparan sambil terus  diburu oleh burung. Setelah semua habis maka burung akhirnya akan mati kelaparan. Lalu setelah semua mati tumbuhan akan mulai tumbuh  dan mulai siklus baru kemampuan yang dikenal sebagai daya lenting lingkungan

Keselarasan itu nampak dari mantis dan belalang yang berwarna hijau, seolah hijau daun itu melindungi mereka. Lalu burung dengan matanya yang tajam. Mari kita perhatikan semuanya semuanya bahkan pohon juga menjadi tempat bagi burung untuk bersarang. Itu semua adalah mata rantai yang tidak akan pernah putus kecuali keadaan menjadi tidak seimbang.

kembali kepada kita sebagai manusia. Peran manusia sangat besar dalam pengaruhnya terhadap keseimbangan. Manusia bisa berfungsi  sebagai pihak penyeimbang atau perusak keseimbangan. Dengan kemampuan itu manusia bisa menjadikan hidup lebih baik, bisa membawa malapetaka. Manusia memiliki kemampuan semua itu. Pertanyaannya adalah apakah kita selaku manusia akan lebih memilih berbuat kerusakan atau melakukan perbaikan. Mata rantai hanya bisa diputus oleh tangan manusia dan menciptakan ketidak selarasan.

Keselarasan adalah anugerah yang patut disyukuri oleh semua ummat manusia. Manusia juga harus menyelaraskan diri. Kesalarasan ini adalah keadilan terhakiki dan manusiawi. laki-laki pasangannya  itu perempuan. Jika laki-laki dengan laki-laki, atau perempuan dengan perempuan maka itu adalah kerusakan yang bertentangan dengan keselarasan alam. Jelas ini adalah perilaku menyimpang yang seharusnya tidak diperagakan oleh manusia. Oleh karenanya manusia harus menolak perilaku seperti ini. Yang berbuat hal yang tidak selaras dengan harmoni alam ini adalah mereka yang telak rusak atau hendak merusak harmonisasi kehidupan.

Dalam setiap pengetahuan kita menemukan titik tekan pada keselarasan. Seperti yin dan yang pada keyakinan Cina. Yakni faktor keseimbangan setiap elemen penyusun kehidupan. Keselarasan antara diri dengan lingkungan dimana kekuatan besar akan diperoleh dari keseimbangan dan keselaras dalam hidup. Jika unsur-unsur atau elemen dalam kehidupan itu tidak dapat diselaraskan maka hidup akan timpang dan pertanda kehancuran akan datang.

Lalu juga dalam  berbagai keyakinan lainnya. Dalam islam berkali-kali alquran membuat perbandingan antara siang dan malam. Alam juga di ciptakan agar kita manusia belajar. Lalu dalam islam dilarang berbuat kerusakan. Artinya harmonisasi alam ini harus dijaga. dan tugas manusia adalah sebagai penjanga keseimbangan tersebut. Allah memerintahkan manusia sebagai khalifah dimuka bumi dengan perintah mutlak untuk tidak berbuat kerusakan. Keselarasan tersebut adalah hal yang harus dicapai, dan ini merupakan sebuah keagungan  pengetahuan. Islam dalam ajarannya telah lebih dahulu menimbang keselarasan alam. dimana segala yang kita butuhkan telah tersedia  dan Allah memerintahkan dalam alquran agar kita manusia menjaga keseimbangan tersebut.

Sungguh Allah telah menganugerahkan tempat yang layak untuk kita hidup. Lalu tugas kita tidak hanya untuk hidup saja. Namun kita perlu menjaga lingkungan ini, menjaga alam sekitar kita agar kita bisa bertahan didalamnya. Dengan begitu kita dapat dikatakan sebagai hamba  yang bersyukur.