Saturday, 6 December 2014

Orang Serius Ibarat Mobil Balab dan Tidak Serius itu Mobil Butu

Mobil balab dan Mobil Butut.  Semua orang tahu letak perbedaanya. Sangat Mencolok. Namun disini kita coba menganalogikan kedua mobil ini. Untuk orang yang serius dengan tidak.

Orang serius itu ibarat mobil balab. Mobil ini memiliki dapur pacu yang kuat. Memiliki akselerasi yang tinggi. Kecepatan mobil balab bersaing dan diatas rata-rata. Bahan bakar khusus, tidak asal masuk.

Begitulah orang yang maju. Orang yang berfikiran serius. Akan terus bergerak. Dapur pacu (otak) orang yang serius terus berkerja menghasilkan ide. Bergerak cepat dan terus mempercepat geraknya guna mencapai tujuan. Orang serius akan terus menyuplai dirinya dengan asupan pengetahuan yang mendukung geraknya.

Orang tidak serius itu, katakan saja dia mobil butut. Dapur pacu lemah. Akselerasi buruk. Kecepatan standar, jika tidak buruk.

Orang yang tidak serius selo hidupnya. Jarang berinisiatif, dan lambat geraknya. Bahkan untuk menjalankan ide sulit, belum lagi diminta berfikir kreatif.

Alaminya mobil balab akan meninggalkan mobil butut. Alami juga mobil butut akan tertinggal. Ini adalah hukum alam.

Mobil balab terus dimodifikasi. Ini membuat tampilannya makin modern dan makin gesit guna mencapai kesempurnaan. Seperti orang serius yang terus bergerak maju seiring perubahan zaman dan juga kebutuhan zaman. Menerima hal baru kearah yang lebih positif.

Mobil butut, biasanya ada karena berpuas diri. Tidak dimodifikasi dan tampilannya sama atau makin buruk mulai sejak dibuat hingga saat ini. Seperti orang yang menolak bergerak. Orang yang tidak mau menerima pikiran baru yang positif, serta mengira dirinya adalah yang paling sesuatu.

Dalam perlombaan atau pun sebuat tim yang bergerak bersama. Mobil butut tidak bisa memimpin dan akan selalu ketinggalan. Jika dibiarkan didepan akan menghambat, dibelakang tidak sanggup mengimbangi.

Demikianlah ibarat orang. Orang yang tidak serius sering jadi batu penghalang bagi orang serius. Ketika orang tidak serius dibiarkan mempimpin. Orang berpotensi maju juga akan ketinggalan. Namun jika dipinpim orang maju, ia akan tetap tertinggal.

Potensi sama

Sebenarnya semua mobil memiliki potensi yang sama. Apakah akan jadi mobil butut atau mobil balap. Ini adalah berbicara tentang pilihan. Sama seperti manusia, juga bisa seperti mobil balap atau butut.

Berbicara pilihan, maka setiap orang berpotensi sama. Serius atau tidak. Tergantung pribadi memilih yang bagaimana. Sama seperti mobil tadi.

Mobil butut dimodifikasi bisa jadi mobil balab. Demikian juga mobil balab yang dibiarkan akan menjadi mobil butut. Manusia bisa serius, bisa tidak serius. Faktor penentunya adalah kemauan.

Jika mau serius, bisa jadi hebat. Jika dibiarkan, terlena, akan melemahkan. Karakter mengenai jadi orang serius atau tidak, bukanlah suatu yang bersifat permanen pada seseorang. Ini bisa diubah sesuai dengan keinginan.

Pertanyaan mendasar ialah mau jadi seperti apa. Apakah melatih dan membiasakan diri untuk serius hingga selamanya akan begitu. Atau membiarkan diri tidak serius hingga ini jadi permasalahan menahun

Mana yang hendak dipermanenkan. Mau orang seperti apa kelak. Jawabnya ada pada diri kita sendiri.

Monday, 1 December 2014

Protes Kopi Pahit Itu Kesalahan

Tulisan ini terinspirasi dari postingan kawan saya di fb dia. Membuat saya berkomentar di sana. Kurang lebih " mungkin karena gula, hingga orang tak tahu rasa kopi itu sebenarnya pahit " begitulah komentar saya. kalau tidak percaya cek aja, paling nggak ada kekurangan sana - sini dalam pengutipan. Hehe.

Kembali ke serius, memang kita tak sadar. Kita marah, protes terkadang. Sering terucap "kopi macam apa pahit begini, cuih". Ini adalah orang yang tidak tahu rasa sebenarnya dari kopi. Ia terbiasa minum kopi dengan gula atau susu.

Sejatinya kopi itu pahit. Maka sewajarnya adalah minum kopi itu coba menikmati pahitnya. Rasa pahit adalah normal pada kopi. Malah kopi manis artinya sudah tercemar oleh pemanis seperti gula dan sejenisnya.

Maka seharusnya yang aneh adalah pencaci kopi pahit. Karena ia mencaci hal yang seharusnya. Mencaci hal yang wajar. Tanda dari sebuah kebodohan. Namun naifnya itu, banyak orang yang tidak mencerca pahitnya kopi, ketimbang mencoba menikmati.

Salah kaprah, dilakukan banyak orang. Bahkan yang mengaku penikmat kopi marah kopinya pahit. Wujud ketidak tahuan bagaimana kebenaran dari kopi. Lalu dapatkah orang yang tidak tahu rasa original segelas kopi disebut penggemar kopi. Ngaku-ngaku sih ok.

Mari kita ibaratkan kopi ini hidup. Menikmati kopi adalah menikmati kehidupan. Pelajaran apa yang kita dapat. Sungguh kita telah ditipu oleh pemanis. Hingga kita tidak tahu lagi makna dari sejatinya kita hidup.

Menikmati hidup berarti menikmati tiap prosesnya. Bukan mencaci sisi yang tidak kita senangi saja. Bukan mencerca pahitnya, namun pahit itu didalamnya ada kenikmatan. Hanya saja yang tidak tahu bagaimana hidup sejatinya.

Atau kebanyakan kita hanya tahu hidup ini manis. Hingga ketika pemanis habis, hidup menampakkan kecutnya. Cacian, makian, sumpah serapah lebih mudah keluar.

Padahal sejatinya menikmati hidup seperti menikmati segelas kopi panas. Diseruput pelan, penuh syukur dan sabar. Tidak mungkin menenggak segelas kopi panas sekaligus. Begitu pula cara menikmati hidup. Dengan penuh rasa syukur dan kesabaran. Bukan dengan cacian dan sumpah serapah.

Friday, 29 August 2014

Daya Untuk Bersabar

Lama juga ku coba duduk dan mengamati kucing ini. Meski bertanya-tanya apakah kucing ini sedang menikmati indahnya pagi. Atau ia menatap ikan-ikan kecil yang berenang kesana kemari.

Keyakinan dalam diriku ia sedang melihat peluang. Lalu ia menunggu saat yang tepat untuk meraihnya. Aku berfikir kucing ini sedang menyiapkan momentum tepat, untuk sarapan pagi dengan ikan terbaik dari kolam teratai.

Dinginnya udara pagi tak membuatnya bergeming. Hingga matahari mulai menghangatkan udara ia tetap diam. Bahkan saat panasnya matahari pagi yang mulai menyengat, kucing ini tetap cukup sabar.

Sepasang mata fokus menatap kearah ikan dikolam. Sadar atau tidak aku yang bermata 5 ( tambah kacamata dan kamera hp) mengintainya juga. Menunggu saat yang tepat menjepret kamera.

Matahari terus memanas, membuatku kelimpungan. Semangatku patah oleh panas tak dapat kutahan. Aku hendak menyerah, sementara kucing masih berdiam diri. Kelihatan santai namun fokus. Matanya mengintai kesatu titik.

Akhirnya kuputuskan memfoto posisi berburu menunggu mangsa ini, aku melupakan foto kucing menerkam mangsa. Dan setelah menfoto aku beranjak meninggalkan kucing tadi.

Dan saat aku mulai menuliskan tulisan ini, adalah sesaat setelah aku melihat kucing itu menikmati ikan. Dengan santai di salah satu sudut jembatan kayu taman hutan kota ia menikmati hasil buruannya.

Hanya selang dua menit setelah ku beranjak kucing mendapatkan momentumnya. Sedangkan aku, itu adalah waktu yang kusiakan hingga momentumku hilang.

Aku kalah sabar dua menit dari sang kucing. Dan di dua menit itu aku  gagal. kucing ini memberikan aku pelajaran yang berharga. Tidak hanya soal fokus pada target, namun juga daya untuk bertahan dan bersabar hingga momentum sukses itu bisa didapat.

Sunday, 3 August 2014

Sosdem alias Sosial Demokratik, Apaan Lagi sih ?

Kali ini saya mau nulis ngalor-ngidul. Bahasa santai, kayak gak serius-Serius amat gitu. Namun begitu kali nanti kejerumus jadi serius kalian ngakak aja ya. Soalnya saya gak berusaha serius, namun kurang bisa ngelawak aja.

Pernah dengar Sosdem gak, alias Sosial Demokratik. Eh sebelumnya, temen-temen pertama saya mau tanya nih, ngikutin yang namanya teori konspirasi gak. Kalo ngikut mungkin kita akan nyambung. Kalo gak, bakalan susah deh dikali-kali. Tapi coba aja tuh baca-baca buku John Perkins, pengakuannya sih dia pelaku.

Mungkin juga coba deh di scan pake mata kepala sendiri, bukunya F. Fukuyama dan mungkin Samuel Huntington. Gabungan ketiga pengarang itu dengan buku-buku mereka yang kita baca, seperti ada koneksi, seperti ada puzle yang menyatu, atau kayak Jawa sama Madura eh nampak tuh Suramadu. Maksud saya jadinya kayak nyambung begitu.

Balik deh ke sosdem tadi. Jadi begini tadi sempat diskusi keren di warung kopi. Kita sempat ngobrol ngalor-ngidul, yang menginspirasikan tulisan ngalor-ngidul ini juga. Jadi tadi kita ngomong masalah sosial demokratik.

Nah, lalu apa itu sosial demokratik, dan apa kaitannya dengan konspirasi, mari kita kupas setajam pisau tumpul ya. Lets cekidot. Haha garing dan kebanyakan basa-basi nih. Sory guys bikin kalian penasaran.

Katanya sosdem ini adalah gerakan gaya baru. Gerakan ini mencoba menimbulkan kebencian terhadap partai politik. Fokus isu mereka adalah kegagalan partai politik saat ini, telah meletakkan semua partai politik tidak layak dipercayai.

Permainan isu sosdem ini fokus pada gagalnya demokrasi, serta gagalnya sistem partai politik. Ada penggiringan isu begitu jika teman-teman jeli melihatnya. Masyarakat diarahkan untuk percaya Partai dan orang-orang partai adalah pengeruk uang negara. Dan, "kita adalah orang-orang yang tidak lagi percaya dengan partai politik.

Dalam gerakannya, kelompok ini sengaja menebar berita tentang sisi hancur demokrasi. Tujuannya sangat jelas yakni menghasut. Mereka juga memotong berita dari sisi positif, serta menebar isu kebencian terhadap partai berbasis ideologi dan agama. Intinya adalah menghilankan kepercayaan kepada partai politik.

Yang menarik adalah sosdem didalamnya bukan orang baru. Mereka pemain lama yang memang sudah mencengkram Indonesia. Sosdem hanya strategi baru agar orang lama ini tetap terjaga kepentingannya di Indonesia. Orang lama ini adalah pemain handal yang selalu mencoba merekayasa sistem politik agar orang yang menjadi presiden sepihak dan sejalan dengan kepentingan mereka di Indonesia.

Sosdem adalah semacam alat baru yang digunakan untuk menambal kebocoran sebuah sistem yang mulai dianggap usang. Sistem tersebut bernama demokrasi. Percaya atau tidak demokrasi hanya alat menuju atau mempertahankan kekuasaan bagi yang memiliki kuncinya.

Demokrasi diterapkan barat( seingat saya Perkins menyebut mereka sebagai orang yang menamai diri mereka westernizer) guna mengambil alih kepemimpinan. Teutama di negara islam yang dipimpin sultan yang tidak bisa dikontrol barat. Lalu atas nama demokrasi, negara dikuasai sistemnya.

Jika ada negara yang tidak bisa mereka kuasai dengan memasukkan demokrasi kedalam sistemnya, maka negara westernizer ini akan memulai perang atas nama demokrasi. Awal mulanya mereka akan menuduh sebagai rezim diktator. Rezim penyengsara rakyat yang harus digulingkan.

Euum iya,  coba liat Iraq, Senjata pemusnah masal yang tidak pernah ditemukan, Saddam Husein yang tidak bisa mereka atur. Mungkin kita lihat Libia, Negeri makmur sebelum diporak-porandakan oleh karena pemimpinnya di cap rezim oleh negara yang dicontrol westernizer.Tentu kalian ingat Moamar Qadafi yang tidak mau diatur barat.

Tak hanya negeri muslim sebenarnya, coba lihat negeri sosialis seperti Korut atau Kuba. Negara para westernizer ini tidak pernah senang sama dua negara yang tidak bisa mereka atur ini. Hanya saja nasib baik keduanya tidak diratakan seperti negara timur-tengah.

Tentu teman-teman pernah dengar soal perkataan seperti ini "seandainya kami tahu mereka akan memenangkan pertarungan di sistem demokrasi, tentu kami tidak akan pernah menciptakannya". Perkataan itu seperti singa yang bangun tidur. Atau tukang ledeng yang sadar sistem pipanya mengalami kebocoran.

Kembali ke sosdem tadi, gerakan ini digunakan untuk menambal kebocoran sistem demokrasi. Berbeda dengan cara mengkontrol negara yang menolak demokrasi, dengan negara yang berpotensi gagal atau sama sekali gagal dikontrol dengan remot bernama demokrasi.

Bisa jadi, jika teman-teman jeli, kalian akan melihat mesir sebagai negara yang gagal dikontrol dengan demokrasi. Maka kita akan melihat negara itu sebagai contoh. Jika mau tahu contoh negara lain yang dimesirkan, silahkan baca buku-bukunya John Perkins.

Ada yang bilang, katanya Indonesia adalah negara yang berpotensi gagal untuk dikontrol. Adanya gerakan dari partai berbasis agama tertentu, dengan semangat sebuah kebangkitan dari Indonesia. Ini adalah blunder demokrasi yang telah mereka ciptakan. Lalu sosdem adalah gerakan yang mencoba memutar arah kapal. Haluan tetap menuju ke penguasaan atas Indonesia. Hanya saja melalui jalur berbeda. Kayak sudah saya ceritakan panjang lebar dari tadi.

Kabarnya para sosdem ini maennya bawah tanah, tapi hasilnya nampak di bagian atas. Faktor bawah tanah itu juga membuat mereka susah dibuktikan keberadaanya. Juga menyebabkan orang lain susah buat percaya. Kecuali ada kemauan tinggi, rasa ingin tahu serta mau menggali. Namanya saja gerakan bawah tanah, meski kesebut-sebut juga nama Boediono, Srimulyani.

Kabarnya sosdem mau kalo Srimulyani yang jadi presiden Indonesia. Namun karena gak bisa usung, partai SRI yang lambang sapu gak bisa ikut kampanye. Oleh karena itu sosdem ini mengupayakan kemenangan kepada salah satu capres. Tentunya capres yang gak loyal sama NKRI, melainkan mau mengakomodir keinginan pembentuk mereka para westernizer tadi.

Jika ditanya apa sih kepentingan para manusia yang disebut westernizer tadi. Kalo kata Perkins sih tentang penjarahan kekayaan alam yang sah secara konstitusi negara yang dijarah. Menggunakan perusahaan besar seperti Freeport untuk emas, juga exxon untuk minyak bumi. Kalo tidak percaya baca aja buku perkins. Setelah itu boleh mau percaya, atau menolak untuk percaya.

Kalo kita baca buku huntington, kita akan berpikiran lain. Semua akan terasa seperti hal yang ideologis. Pertarungannya itu menyoal ideologi mana yang dominan. Untuk itu akan ada benturan dimana ada yang ingin menjadi siapa yang memegang kendali. Huntington menjelaskan prediksinya soal kedepan pemikiran yang mencoba saling mendominasi adalah antara kapitalisme melawan ideologi yang berbasis agama.

Nah, dari sini kita melihat bagaimana negara Kita Indonesia menjadi rebutan banyak pihak. Ada pertarungan besar dalam upaya memegang kendali atas ideologi maupun kekayaan alam negara kita. Kita harus jeli dengan upaya pengkotakan yang dibuat di negeri kita. Juga cara mereka menebar kebencian terhadap partai politik di Indonesia. Terutama partai berbasis Islam. Partai Islam kerap dibuly agar jadi partai yang dibenci oleh penduduk Indonesia mayoritas yang notabene islam. Karena dalam pandangan para westernizer ini partai Islam memiliki peluang besar menggagalkan campuran asing dinegara indonesia tercinta ini. 

Sory guys, kalo tulisan ini dah ngalor-ngidul kemana-mana. See you.

Thursday, 31 July 2014

Mercon dan Hari Raya

Mercon adalah alat ledak dengan daya yang sangat kecil. Mercon dapat dikatakan sebagai bahan peledak dalam kadar yang tidak berbahaya. Mercon digunakan untuk memeriahkan acara. suara menggelegar dan memberi efek kejut ini disukai oleh sebagian orang. Banyak yang berkata mercon adalah lambang kemeriahan. Sebagian orang lainnya mengatakan tanpa mercon perayaan apapun nampak akan sunyi.           

Namun kemeriahan yang diharap, akhir-akhir ini malah berubah menjadi petaka. Contohnya di desa kampung halaman saya, telah terjadi kebakaran hebat.kebakaran tersebut membutuhkan kekuatan hingga enam mobil pemadam kebakaran untuk mengalahkan api. Beruntung air mudah didapat karena dilewati saluran irigasi. Penyebab kebakaran adalah mercon berjenis kembang api. Mercon ini ditembakkan ke arah atas dan menyebabkan kilatan api warna-warni disertai ledakan. Ternyata mercon tersebut menyebabkan kebakaran hebat. Berutung tidak ada korban jiwa atau harta benda dalam kejadian tersebut. Yang terbakar hanya lahan yang tidak dihuni penduduk. Tetap disayangkan karena lahan tersebut adalah hutan, atau wilayah hijau desa.

Berita kebakaran dikota Lhokseumawe yang menghanguskan hingga enam rumah. Kejadian tersebut adalah kejadian yang sangat disayangkan. Memang ini adalah sebuah musibah yang bermakna cobaan bagi korban. Sangat disayangkan adalah penyebab kebakaran lagi-lagi akibat mercon. Kesenangan atau hura-hura bagi sebagian kecil orang yang berakibat petaka atau musibah bagi orang lain.

Sebenarnya mercon itu sendiri bukanlah bagian dari adat, tradisi, apalagi syariat dalam memeriahkan hari raya. Mekanisme perayaan dua hari raya dalam islam adalah dengan meneriakkan takbir, tahlil, dan tahmid. Bersama kita mengagungkan kebesaran Allah. Kita semua akan larut dalam bahagia karena mengingat Allah, bukan kesenangan sesaat ketika mercon meledak.

Terlalu jelas sudah nampak, bagi ummat muslim belakangan posisi takbir hampir digantikan oleh mercon. Bahkan ada orang yang seperti tidak tahu aturan, ketika azan, dimejid dilaksanakan shalat berjamaah, di ikuti takbir hari raya setelah salat, orang tersebut malah menyalakan kembang api atau hingga suaranya menggelegar ke udara. Kejadian seperti ini tentu sangat miris, dalam merayakan lebaran, tidak salat lima waktu dan malah meledakkan mercon yang suaranya tentu akan mengganggu orang yang sedang lebaran.

Mercon sendiri sebenarnya identik dengan perayaan cina. Hari raya cina atau Imlek sering dimeriahkan dengan ledakan petasan. Pada perayaan tersebut memang cirikhasnya demikian. Orang jepang juga punya hari khusus dimana ada perayaan kembang api. Tentu kedua tradisi diatas berbeda dengan tradisi muslim. Hari raya muslim telah di jelaskan aturan mainnya. Ciri yang khas dari perayaan hari raya adalah takbir yang menggema memenuhi jagad raya. 

Asimilasi budaya bukanlah hal yang perlu ditakutkan memang, namun jika itu sifatnya mengikis suatu budaya yang khas dan sudah ada, sebaiknya tidak diteruskan. Ada perayaan yang memang memiliki ciri khas tersendiri dan tidak perlu dicampur dengan tradisi dari budaya lain. Hal ini akan mengikis keberagaman budaya sebenarnya, hingga tidak ada perayaan yang khas lagi ketika dua hari raya. bukankah akan lebih indah jika masing-masing perayaan punya tema dan cara sendiri. khususnya bagi ummat muslim hari raya di isi dengan takbir adalah ciri khas. Jangan sampai generasi anak-anak muslim berikutnya tidak lagi mengenal takbir, hanya mengenal mercon setiap malam hari raya. Apalagi mercon adalah mainan yang lebih banyak bahayanya, dari pada manfaatnya.

Wednesday, 30 July 2014

Pidato Pimpinan Brigade Al Qasam

Berikut adalah pidato dari pimpinan Brigade Al Qassam yang disadur dari media. Tidak sekedar bicara, pasukan ini membuktikan dengan tidak menyerang warga sipil.

Pidato Muhammad Al-Dhoif yang disiarkan oleh Televisi Al Aqsa.(Dok. MINA)

*Laporan Khusus Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza, Palestina

Untuk pertama kalinya pada perang yang mereka beri nama Asf Al Ma’kul, komandan tertinggi Brigade Izzuddin Al-Qassam, Muhammad Al-Dhaif merilis pidato yang disiarkan oleh Al-Aqsa TV pada Selasa, 29 Juli 2014 pukul 22.00 Waktu Gaza.

Kami sajikan pidato lengkap pemimpin tertinggi Brigade Al-Qassam yang tidak pernah menampakkan wajahnya di depan umum dan hanya beberapa orang yang tahu siapa dan seperti apa Muhammad Al-Dhaif ini.

Pidato yang dirilis oleh Al-Qassam tersebut berdurasi 5 menit 8 detik menegaskan lima poin penting, salah satu di antaranya bahwa Al-Qassam tidak akan pernah melakukan gencatan senjata tanpa diangkatnya blokade terhadap Gaza dan dihentikannya agresi militer Zionis Israel terhadap wilayah kantong pantai selatan Palestina itu.

Berikut pidato pimpinan tertinggi Brigade Al-Syahid Izzudin Al-Qassam, Muhammad Al-Dhaif Abu Khalid yang diterjemahkan oleh Muhammad Husein, Koresponden Kantor Berita Islam Miraj (Mi’raj Islamic News Agency-MINA):

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Doa dan keberkahan teruntuk komandan para mujahidin, Rasulullah Muhammad Shallaallaahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya serta semua yang mengikutinya dengan ihsan sampai hari pembalasan.

قَـٰتِلُوهُمۡ يُعَذِّبۡهُمُ ٱللَّهُ بِأَيۡدِيڪُمۡ وَيُخۡزِهِمۡ وَيَنصُرۡكُمۡ عَلَيۡهِمۡ وَيَشۡفِ صُدُورَ قَوۡمٍ۬ مُّؤۡمِنِينَ 

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan [perantaraan] tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah; 914)

Ya Allah dengan-Mu kami berjuang, dan berperang, tidak ada daya dan kekuatan melainkan dari-Mu.

Abraham abad ini telah menzalimi umat kita dan rakyat kita, di Al-Quds, Tepi Barat, dan Gaza dengan menggunakan alat-alat perang yang paling keji, telah memblokade, dan menyebarkan kelaparan, dan melakukan teror terhadap keamanan warga, membunuh anak anak, wanita, manula serta menghancurkan rumah-rumah beserta para penghuninya sebagai target sipil terbesar yang pernah dikenal dalam sejarah.

Menipu rakyat mereka bahwa mereka telah memasuk Gaza dan menghancurkan terowongan-terowongan serta tempat-tempat peluncurannya demi menunjukkan warga mereka kemenangan palsu. Kemudian menjebak para tentara pecundangnya yang didatangkan ke medan pertempuran seolah-olah menyeret mereka kepada kematian. sementara  mereka menunggu di sebuah jalan buntu bernama “operasi serangan darat” maka kami mengabarkan berita gembira yang menyakitkan, bahwa kami menegaskan beberapa hal berikut;

Pertama, bahwasanya keseimbangan pertempuran sudah berbeda, karena kalian hari ini sedang berperang melawan para pasukan rabbani yang sangat mencintai kematian di jalan Allah sebagai mana pasukan kalian sangat mencintai kehidupan. Para pasukan yang berlomba-lomba mencari syahadah sebagai mana kalian berlomba-lomba melarikan diri dari kematian dan pembunuhan. seluruh gerakan rakyat kami telah bersatu dalam melawan agresi militer kalian.

Kedua, apa-apa yang gagal di capai oleh pesawat-pesawat tempur, tank-tank, dan kapal-kapal laut perang kalian tidak mungkin bisa dicapai oleh  pasukan pecundang di bumi Gaza, yang dengan izin Allah pasukan pecundang ini telah menjadi buruan bagi para sniper dan pasukan sergap mujahidin. Dan sesungguhnya kelanjutan berbagai operasi penyusupan ke belakang garis perbatasan dengan operasi terbaru yang dilakukan di timur Syuja’iyah kemarin, meski pun daerah tersebut telah menjadi wilayah pembantaian dan penghancuran beserta para penghuninya, dan meskipun berbagai lapis sistem pengintai yang tak terhitung jumlahnya namun keberhasilan operasi ini adalah bukti terbaik. Dan agar musuh mengetahui bahwa perkara ini semakin sulit dan lebih besar dari apa yang mereka gambarkan dan bahwasanya mereka (musuh) benar-benar telah mengirimkan para tentaranya ke dalam medan pembantaian dengan izin Allah.

Ketiga, kami lebih memilih untuk melakukan serangan dan membunuh para tentara dan pasukan elit musuh dibanding membunuh warga sipil di Desa Gilaf pada saat di mana musuh melakukan tindakan kejinya dalam menghisap darah warga sipil dengan melakukan berbagai pembantaian, genosida, dan meluluhlantahkan rumah beserta para penghuninya setiap kali tentara mereka (Zionis) dan para pejuang mereka terbunuh.

Empat, pada babak kali ini, para Zionis penjarah tidak akan menikmati rasa aman selama warga kami belum merasa aman sampai hidup dengan kebebasan dan kehormatan. Dan tidak akan ada gencatan senjata sampai agresi ini dihentikan serta blokade diangkat. Kami tidak akan pernah menerima solusi tengah yang mengorbankan kemuliaan dan kebebasan rakyat kami.

Kelima, kami tekankan baik-baik kesiapan dan kesanggupan kami sampai detik ini. Kami bekerja sesuai skenario yang direncanakan sebelumnya dan bukan merupakan tindakan nekat sebagaimana yang dilakukan oleh para petinggi musuh. Kami telah mengerahkan segala kemampuan yang bisa kami capai, dan kami sangat yakin akan pertolongan Allah untuk kami. “(Allah) menolong siapa pun yang dia inginkan dan Dia adalah maha perkasa lagi maha penyayang.”

Semoga Alah merahmati para syuhada kita, mengobati saudara-saudara kita yang terluka dan segera mengeluarkan para tahanan dari kesulitan mereka dan janji kita bersama kemenangan yang Allah telah janjikan.

إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فِى ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَيَوۡمَ يَقُومُ ٱلۡأَشۡهَـٰدُ

“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi [ hari kiamat].” (Al-Mu’min; 40:51)

Saudara kalian, Komandan Tertinggi Brigade Al-Syahid Izzuddin Al-Qassam

Muhammad Al-Dhaif – Abu Khalid

2 syawal 1435 H/29 juli 2014 M.

(L/K01/K02/P02)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Tuesday, 29 July 2014

Sudut Kemanusiaan : Beda Tentara Israel Dengan Tentara Hamas

Kali ini penulis mencoba mengajak melihat sisi kemanusiaan para tentara pada perang gaza. Kita akan mengupas dua tentara yang sedang berperang. Ada dua bala tentara setidaknya yang terlipat prang di tanah Palestina. Tentara Israel dan tentara HAMAS. keduanya sering terlibat pertempuran. pertempuran yang berakhir dengan penangkapan dan juga kematian. Dari tulisan ini, penulis berharap kita berdiri pada pihak yang benar. Kalau mengambil istilah yang populer di pilpres Indonesia pada tahun 2014 ada kata " I Stand On The Right Side".

Pertama mari kita kupas, siapakah tentara Israel. Kemudian kita kupas juga siapa tentara HAMAS. Yang jelas kedua belah pihak adalah ujung tobak dari masing-masing pihak yang bertikai, sama-sama punya alat tempur. Keduanya sama-sama dibekali dengan pelatihan mengalahkan lawan. Sekarang mari kita lihat jauh lebih dalam, siapa mereka.

Tentara Israel adalah tentara resmi milik Israel, sedangkan tentara HAMAS sebenarnya bernama Ezeddin Al Qassam atau Izuddin Al Qasam. Izuddin Al Qassam adalah sayap militer dibawah partai politik bernama HAMAS. Hubungan antara Izuddin Al Qassan dengan HAMAS ini membuat mereka disebut Tentara HAMAS.

Perbedaan antara militer Israel dengan HAMAS tentu saja sangat kontras. Dari segi persenjataan tidak perlu dijelaskan lagi. Peralatan tempur Israel terlalu canggih dibandingkan dengan HAMAS. Israel memiliki Jet Tempur, Helikopter, Drone, Senjata Modern, Artileri, Tank, Rudal, Sistem Pertahanan Berbasis Rudal, dan Senjata Nuklir tentunya. Dengan alasan melindungi diri, Israel memiliki 500 senjata nuklir. 

Lalu bagaimana dengan HAMAS. Mereka memiliki kebalikannya. HAMAS hanya memiliki Roket dan Senjata otomatis seperti kalashnikov atau RPG. Kendaraan temput pasukan hamas adalah mobil pick up yang dimodifikasi. Namun aada kemajuan juga dari teknologi HAMAS dimana mereka sudah memiliki Drone. Mereka juga sudah bisa membuat roket mereka lebih canggih satu langkah dengan bisa menembut Iron Dome Israel.

Namun demikian bukan hal tersebut yang ingin penulis gambarkan. Mari kita lihat kedua tentara dalam metode temputnya, pihak mana yang lebih humanis. Pertama mari kita letakkan dasar utama, jika kita bersepakat peperangan bukan suatu yang humanis. Demikian juga dengan penjajahan diatas muka bumi juga bukan sesuatu yang humanis. Akan tetapi dalam kondisi perang sekalipun rasa kemanusiaan masih memiliki tempat.

Dalam semua berita yang bisa kita baca atau dapat informasi, coba kita bandingkan. Korban dari tentara Israel kebanyakan adalah wanita dan anak-anak. Bahkan dalam tiap kali penyerbuan, ratusan hingga ribuan wanita dan anak-anak palestina yang menjadi korban. Kita dapat melihat sasaran Tentara Israel bias. Sangat sedikit tentara Israel yang sukses mematikan tentara. laporan yang kita baca baik dimedia sosial maupun televisi yang menyiarkan berita live atau rekaman kondisi gaza, anak-anak dan wanita selalu menjadi korban.

Korban wanita dan anak-anak dipalestina juga seperti bukan sebuah akibat perang. Mereka seperti dibantai tanpa perlawanan. Jet-jet tempur, dan rudal dari tentara Israel sangat terlihat seperti asal tembak, mereka seperti tidak tahu posisi musuh hingga yang tertembak adalah wanita dan anak-anak. Jika memang tentara Israel tahu sasaran, berarti memang mereka menargetkan wanita-dan anak-anak. 

Kita dapat mengakses sendiri berita soal Israel menjadikan wanita dan anak-anak sebagai sasaran. mungkin anda akan mudah membuka Google lalu tanyakan " Israel targetkan anak-anak dan wanita hamil" lalu kita akan dapat baca beritanya. Demikian juga tanggapan dewan Israel yang mengatakan wanita Palestina harus diperkosa.

Sekarang mari kita lihat korban dari pihak HAMAS. Dalam setia serangan yang dibuat tentara hamas lebih cenderung membuat tentara Israel yang menjadi korban. Hampir tidak ada penyerbuan terhadap masyarakat sipil. Peperangan sendiri terjadi di Wilayah Gaza. Lalu dalam berita penyusupan yang dilakukan tentara HAMAS, maka target mereka jelas, instalasi militer, dan tentara. Pasukan HAMAS tidak menargetkan penduduk seperti yang dilakukan oleh Israel.

Kita juga bisa mengakses sendiri siapa korban yang lebih banyak timbul akibat perlawanan tentara HAMAS. Tentara lebih banyak korban, karena hamas memang tidak menargetkan menyerang penduduk. Dari sudut pandang ini, jelas Pasukan HAMAS masih meletakkan  nilai kemanusiaan dibandingkan tentara Israel. HAMAS tidak menjadikan wanita dan anak-anak sebagai sasaran dari roket mereka. Sedangkan Israel malah sengaja menembakkan rudal-rudal mereka dengan sasaran wanita dan anak-anak.

Dari sudut pandang ini, pasukan HAMAS masih lebih memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi dibandingkan tentara Israel. HAMAS menjadi teroris hanya karena negara-negara besar yang mendukung israel memberi mereka label dengan cap teroris. Lalu atas kesepakan dunia internasional karena terdiri dari beberapa negara pendukung zionis jadilah mereka teroris internasional. Sedangkan Israel jelas menebarkan teror di seantero Timur Tengah.

Disini penulis tidak dalam kondisi memihak kepada HAMAS atau benci dengan Israel, namun tindakan tentara Israel yang menjadikan Wanita dan Anak-anak sebagai sasaran adalah hal yang tidak dapat diterima. 

Jika soal memihak, maka penulis akan lebih memihak membela perjuangan rakyat Palestina. Jadi meminjam istilah dalam pilpres diatas, I Stand On The Right Side, With Palestinian People.

Thursday, 24 July 2014

Bumi, Ibarat Nenek Tua yang Terus Bersolek

Pemandangan salah satu sudut dunia dimalam hari.
Bumi Makin hari makin indah. Disiang hari kita bisa melihat keindahan nyata. Laut, gunung, gedung-gedung tinggi. Semakin alam, lampu semakin gemerlapan. Cobalah sekali naik ketempat tinggi. Lihatlah ke bawah, lampu-lampu gemerlapan. Sama gemerlapnya seperti kita melihat bintang dari bawah.
 
Bumi semakin indah, dunia ini semakin megah. Di umurnya yang telah renta, dunia ini terus mempercantik diri. Ibarat nenek tua yang terus bersolek. Memperindah diri hingga kata yang ada tak cukup untuk menggambarkan cantik atau indahnya. Menipu banyak mata. Karena sebenarnya semakin hari bertambah, semakin ia kelihatan cantik, semakin ia dekat dengan ajal. Semakin dekat dengan yang namanya kiamat dunia.

Kita semua meyakini, jika kiamat akan datang. Kiamat adalah pasti. Dalam keyakinan muslim, percaya kepada hari kiamat adalah salah satu rukun iman. Kepercayaan iman adalah absolute. Tidak memerlukan logika lagi. Penyebabnya karena ia berasal dari Tuhan. Hari kiamat adalah sebuah keniscayaan. Ketentuan yang telah Allah takdirkan.

Apa itu kiamat ? kiamat adalah hari dimana bumi ini dihancurkan. waktu dimana dunia dalam huru-hara besar. Saat manusia di cekam oleh rasa takut yang membuat lupa. Dimana seorang ibu tidak ingat anak yang ada dalam rahimnya terjatuh dan gugur.

Hari kiamat adalah sangkakala ditiup. Maka pada  hari tersebut dimana lautan melemparkan airnya kedarat. Daratan terbelah mengeluarkan segala isi yang terkatup rapat didalamnya. Gunung-gunung meletus, dalam gempa besar hingga gunung terlempar seperti bulu-bulu yang bertebangan karena ditiup angin. Porak-poranda.

Kiamat adalah gerbang kematian alam semesta. Kematian alam dunia. Kematian bagi bumi dan semua planet. Gerbang bagi manusia menuju alam akhirat. Gerbang manusia menuju padang mahsyar. Padang yang amat panas. Hanya orang yang diliputi Rahmat Allah sajalah yang tidak kepanasan. Hari dimana semua amal dihitung dalam seadil-adilnya timbangan.

Pada hari pertimbangan itu, jika timbangan amal kebaikan lebih berat, maka syurga Allah telah dijanjikan. Namun sebaliknya jika keburukan yang lebih banyak, maka azab Allah bagi orang yang ingkar amatlah pedih.

Untuk itu tidak ada alasan bagi kita berleha-leha di penghujung umur bumi. Nenek tua ringkih yang terus bersolek, hingga ajalnya tiba. Maka merugilah barang siapa yang lalai. Terpesona dengan kecantikan semu nenek tua bernama dunia fana.

Monday, 21 July 2014

HAMAS Teroris Bagi Israel

Penulis hendak memulai tulisan ini dengan sebuah pertanyaan "apakah anda menyetujui HAMAS dikatakan teroris ?". Lalu bagaimana anda memandang Israel. Tentu kita harus mencoba objektif melihat keduanya.

Ada sebuah teori yang mengatakan seperti ini " Teroris bagi sebuah pihak, bisa jadi ia gerakan perlawanan bagi pihak lainnya. Lalu mari kita melihat posisi dari masing-masing pihak tersebut. Setelah itu baru kita bisa mengambil sikap, mana pihak yang kita patut katakan sebagai teroris.

Pertama mari kita lihat siapa Itu Israel. Israel adalah negara yang muncul pada tahun 1924. Awal mulanya hanya pemukiman yang ditempatkan untuk orang yahudi. Pemukiman itu dibangun di atas tanah Negara Palestina.

Wilayah tersebut ditempati oleh yahudi dari seluruh dunia. Alasannya adalah mereka butuh tempat yang independen, karena di banyak negara keberadaan mereka di tolak. Akhirnya disepakati tanah Palestina secara internasional atas tawaran Inggris.

Menurut teori konspirasi yang beredar, Yahudi sebenarnya melalui gerakan Zionisme Internasional. Kabarnya mereka juga melobih para khalifah di kekaisaran Turky Ustmani. Namun lobi ini hampir tidak pernah berhasil. Ini menunda pemukiman yahudi dalam waktu yang lama. Baru setelah kekhalifahan runtuh pemukiman yahudi bisa di wujudkan.

Pemukiman inilah yang menjadi cikal-bakal dari negara Israel. Negara ini berasal dari perluasan terhadap pemukiman yahudi. Perluasan ini dilakukan dengan paksa. Terjadi pengusiran dan penghilangan hak untuk tinggal terhadap warga asli Palestina. Hal ini menjadikan banyak warga Palestina menjadi pengungsi. Pengungsi yang tersebar di lebanon, syiria dan belahan dunia lainnya.

Jauh sebelum itu negara yahudi tidak pernah ada. Israel tidak pernah ada. Israel bukan negara yang merdeka dari penjajahan. Israel bukan negara yang berasal dari entitas lokal yang memang eksis lalu mendirikan negara. Israel adalah negara yang terbentuk dari invansi yang dilakukan oleh orang yahudi.

Memang harus di akui jika ada orang yahudi yang tidak senang dengan pembantaian Israel di palestina. Namun jika ada siapapun yang tinggal dan menetap sebagai Israel, maka ia menetap sebagai bagian dari bangsa pelaku invansi. Mencaplok rumah dan tanah Palestina untuk membangun rumah dan mengklaim sebagai tanah Israel. Itulah Israel.

HAMAS

HAMAS siapakah mereka. Mereka adalah teroris. Tentu saja ini versi israel. Demikian juga dengan negara-negara yang dibawah kontrol Israel. Dengan kata lain ada banyak negara yang kelihatan mendukung Israel, lalu coba sama-sama memberi cap teroris terhadap HAMAS.

HAMAS memang memberikan teror terhadap Israel. Hal ini karena HAMAS memiliki sayap militer bernama Izuddin Al Qassam. Sayap militer ini rutin mengirim paket roket ke Israel. Selain melakukan penyerangan roket ke Israel, mereka juga menembaki tentara Israel.

Alasan pasukan Al Qasam menembakkan roket adalah karena israel terus menjarah tanah milik  Palestina untuk di jadikan pemukiman Israel. Mereka juga menembak tentara Israel yang cukup gencar menangkap dan menembak warga Palestina. Bahkan yang mereka tembaki wanita dan anak-anak yang dalam aturan perang harus di lindungi pertamakali.

HAMAS sebenarnya adalah partai politik. Termasuk partai pemenang pemilu yang menjadikan Ismail Haniyah sebagai Perdana Menteri Palestina. HAMAS menang dalam pemilu legislatif.

Bagi Rakyat Palestina, HAMAS adalah simbol perlawanan. Orang yang membela tiap hasta tanah Palestina yang direbut oleh Israel. Izuddin Al Qassam adalah kebanggaan. Sebagai bukti bahwa orang Palestina tidak mau di jajah.

Jika tiap manusia memiliki Hak, dan di akui dalam sebuah konvensi internasional tentang Hak Asasi Manusia (Human Right). Maka tentu timbul pertanyaan tentang apa hak Israel terhadap apa yang seharusnya adalah hak orang Palestina.

Berlandaskan hak-hak warga Palestina, maka HAMAS adalah pembela atas hak asai manusia. Hak untuk hidup merdeka. Maka dari sudut ini saya harus mengatakan HAMAS adalah pahlawan. Partai politik merangkap gerakan perlawanan, merangkap gerakan pembebasan.

Dari analisa diatas, maka saya setuju Israel adalah institusi  penebar teror di Palestina.

Sunday, 20 July 2014

Arus Opini Pasca Pilpres

Pertama-tama mari kita berdoa dulu, agar presiden yang terpilih nanti adalah yang terbaik. Sosok yang mencintai negaranya. Pribadi yang kuat dan tidak lemah dihadapan siapapun. Kita berharap agar Indonesia segera mendapatkan pemimpin. Presiden yang bukan hanya sekedar menjabat, namun akan mengeluarkan Indonesia dari cobaan berat krisis kepemimpinan.

Menjelang pengumuman oleh KPU, berbagai macam arus opini berkembang. Sebagian berkembang dengan sendirinya ditengah masyarakat, sedangkan sebagian lainnya dikembangkan. Tentu saja ada berbagai motif dibalik isu yang berkembang. Isu politik akan selalu membuat benar pihak yang mengeluarkan isu. Setidaknya membuat pihak tersebut seolah benar. Benar dan salah juga tergantung dari kepentingan dari isu tersebut dihembuskan. Setiap isu yang dihembuskan pasti memiliki tujuan. Setidaknya ada tergetan efek yang ingin dicapai dari penggembosan isu.

Kita bisa melihat pihak yang panik karena tersebar isu calonnya sudah kalah. ada juga yang menyebarkan isu calonnya menang telak. Ada juga pihak yang memberikan analisa terhadap kondisi dari masing-masing pihak untuk  menebak siapa yang telah menang dalam pilpres. Pasca pilpres banyak pihak yang ingin memperlihatkan dirinya telah menang atau dirinya bisa memprediksikan siapa yang akan menang.

Ada yang berdasarkan survey yang mereka miliki, mencoba mengklaim salah satu pihak menang. Pihaknya telah menang. Survey yang mereka miliki adalah paling akurat. Tingkat eror metode mereka adalah 2%. Metode yang mereka gunakan adalah ilmiah, hingga sudah konfirmasi bahwa capres mana yang menang. Sampai ada yang berani menantang KPU jika hasilnya berbeda.

Ada juga yang mengandalkan data C1. Ada pihak yang telah menyatakan dirinya menang karena telah memiliki data dari C1 dari semua TPS. Data yang mereka peroleh adalah hasi real count, sehingga mereka telah tahu siapa yang terpilih menjadi presiden. Dengan real count, maka hasil quick count tidak ada artinya.

Ada juga yang memberikan analisa dengan melihat kondisi para capres dan timses. ada yang menggemboskan isu salah satu capres timnya sudah menghilang, sehingga capres satu lagi telah menang. Ada juga yang mencoba menjelaskan salah satu pihak panik dengan menggemboskan isu adanya demonstrasi untuk menunjukkan mereka kalah.

Ada juga yang mencoba menjelaskan bagaimana paniknya salah satu capres karena sudah tahu dirinya kalah. lalu dikaitkan dengan isu permintaan pengunduran jadwal pengumuman KPU dan Permintaan pemilu agar diulang. berbagai orang coba mengangkat suatu asumsi dari apa yang terjadi. Asumsinya mengarah kepada siapa kandidat pemenang, saya menang, atau saya  dicurangi.

Realitasnya, kita semua menunggu keputasan KPU tentang siapa yang akan menang. Mungkin sebagian orang akan beranggapan dengan siapa yang akan dimenangkan. Banyak orang yang tidak ingin menafikan segala hal bisa terjadi, keajaiban bisa terjadi, termasuk kecurangan sangat bisa terjadi.

Setidaknya beginilah pandangan saya tentang apa yang terjadi sebelum perhitungan suara oleh KPU. Tentang siapa yang menjadikan isu seperti arus diatas, silahkan cari tahu sendiri. saya menghindari menyebut para tokoh agar tidak diserang oleh para pendukungnya. Meski saya juga pendukung salah satu capres,

Friday, 4 July 2014

Keahlian Sang Wayang

Tulisan ini lahir akibat pengamatan. Semoga menjadi nasehat bagi kita semua. Karena sangat penting untuk terus mengevaluasi diri. Meningkatkan kapasitas guna meraih apa yang disebut dengan keberhasilan yang hakiki.

Wayang sejatinya mati. Digerakkan oleh dalang. Wayang tidak bisa apa-apa. Wayang hanya bergerak sebagaimana digerakkan sang dalang. Wayang tidak pernah punya inisiatif untuk melakukan sesuatu apapun.

Wayang tidak pernah berfikir. Tidak pernah ptotes. Tidak pernah wayang memiliki pemikiran baru. Gerakan wayang lebih menyedihkan dari pada seekor kerbau yang dicucuk hidungnya, lalu dihalau dengan cemeti.

Dalam dunia perdalangan dikenal adanya pakem. Alur yang harus dipatuhi oleh setiap dalang. Jalan cerita atau skenario yang menjadi karakter juga nantinya bagi tiap wayang. Pakem ini tidak boleh dilanggar oleh tiap dalang. Karena akan merubah alur cerita hingga karakter tokoh.

Yang namanya wayang sejatinya seperti tokoh tanpa karakter. Akan sangat mudah bagi dalang mengatur karakter wayangnya. Hal tersebut karena wayang tidak pernah berfikir yang mana benar atau mana salah.

Wayang tidak protes ketika dalang melanggar pakem. Demikian juga ketika sang dalang menabalkan karakter lain kepada sang wayang. Bahkan wayang tidak pernah tahu atau mau tahu tentang apa yang terjadi dengan dirinya. Ia terus bergerak sebagaimana kehendak dalang. Wayang tidak peduli sama sekali apa maksud, atau apa yang hendak dalang lakukan. Tak berfikir kearah konsekuensi atau akibat dari sebuah tindakan.

Wayang tidak akan bisa menjawab pertanyaan kenapa. Wayang tidak pernah berfikir bagaimana nantinya. Wayang hanya akan menjadi wayang. Sebentuk karakter semu yang hanya tahu patuh, namun tidak memiliki pemahaman.

Sebagai manusia, memiliki karakter seperti wayang tidak bagus. Sifat kritis sebagai manusia terbunuh. Padahal manusia harus berpikir kritis. Manusia telah di anugerahkan akal untuk berfikir.

Manusia diberikan kemampuan untuk menimbang baik atau buruk. manusia diberi kemampuan untuk terus belajar. Dari masa lalu manusia bisa menentukan langkah baik untuk kedepan. Kecuali orang yang tidak mau berfikir. Dan wayang, bukankah wayang tidak pernah berfikir.

Seekor sapi yang di cucuk hidungnya, diarahkan dengan cemeti sekalipun akan melenguh. Ketika di cambuk dia akan menggeliat. Meski tidak kuasa untuk melawan dan hanya bisa patuh, kerbau bisa protes ketika mendapat perlakuan tidak adil. Memberontak jika diperlakukan secara salah. Tak jarang penjinak kerbau harus berakhir di tanduk kerbau. Kerbau yang dicucuk hidung sekalipun menunggu kesempatan untuk lepas, lalu melawan jika diperlakukan secara salah.

Bahkan kerbau yang tercucuk hudungnya, memiliki karakter berbeda dengan wayang yang hanya tahu kata patuh. Kerbau tidak memiliki kesempatan melawan, meski itu kesalahannya. Namun bukan berarti ia tidak memiliki kekuatan. Kerbau akan melawan pada satu waktu dan kesempatan. Sedangkan wayang, tanpa hidung yang tercucuk, lebih bebas,  tidak berfikir untuk melawan hal yang buruk, tidak berfikir untuk membenarkan yang salah.

Untuk itu jangan seperti wayang. jadilah manusia yang memahami dimana ia berada. Yang sehat akalnya, serta menggunakan akal sehatnya. Bisa memisahkan yang baik dengan yang buruk. Dapat membedakan hal yang benar atau salah. Bukan menjadi orang yang hanya patuh tanpa berfikir.

Saturday, 21 June 2014

Tentang Syukur dan Mencinta

Siapa sangka setelah kaki kanan terkilir akibat main futsal, pagi ini tetap terasa indah. Masih bisa bangun dengan tubuh sehat, kecuali kaki kanan yang kesakitan. Tepatnya empat anak jari yang semalam gagal ku menjaganya. Lalu ibu jari, nampaknya ia masih terlalu bagus dalam hal menjaga diri.

Sarapan nasi gurih yang enak, sambil menikmati hamparan sawah membentang. Gunung menjulang, seakan menjadi pagar besar nan angkuh. Memagari aneka makhluk yang hidup disekitarnya.

Udara segar pedesaan, dalam balutan harum semerbaknya dua bunga kebangaan aceh. Jeumpa( cempaka)  dan Seulanga(  kenanga). Dua bunga indah nan harum, namun memiliki pohon yang kuat, tinggi, akar tunggangnya benar mencengkram kuat, ia benar pohon yang kokoh. Bunga yang melamvangkan wanita aceh yang kuat, serta tegar.

Aku seakan tak henti bersyukur. Dilahirkan di tanah sesempurna aceh. Aku bahagia dilahirkan di tanah yang telah menuliskan sejarahnya. Tanah yang bisa jadi pijakan yang kuat bagi siapa saja yang hidup diatasnya.

Alhamdulillah

Saturday, 10 May 2014

Dapatkah Kamu Pelangi Dikala Hujan

Hidup ini terkadang berat. Ragam cobaan datang menerpa. Hidup bagaikan awan mendung yang mengguyur hujan lebat. Sedangkan raga tiada tempat untuk berteduh. Tiada payung sekalipun dari pelepah pisang. Tiada atap sekalipun gubuk reot.

Kadang kita tidak sadar, hanya ketika hujan lebatlah pelangi terlihat. Indahnya bukan kepalang tayang. Melengkung sempurna menghias kelabunya langit. Kadang kita hanya bisa takjub, saat melihat warna-warni dilangit kelam.

Rasa-rasanya tidaklah mengapa berbasah kuyup, jika indahnya pelangi melenakan mata. Dingin yang membuat tubuh bergetar, menghangat kala pelangi menyapa. tempat berteduh hanya menjadi penghalang pandang terhadap indahnya pelangi.

Terlihatkah pelangi

Apakah setiap hujan pelangi akan muncul? Tentu saja jawabannya ia, setiap hujan pelangi akan muncul. Kecuali jika hujannya dimalam hari. Saat gelap gulita,  yang jangankan matahari, rembulanpun tidak memancarkan cahayanya yang redup.

Pelangi akan selalu menghiasi langit dikala hujan, hanya saja pertanyaan yang tepat  adalah apakah kita dapat melihat indahnya pelangi? jawabannya tergantung pada posisi kita. Bukan masalah beruntung atau tidak untuk melihat pelangi, melainkan posisi kita dari arah datangnya cahaya.

Jika berada pada posisi yang salah tentu saja pelangi tidak terlihat. Namun begitu bukan berarti pelangi tidak ada, ia tetap ada. Catatan yang perlu diingat adalah berada pada posisi yang tepat. Posisi yang memungkinkan mata melihat bias cahaya yang membentuk pelangi.

Jika kita berada pada posisi yang salah, maka tidak mungkin bagi mata melihat pelangi. Namun perlu diingat juga tidak mungkin bukan berarti mustahil. Kita hanya butuh usaha lebih untuk berada di posisi yang tepat. Kita hanya perlu menyesuaikan posisi dengan arah datangnya cahaya.

Kadang payung hanya menghalangi pandang, tempat berteduh hanya membuat kita tidak sadar. Diluar sana, ada pelangi yang cukup indah. Hingga kita lena berteduh dan melewatkan indahnya pelangi.

Demikianlah hidup. Semua sudah dalam skenario besar. Awal yang pahit, adalah ajang latihan untuk manis yang akan dipetik. Kita tidak akan pernah tahu terang, jika tidak ada gelap sebagai pembanding. Kita tidak akan tahu senang jika tak merasa bagaimana yang dinamakan susah. Tak akan tahu keindahan jika tidak ada pembanding dengan yang tidak indah.

Pertanyaannya lagi, sudahkah kita pada posisi yang tepat. Ibarat melihat pelangi, adakah kita belajar dari cobaan yang menimpa. Hingga pelangi yang muncul dapat kita rasa indahnya. Atau kita hanya jadi orang yang berlindung dibalik payung, hingga tidak sadar pelangi telah memberi senyum terindahnya.

Sekali lagi, kita perlu berada pada posisi yang tepat. Telah terbekal dengan segala yang perlu, untuk menyambut indahnya hidup. Kita perlu belajar dari pengalaman pahit, agar lain tidak lupa diri ketika manis terengguk.

Jika pahit mengajarkan kita bersyukur akan rasa manis, maka gagal akan mwngajarkan kita untuk memperbaiki diri. Dengan begitu keindahan akan kita rengkuh. Sebuah keberhasilan yang penuh makna.

Yang patut disayangkan adalah yang tidak mau belajar. Hingga tidak pernah tahu cara melihat pelangi. Hanya berfikir jika itu hanya keberuntungan semata. Padahal nyatanya tidaklah demikian, pelangi selalu ada kala hujan. Dan pada akhirnya merugi karena ketidaktahuan.

Wednesday, 12 March 2014

Prasangka

Malam ini begitu spesial. Ini adalah malam di mana saya di ajarkan soal prasangka. Sungguh halus cara saya mendapatkan pelajaran tersebut. Ibrah yang dapat saya ambil adalah jangan suka mengecap orang lain hanya dari bagaimana kamu bertemu dia pertama kali. Perlu untuk selami dulu orang lain, baru nge judge orang lain.

Cerita malam ini, berhubungan erat dengan perjalanan saya pada malam lainnya. Saat itu saya dalam perjalanan menuju Blang Pidie, Aceh Barat daya. Saya menghubungi seorang yang menyediakan angkutan. Dia langganan seorang teman. Dia menyanggupi dan menyediakan ankutan guna saya berangkat. Karena mobil miliknya sudah penuh, dia mengirim seorang lainnya dengan angkutan serupa.

Mungkin saya perlu menjelaskan jika angkutan umum di aceh seperti bersaing memberikan kenyamanan bagi penumpang. Mungkin karena orang aceh suka memilih angkutan yang nyaman, tanpa mempermasalahkan harga yang sedikit lebih mahal. Walaupun tawar menawar tetap.

Kembali ke inti masalah, malam itu perjalanan cukup menyenangkan. Hanya ada tiga orang penumpang. Jadi kami berempat dengan sopir di dalam mobil. Sangat nyaman, karena normalnya tujuh orang plus dengan supir. Yaaa, mobil sekelas kijang innova, cukup nyaman untuk perjalanan jauh.

Ketika perjalanan hampir sampai, kami ganti mobil. Hal itu terpaksa dilakukan karena mobil lain dari angkutam yang sama kena musibah. Di mobil yang kena musibah ada lima penumpang, karyawan sebuah bank yang harus ke Banda Aceh. Hasil koordinasi antar supir, kami dinaikkan ke mobil lain. Mobil yang kami naiki tadi balik arah untuk menjemput yang kena musibah, sedang kami melanjutkan perjalanan ke Blang Pidie.

Setelah sampai tujuan, saya turun di daerah bernama susoh. Saya bertanya pada supir yang baru, apakah abg supir tadi menitipkan uang kembalian untuk saya. Sopir baru tadi berkata tidak, hanya barang saja yang dipindahkan dari mobil pertama tadi.

Saya yang pergi dengan uang pas-pasan merasakan betapa berharganya uang kembalian tersebut. Tega abang supir tadi tidak mengembalikan. Saya sempat berprasangka buruk, mengenai abang supir yang mengambil kesempatan dalam kesempatan yang lapang. Akhirnya saya bisa menahan diri, untuk ikhlas. Toh perjalanan kami layak dihargai demikian. Ini karena penumpang abang supir tadi tidak sampai target, namun dia tetap berangkat pada waktu harusnya ia berangkat. Tidak ada delay buat mencari penumpang tambahan.

Menakjubkan, malam ini saya berangkat ke Aceh Selatan. Saya menghubungi supir lainnya lagi. Namun ternyata yang menjemput supir yang saya anggap mencurangi uang kembalian. Saya sebenarnya sudah melupakan kejadian itu. Bahkan tidak ingat jika supir kali ini adalah abang curang, hehe.

Yang membuat saya salut sekaligus malu pada diri abang sopir ini duluan menyapa. "Hai bg jodoh kita bg. Ini abang yang kemaren ke Blang Pidie kan. Memang jodoh kita bg, siapa sangka saya lagi yang menjemput abang malam ini. Ketika ke Blang Pidie saya tidak sempat mengembalikan uang kembalian. Memang jodoh kita bang. Saya minta maaf"; sapa abang supir ramah.

Saya tertegun, dia menandai saya. Saya sudah salah sangka dengan abang sopir. Saya harus angkat salut dengan abang sopir. Bahkan prasangka saya terlalu buruk mengira dia mengambil kesempatan. Ternyata dia sangat baik hati dan jujur.

Allah sungguh maha bijaksana. Cara Allah sungguh berbeda, ketika Allah hendak memberikan pada kita selaku hambanya pelajaran. Malam ini saya mendapat pelajaran, apapun kondisinya cobalah dulu berbaik sangka, hingga hal yang buruk yang kita anggap ada dapat dibuktikan. Jangan larut dalam prasangka dan akhirnya asik disibukkan dengan mengecap orang lain tidak benar.

Monday, 24 February 2014

Team Work : Leader Seperti Magnet, Bukan Seperti Besi

Yah yang namanya hidup kita tidak sendiri. Manusia ditakdirkan Berpasangan. Manusia juga mengikuti naluri untuk hidup berkelompok. Saling melindungi satu sama lain. Seperti itulah manusia alaminya manusia dalam penciptaan. Hanya saja karakter orang saja yang membedakan. dalam hal karakter, ini juga merupakan sebuah keniscayaan. Istilah kata pepatah lain lubuk lain ikannya.

Contoh mudah kepala yang berbeda sangatlah gampang. Ia dapat dilihat dari jalur yang ditempuh. apakah itu jalur baik atau jalur yang buruk. Misalnya dalam berpasangan, apakah jalan yang sah dan bertanggung jawab, seperti menikah misalnya yang menjadikan pasangan halal baginya. Atau menempuh jalur yang menjadikan pasangannya itu adalah yang haram baginya, misalnya pacaran.

Dalam konteks berpasangan mungkin sederhana, seperti di atas. Dalam kontek manusia mengikuti naluri berkelompok, maka permasalahan akan menjadi lebih kompleks. Dalam Berpasangan hanya akan dua orang yang terlibat. Masalah hanya terpaku pada penjagaan perasaan masing-masing. Dalam berkelompok masalah menjadi lain. Ada banyak perasaan yang harus dijaga, demikian juga kepentingan. Akan ada banyak orang yang terlibat dan harus di akomodir.

Kompleksnya masalah dalam hidup berkelompok, mengharuskan manusia memiliki pengarah. Jika tidak hanya akan terbentuk suatu gerombolan saja. Dalam berkelompok manusia membutuhkan pemimpin, visi, misi, serta pembagian tugas. Kecenderungan akan ada pencetus yang memiliki visi dan misi (berkarakter pemimpin, ideolog). Akan ada juga orang yang akan menjadi follower, atau pengikut. Satu Karakter lagi adalah penggerak, yang juga dapat dikatakan berkarakter pemimpin.

Ketika memutuskan berkelompok orang akan melakukan dua hal tergantung karakter. Pertama akan mencari kelompok yang seide dengan pemikirannya. orang akan cenderung mengikuti apa yang dianggap benar, sesuai dengan dirinya. lalu orang tipe ini akan memutuskan ketika mencari kelompok akan masuk kemana. Orang dengan tipe ini adalah "follower yang visioner".

Kedua ada orang yang memiliki visi tertentu, membuat serangkaian misi untuk mewujudkan visi. dalam prosesnya ia merasa tidak sanggup berkerja sendiri. Orang dengan tipe ini akan cenderung membentuk kelompok. Ia akan mencari orang yang bisa menerima visinya, lalu di ajak untuk bersama-sama menyelesaikan misi. Sosok seperti ini adalah sosok yang bisa dikategorikan orang yang ideolog. Ini adalah orang dengan tipe pemikir.

Masalah dalam kelompok

Masalah yang lazim ditemukan dalam sebuah kelompok manusia adalah kerja. Kerja yang tidak beres sering menjadi awal dari perpecahan. Kerja yang tidak beres juga menjadi penghambat dari selesainya misi guna tercapainya visi. Gerak mesin yang lambat membuat lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mencapai sukses. Hal tersebut tak urung akan memunculkan sosok yang akan mulai pesimis untuk terus berada dalam suatu kelompok.

Dalam perkembanganya masalah seperti diatas sering menjadi akhir dari keutuhan sebuah kelompok. Hal tersebut bisa melanda sebuah kelompok apa saja. LSM, Perusahaan, atau lembaga apapun yang berwujud organisai dapat dilanda masalah ini. Hal tersebut terjadi dikarenakan semua bentuk lembaga atau organisasi tersebut adalah wadah dari manusia yang telah memutuskan berkelompok.

Permasalahan tersebut terjadi karena adanya satu karakter yang belum melekat. Akar masalah adalah karakter penggerak yang minim dalam kelompok. Demikian juga sulit digerakkan. Hal ini sering terjadi karena komitmen kerja yang kurang. Kecenderungan berharap agar dirinya mendapatkan porsi yang lebih ringan dari orang lain.

Jadilah seperti magnet jangan besi

Kenapa harus seperti magnet, jangan besi. Karena dari sifatnya magnet merupakan motor penggerak dan elemen perekat. Magnet bisa saling tarik menarik atau tolak menolak. Namun coba perhatikan besi, ia statis. Besi akan diam, tidak melakukan gerak apapun. Tidak ada besi yang sekonyong-sekonyong sudah menarik-narik atau tolak menolak. Besi membutuhkan elemen perekat lain untuk bersatu. Demikianlah sifat dasar benda tersebut.

Namun hal menarik terjadi ketika kedua benda tersebut di dekatkan. Sebuah magnet akan menarik besi, lalu akan menurunkan sifat magnetnya. Hal tersebut membuat besi menjadi seperti magnet. Besi yang telah ditempeli magnet akan menjadi magnet yang akan menari besi lainnya. Lalu besi lainnya yang telah terpengaruh besi yang melakat pada magnet juga akan menjadi magnet dan menarik besi lainnya hingga sampai pada titik terlemah dari pengaruh magnet. Sifat dasar magnet adalah sebagai elemen perekat.

Demikian juga kita dalam sebuah kelompok. Semua dituntuk seperti magnet. Semua harus bisa memposisikan diri sebagai motor penggerak yang dinamis. Menarik elemen lain yang cenderung diam untuk sama-sama bergerak. Memiliki kemampuan untuk merubah mindset berfikir. Dapat membuat orang lain untuk sama-sama bergerak mengsukseskan kepentingan bersama. Tujuan yang ingin dicapai, yang merupakan landasan bergabung dalam suatu kelompok.

Dalam kondisi demikianlah sebuah kelompok dapat dinyatakan telah memiliki team work yang bagus. Setiap orang memilika tekad untuk bergerak dan menggerakkan yang lain. Artinya dalam satu tim atau kelompok telah ada orang yang akan bergerak dan berkerja dengan sadar. Setiap orang akan berfikir untuk secepatnya menyelesaikan amanahnya agar dapat membantu yang lain, atau minimal tidak memberatkan yang lain dengan selesainya tugas masing-masing. Dengan cara demikianlah kelompok akan dapat bergerak maju. Kelompok akan menyelesaikan misi demi misi hingga visi terwujud secara utuh.

Oleh karena itu, mari menjadi magnet yang dinamis, terus bergerak, dan menari semua besi serta manjadikan besi bersifat magnet. Bukan seperti besi yang meski ditumpuk dalam satu tumpukan besar tetap tidak bisa merekat dan menjadi satu kekuatan, yang ada hanya tumpukan besi. Setumpuk besi ibarat segerombol orang. Magnet ketika ditumpuk akan saling merekat, semakin banyak maka ia semakin memiliki kekuatan yang besar. ia terus membentuk satu kesatuan. tentu akan beda kualitas sekelompok dengan segerombol, baik dari segi efektifitas, maupun kekuatan. Setumpuk magnet, ia seperti sekelompok orang. Jelas dimana Bedanya.


Monday, 20 January 2014

Ketika Memutuskan Untuk Lahir


Ketika memutuskan untuk hidup sesuai janji dan lahir ke dunia, maka sebuah keputusan besar telah dibuat. Ini adalah saat yang cukup penting bagi seseorang. Keputusan yang menunjukkan kesiapan atas segala konsekuensi.

Kenyataan jika setelah lahir sebuah proses akan berlangsung. Proses yang disebut dengan kehidupan. Tiap yang terlahir kedunia ini akan menjalaninya. Sebuah proses wajib yang bagaimana berlangsungnya terserah pada pelaku. Tiap orang telah diberikan hak untuk melaluinya dengan langkah masing-masing.

Proses ini tidak selamanya lurus. Demikian juga jalur berliku tak selalu pasti. Proses yang cukup dinamis. Proses yang juga bisa jadi monochrome namun tak selamanya. Warna-warni dapat menghiasi walau tak seharusnya akan selalu begitu. Bagaimanapun kondisi dalam proses tersebut, setiap yang dilahirkan telah menyatakan kesiapannya. Pernyataan yang tidak akan pernah bisa ditarik balik. Kekuatannya mengikat siapa saja yang telah terlahir ke dunia.

Kadang proses ini akan terlalu sulit. Halangan merintang, itu adalah tantangan. Ketika semuanya menjadi mudah, jangan sampai terlena karenanya. Karena sebagai konsekuensi atas kesiapan untuk lahir, maka setiap orang harus mempersiapkan diri untuk berbagai kondisi. Harus kuat saat di posisi yang buruk. Harus siap dengan konsekuensi terburuk di saat semua sesuai harapan. Karena tidak ada yang bisa memprediksi masa depan. Disebabkan hal ini pula pengalaman harus dijadikan pengajaran. Masa depan punya peluang untuk tersekenariokan.

Setiap orang harus siap dengan hidup yang telah dipilihnya untuk dijalani. Meski orang lain belum tentu siap menerima hal tersebut. Setiap orang harus siap dengan bagaimana penerimaan orang lain terhadapnya. Dan kondisi yang sangat sulit ketika berhadapan dengan penolakan orang atas kondisi diri. Perlu dicatat proses ini merupakan alur maju. Tidak akan pernah alur mundur. Kilasan masa lalu hanya akan jadi memori yang tersimpan. Masa lalu tidak akan terulang dalam bentuk nyata. Ia hanya kenangan untuk diingat, teringat, dilupakan, terlupakan.

Sangat penting untuk membuat sebuah rancangan kehidupan. Rekayasa atas proses agar sesuai dengan kesiapan diri. Apapun hasilnya, telah siap diterima sebagai konsekuensi telah terlahir kedunia. Ini menyoal kesiapan yang telah dipilih meski banyak yang telah lupa kapan pilihan itu dilakukan. Bukti setiap orang telah memilih untuk siap adalah keberadaannya dalam sebuah proses yang disebut kehidupan.