Monday, 20 January 2014

Ketika Memutuskan Untuk Lahir


Ketika memutuskan untuk hidup sesuai janji dan lahir ke dunia, maka sebuah keputusan besar telah dibuat. Ini adalah saat yang cukup penting bagi seseorang. Keputusan yang menunjukkan kesiapan atas segala konsekuensi.

Kenyataan jika setelah lahir sebuah proses akan berlangsung. Proses yang disebut dengan kehidupan. Tiap yang terlahir kedunia ini akan menjalaninya. Sebuah proses wajib yang bagaimana berlangsungnya terserah pada pelaku. Tiap orang telah diberikan hak untuk melaluinya dengan langkah masing-masing.

Proses ini tidak selamanya lurus. Demikian juga jalur berliku tak selalu pasti. Proses yang cukup dinamis. Proses yang juga bisa jadi monochrome namun tak selamanya. Warna-warni dapat menghiasi walau tak seharusnya akan selalu begitu. Bagaimanapun kondisi dalam proses tersebut, setiap yang dilahirkan telah menyatakan kesiapannya. Pernyataan yang tidak akan pernah bisa ditarik balik. Kekuatannya mengikat siapa saja yang telah terlahir ke dunia.

Kadang proses ini akan terlalu sulit. Halangan merintang, itu adalah tantangan. Ketika semuanya menjadi mudah, jangan sampai terlena karenanya. Karena sebagai konsekuensi atas kesiapan untuk lahir, maka setiap orang harus mempersiapkan diri untuk berbagai kondisi. Harus kuat saat di posisi yang buruk. Harus siap dengan konsekuensi terburuk di saat semua sesuai harapan. Karena tidak ada yang bisa memprediksi masa depan. Disebabkan hal ini pula pengalaman harus dijadikan pengajaran. Masa depan punya peluang untuk tersekenariokan.

Setiap orang harus siap dengan hidup yang telah dipilihnya untuk dijalani. Meski orang lain belum tentu siap menerima hal tersebut. Setiap orang harus siap dengan bagaimana penerimaan orang lain terhadapnya. Dan kondisi yang sangat sulit ketika berhadapan dengan penolakan orang atas kondisi diri. Perlu dicatat proses ini merupakan alur maju. Tidak akan pernah alur mundur. Kilasan masa lalu hanya akan jadi memori yang tersimpan. Masa lalu tidak akan terulang dalam bentuk nyata. Ia hanya kenangan untuk diingat, teringat, dilupakan, terlupakan.

Sangat penting untuk membuat sebuah rancangan kehidupan. Rekayasa atas proses agar sesuai dengan kesiapan diri. Apapun hasilnya, telah siap diterima sebagai konsekuensi telah terlahir kedunia. Ini menyoal kesiapan yang telah dipilih meski banyak yang telah lupa kapan pilihan itu dilakukan. Bukti setiap orang telah memilih untuk siap adalah keberadaannya dalam sebuah proses yang disebut kehidupan.

No comments:

Post a Comment