Monday, 24 February 2014

Team Work : Leader Seperti Magnet, Bukan Seperti Besi

Yah yang namanya hidup kita tidak sendiri. Manusia ditakdirkan Berpasangan. Manusia juga mengikuti naluri untuk hidup berkelompok. Saling melindungi satu sama lain. Seperti itulah manusia alaminya manusia dalam penciptaan. Hanya saja karakter orang saja yang membedakan. dalam hal karakter, ini juga merupakan sebuah keniscayaan. Istilah kata pepatah lain lubuk lain ikannya.

Contoh mudah kepala yang berbeda sangatlah gampang. Ia dapat dilihat dari jalur yang ditempuh. apakah itu jalur baik atau jalur yang buruk. Misalnya dalam berpasangan, apakah jalan yang sah dan bertanggung jawab, seperti menikah misalnya yang menjadikan pasangan halal baginya. Atau menempuh jalur yang menjadikan pasangannya itu adalah yang haram baginya, misalnya pacaran.

Dalam konteks berpasangan mungkin sederhana, seperti di atas. Dalam kontek manusia mengikuti naluri berkelompok, maka permasalahan akan menjadi lebih kompleks. Dalam Berpasangan hanya akan dua orang yang terlibat. Masalah hanya terpaku pada penjagaan perasaan masing-masing. Dalam berkelompok masalah menjadi lain. Ada banyak perasaan yang harus dijaga, demikian juga kepentingan. Akan ada banyak orang yang terlibat dan harus di akomodir.

Kompleksnya masalah dalam hidup berkelompok, mengharuskan manusia memiliki pengarah. Jika tidak hanya akan terbentuk suatu gerombolan saja. Dalam berkelompok manusia membutuhkan pemimpin, visi, misi, serta pembagian tugas. Kecenderungan akan ada pencetus yang memiliki visi dan misi (berkarakter pemimpin, ideolog). Akan ada juga orang yang akan menjadi follower, atau pengikut. Satu Karakter lagi adalah penggerak, yang juga dapat dikatakan berkarakter pemimpin.

Ketika memutuskan berkelompok orang akan melakukan dua hal tergantung karakter. Pertama akan mencari kelompok yang seide dengan pemikirannya. orang akan cenderung mengikuti apa yang dianggap benar, sesuai dengan dirinya. lalu orang tipe ini akan memutuskan ketika mencari kelompok akan masuk kemana. Orang dengan tipe ini adalah "follower yang visioner".

Kedua ada orang yang memiliki visi tertentu, membuat serangkaian misi untuk mewujudkan visi. dalam prosesnya ia merasa tidak sanggup berkerja sendiri. Orang dengan tipe ini akan cenderung membentuk kelompok. Ia akan mencari orang yang bisa menerima visinya, lalu di ajak untuk bersama-sama menyelesaikan misi. Sosok seperti ini adalah sosok yang bisa dikategorikan orang yang ideolog. Ini adalah orang dengan tipe pemikir.

Masalah dalam kelompok

Masalah yang lazim ditemukan dalam sebuah kelompok manusia adalah kerja. Kerja yang tidak beres sering menjadi awal dari perpecahan. Kerja yang tidak beres juga menjadi penghambat dari selesainya misi guna tercapainya visi. Gerak mesin yang lambat membuat lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mencapai sukses. Hal tersebut tak urung akan memunculkan sosok yang akan mulai pesimis untuk terus berada dalam suatu kelompok.

Dalam perkembanganya masalah seperti diatas sering menjadi akhir dari keutuhan sebuah kelompok. Hal tersebut bisa melanda sebuah kelompok apa saja. LSM, Perusahaan, atau lembaga apapun yang berwujud organisai dapat dilanda masalah ini. Hal tersebut terjadi dikarenakan semua bentuk lembaga atau organisasi tersebut adalah wadah dari manusia yang telah memutuskan berkelompok.

Permasalahan tersebut terjadi karena adanya satu karakter yang belum melekat. Akar masalah adalah karakter penggerak yang minim dalam kelompok. Demikian juga sulit digerakkan. Hal ini sering terjadi karena komitmen kerja yang kurang. Kecenderungan berharap agar dirinya mendapatkan porsi yang lebih ringan dari orang lain.

Jadilah seperti magnet jangan besi

Kenapa harus seperti magnet, jangan besi. Karena dari sifatnya magnet merupakan motor penggerak dan elemen perekat. Magnet bisa saling tarik menarik atau tolak menolak. Namun coba perhatikan besi, ia statis. Besi akan diam, tidak melakukan gerak apapun. Tidak ada besi yang sekonyong-sekonyong sudah menarik-narik atau tolak menolak. Besi membutuhkan elemen perekat lain untuk bersatu. Demikianlah sifat dasar benda tersebut.

Namun hal menarik terjadi ketika kedua benda tersebut di dekatkan. Sebuah magnet akan menarik besi, lalu akan menurunkan sifat magnetnya. Hal tersebut membuat besi menjadi seperti magnet. Besi yang telah ditempeli magnet akan menjadi magnet yang akan menari besi lainnya. Lalu besi lainnya yang telah terpengaruh besi yang melakat pada magnet juga akan menjadi magnet dan menarik besi lainnya hingga sampai pada titik terlemah dari pengaruh magnet. Sifat dasar magnet adalah sebagai elemen perekat.

Demikian juga kita dalam sebuah kelompok. Semua dituntuk seperti magnet. Semua harus bisa memposisikan diri sebagai motor penggerak yang dinamis. Menarik elemen lain yang cenderung diam untuk sama-sama bergerak. Memiliki kemampuan untuk merubah mindset berfikir. Dapat membuat orang lain untuk sama-sama bergerak mengsukseskan kepentingan bersama. Tujuan yang ingin dicapai, yang merupakan landasan bergabung dalam suatu kelompok.

Dalam kondisi demikianlah sebuah kelompok dapat dinyatakan telah memiliki team work yang bagus. Setiap orang memilika tekad untuk bergerak dan menggerakkan yang lain. Artinya dalam satu tim atau kelompok telah ada orang yang akan bergerak dan berkerja dengan sadar. Setiap orang akan berfikir untuk secepatnya menyelesaikan amanahnya agar dapat membantu yang lain, atau minimal tidak memberatkan yang lain dengan selesainya tugas masing-masing. Dengan cara demikianlah kelompok akan dapat bergerak maju. Kelompok akan menyelesaikan misi demi misi hingga visi terwujud secara utuh.

Oleh karena itu, mari menjadi magnet yang dinamis, terus bergerak, dan menari semua besi serta manjadikan besi bersifat magnet. Bukan seperti besi yang meski ditumpuk dalam satu tumpukan besar tetap tidak bisa merekat dan menjadi satu kekuatan, yang ada hanya tumpukan besi. Setumpuk besi ibarat segerombol orang. Magnet ketika ditumpuk akan saling merekat, semakin banyak maka ia semakin memiliki kekuatan yang besar. ia terus membentuk satu kesatuan. tentu akan beda kualitas sekelompok dengan segerombol, baik dari segi efektifitas, maupun kekuatan. Setumpuk magnet, ia seperti sekelompok orang. Jelas dimana Bedanya.