Saturday, 21 June 2014

Tentang Syukur dan Mencinta

Siapa sangka setelah kaki kanan terkilir akibat main futsal, pagi ini tetap terasa indah. Masih bisa bangun dengan tubuh sehat, kecuali kaki kanan yang kesakitan. Tepatnya empat anak jari yang semalam gagal ku menjaganya. Lalu ibu jari, nampaknya ia masih terlalu bagus dalam hal menjaga diri.

Sarapan nasi gurih yang enak, sambil menikmati hamparan sawah membentang. Gunung menjulang, seakan menjadi pagar besar nan angkuh. Memagari aneka makhluk yang hidup disekitarnya.

Udara segar pedesaan, dalam balutan harum semerbaknya dua bunga kebangaan aceh. Jeumpa( cempaka)  dan Seulanga(  kenanga). Dua bunga indah nan harum, namun memiliki pohon yang kuat, tinggi, akar tunggangnya benar mencengkram kuat, ia benar pohon yang kokoh. Bunga yang melamvangkan wanita aceh yang kuat, serta tegar.

Aku seakan tak henti bersyukur. Dilahirkan di tanah sesempurna aceh. Aku bahagia dilahirkan di tanah yang telah menuliskan sejarahnya. Tanah yang bisa jadi pijakan yang kuat bagi siapa saja yang hidup diatasnya.

Alhamdulillah

No comments:

Post a Comment