Thursday, 31 July 2014

Mercon dan Hari Raya

Mercon adalah alat ledak dengan daya yang sangat kecil. Mercon dapat dikatakan sebagai bahan peledak dalam kadar yang tidak berbahaya. Mercon digunakan untuk memeriahkan acara. suara menggelegar dan memberi efek kejut ini disukai oleh sebagian orang. Banyak yang berkata mercon adalah lambang kemeriahan. Sebagian orang lainnya mengatakan tanpa mercon perayaan apapun nampak akan sunyi.           

Namun kemeriahan yang diharap, akhir-akhir ini malah berubah menjadi petaka. Contohnya di desa kampung halaman saya, telah terjadi kebakaran hebat.kebakaran tersebut membutuhkan kekuatan hingga enam mobil pemadam kebakaran untuk mengalahkan api. Beruntung air mudah didapat karena dilewati saluran irigasi. Penyebab kebakaran adalah mercon berjenis kembang api. Mercon ini ditembakkan ke arah atas dan menyebabkan kilatan api warna-warni disertai ledakan. Ternyata mercon tersebut menyebabkan kebakaran hebat. Berutung tidak ada korban jiwa atau harta benda dalam kejadian tersebut. Yang terbakar hanya lahan yang tidak dihuni penduduk. Tetap disayangkan karena lahan tersebut adalah hutan, atau wilayah hijau desa.

Berita kebakaran dikota Lhokseumawe yang menghanguskan hingga enam rumah. Kejadian tersebut adalah kejadian yang sangat disayangkan. Memang ini adalah sebuah musibah yang bermakna cobaan bagi korban. Sangat disayangkan adalah penyebab kebakaran lagi-lagi akibat mercon. Kesenangan atau hura-hura bagi sebagian kecil orang yang berakibat petaka atau musibah bagi orang lain.

Sebenarnya mercon itu sendiri bukanlah bagian dari adat, tradisi, apalagi syariat dalam memeriahkan hari raya. Mekanisme perayaan dua hari raya dalam islam adalah dengan meneriakkan takbir, tahlil, dan tahmid. Bersama kita mengagungkan kebesaran Allah. Kita semua akan larut dalam bahagia karena mengingat Allah, bukan kesenangan sesaat ketika mercon meledak.

Terlalu jelas sudah nampak, bagi ummat muslim belakangan posisi takbir hampir digantikan oleh mercon. Bahkan ada orang yang seperti tidak tahu aturan, ketika azan, dimejid dilaksanakan shalat berjamaah, di ikuti takbir hari raya setelah salat, orang tersebut malah menyalakan kembang api atau hingga suaranya menggelegar ke udara. Kejadian seperti ini tentu sangat miris, dalam merayakan lebaran, tidak salat lima waktu dan malah meledakkan mercon yang suaranya tentu akan mengganggu orang yang sedang lebaran.

Mercon sendiri sebenarnya identik dengan perayaan cina. Hari raya cina atau Imlek sering dimeriahkan dengan ledakan petasan. Pada perayaan tersebut memang cirikhasnya demikian. Orang jepang juga punya hari khusus dimana ada perayaan kembang api. Tentu kedua tradisi diatas berbeda dengan tradisi muslim. Hari raya muslim telah di jelaskan aturan mainnya. Ciri yang khas dari perayaan hari raya adalah takbir yang menggema memenuhi jagad raya. 

Asimilasi budaya bukanlah hal yang perlu ditakutkan memang, namun jika itu sifatnya mengikis suatu budaya yang khas dan sudah ada, sebaiknya tidak diteruskan. Ada perayaan yang memang memiliki ciri khas tersendiri dan tidak perlu dicampur dengan tradisi dari budaya lain. Hal ini akan mengikis keberagaman budaya sebenarnya, hingga tidak ada perayaan yang khas lagi ketika dua hari raya. bukankah akan lebih indah jika masing-masing perayaan punya tema dan cara sendiri. khususnya bagi ummat muslim hari raya di isi dengan takbir adalah ciri khas. Jangan sampai generasi anak-anak muslim berikutnya tidak lagi mengenal takbir, hanya mengenal mercon setiap malam hari raya. Apalagi mercon adalah mainan yang lebih banyak bahayanya, dari pada manfaatnya.

Wednesday, 30 July 2014

Pidato Pimpinan Brigade Al Qasam

Berikut adalah pidato dari pimpinan Brigade Al Qassam yang disadur dari media. Tidak sekedar bicara, pasukan ini membuktikan dengan tidak menyerang warga sipil.

Pidato Muhammad Al-Dhoif yang disiarkan oleh Televisi Al Aqsa.(Dok. MINA)

*Laporan Khusus Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza, Palestina

Untuk pertama kalinya pada perang yang mereka beri nama Asf Al Ma’kul, komandan tertinggi Brigade Izzuddin Al-Qassam, Muhammad Al-Dhaif merilis pidato yang disiarkan oleh Al-Aqsa TV pada Selasa, 29 Juli 2014 pukul 22.00 Waktu Gaza.

Kami sajikan pidato lengkap pemimpin tertinggi Brigade Al-Qassam yang tidak pernah menampakkan wajahnya di depan umum dan hanya beberapa orang yang tahu siapa dan seperti apa Muhammad Al-Dhaif ini.

Pidato yang dirilis oleh Al-Qassam tersebut berdurasi 5 menit 8 detik menegaskan lima poin penting, salah satu di antaranya bahwa Al-Qassam tidak akan pernah melakukan gencatan senjata tanpa diangkatnya blokade terhadap Gaza dan dihentikannya agresi militer Zionis Israel terhadap wilayah kantong pantai selatan Palestina itu.

Berikut pidato pimpinan tertinggi Brigade Al-Syahid Izzudin Al-Qassam, Muhammad Al-Dhaif Abu Khalid yang diterjemahkan oleh Muhammad Husein, Koresponden Kantor Berita Islam Miraj (Mi’raj Islamic News Agency-MINA):

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Doa dan keberkahan teruntuk komandan para mujahidin, Rasulullah Muhammad Shallaallaahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya serta semua yang mengikutinya dengan ihsan sampai hari pembalasan.

قَـٰتِلُوهُمۡ يُعَذِّبۡهُمُ ٱللَّهُ بِأَيۡدِيڪُمۡ وَيُخۡزِهِمۡ وَيَنصُرۡكُمۡ عَلَيۡهِمۡ وَيَشۡفِ صُدُورَ قَوۡمٍ۬ مُّؤۡمِنِينَ 

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan [perantaraan] tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah; 914)

Ya Allah dengan-Mu kami berjuang, dan berperang, tidak ada daya dan kekuatan melainkan dari-Mu.

Abraham abad ini telah menzalimi umat kita dan rakyat kita, di Al-Quds, Tepi Barat, dan Gaza dengan menggunakan alat-alat perang yang paling keji, telah memblokade, dan menyebarkan kelaparan, dan melakukan teror terhadap keamanan warga, membunuh anak anak, wanita, manula serta menghancurkan rumah-rumah beserta para penghuninya sebagai target sipil terbesar yang pernah dikenal dalam sejarah.

Menipu rakyat mereka bahwa mereka telah memasuk Gaza dan menghancurkan terowongan-terowongan serta tempat-tempat peluncurannya demi menunjukkan warga mereka kemenangan palsu. Kemudian menjebak para tentara pecundangnya yang didatangkan ke medan pertempuran seolah-olah menyeret mereka kepada kematian. sementara  mereka menunggu di sebuah jalan buntu bernama “operasi serangan darat” maka kami mengabarkan berita gembira yang menyakitkan, bahwa kami menegaskan beberapa hal berikut;

Pertama, bahwasanya keseimbangan pertempuran sudah berbeda, karena kalian hari ini sedang berperang melawan para pasukan rabbani yang sangat mencintai kematian di jalan Allah sebagai mana pasukan kalian sangat mencintai kehidupan. Para pasukan yang berlomba-lomba mencari syahadah sebagai mana kalian berlomba-lomba melarikan diri dari kematian dan pembunuhan. seluruh gerakan rakyat kami telah bersatu dalam melawan agresi militer kalian.

Kedua, apa-apa yang gagal di capai oleh pesawat-pesawat tempur, tank-tank, dan kapal-kapal laut perang kalian tidak mungkin bisa dicapai oleh  pasukan pecundang di bumi Gaza, yang dengan izin Allah pasukan pecundang ini telah menjadi buruan bagi para sniper dan pasukan sergap mujahidin. Dan sesungguhnya kelanjutan berbagai operasi penyusupan ke belakang garis perbatasan dengan operasi terbaru yang dilakukan di timur Syuja’iyah kemarin, meski pun daerah tersebut telah menjadi wilayah pembantaian dan penghancuran beserta para penghuninya, dan meskipun berbagai lapis sistem pengintai yang tak terhitung jumlahnya namun keberhasilan operasi ini adalah bukti terbaik. Dan agar musuh mengetahui bahwa perkara ini semakin sulit dan lebih besar dari apa yang mereka gambarkan dan bahwasanya mereka (musuh) benar-benar telah mengirimkan para tentaranya ke dalam medan pembantaian dengan izin Allah.

Ketiga, kami lebih memilih untuk melakukan serangan dan membunuh para tentara dan pasukan elit musuh dibanding membunuh warga sipil di Desa Gilaf pada saat di mana musuh melakukan tindakan kejinya dalam menghisap darah warga sipil dengan melakukan berbagai pembantaian, genosida, dan meluluhlantahkan rumah beserta para penghuninya setiap kali tentara mereka (Zionis) dan para pejuang mereka terbunuh.

Empat, pada babak kali ini, para Zionis penjarah tidak akan menikmati rasa aman selama warga kami belum merasa aman sampai hidup dengan kebebasan dan kehormatan. Dan tidak akan ada gencatan senjata sampai agresi ini dihentikan serta blokade diangkat. Kami tidak akan pernah menerima solusi tengah yang mengorbankan kemuliaan dan kebebasan rakyat kami.

Kelima, kami tekankan baik-baik kesiapan dan kesanggupan kami sampai detik ini. Kami bekerja sesuai skenario yang direncanakan sebelumnya dan bukan merupakan tindakan nekat sebagaimana yang dilakukan oleh para petinggi musuh. Kami telah mengerahkan segala kemampuan yang bisa kami capai, dan kami sangat yakin akan pertolongan Allah untuk kami. “(Allah) menolong siapa pun yang dia inginkan dan Dia adalah maha perkasa lagi maha penyayang.”

Semoga Alah merahmati para syuhada kita, mengobati saudara-saudara kita yang terluka dan segera mengeluarkan para tahanan dari kesulitan mereka dan janji kita bersama kemenangan yang Allah telah janjikan.

إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فِى ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَيَوۡمَ يَقُومُ ٱلۡأَشۡهَـٰدُ

“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi [ hari kiamat].” (Al-Mu’min; 40:51)

Saudara kalian, Komandan Tertinggi Brigade Al-Syahid Izzuddin Al-Qassam

Muhammad Al-Dhaif – Abu Khalid

2 syawal 1435 H/29 juli 2014 M.

(L/K01/K02/P02)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Tuesday, 29 July 2014

Sudut Kemanusiaan : Beda Tentara Israel Dengan Tentara Hamas

Kali ini penulis mencoba mengajak melihat sisi kemanusiaan para tentara pada perang gaza. Kita akan mengupas dua tentara yang sedang berperang. Ada dua bala tentara setidaknya yang terlipat prang di tanah Palestina. Tentara Israel dan tentara HAMAS. keduanya sering terlibat pertempuran. pertempuran yang berakhir dengan penangkapan dan juga kematian. Dari tulisan ini, penulis berharap kita berdiri pada pihak yang benar. Kalau mengambil istilah yang populer di pilpres Indonesia pada tahun 2014 ada kata " I Stand On The Right Side".

Pertama mari kita kupas, siapakah tentara Israel. Kemudian kita kupas juga siapa tentara HAMAS. Yang jelas kedua belah pihak adalah ujung tobak dari masing-masing pihak yang bertikai, sama-sama punya alat tempur. Keduanya sama-sama dibekali dengan pelatihan mengalahkan lawan. Sekarang mari kita lihat jauh lebih dalam, siapa mereka.

Tentara Israel adalah tentara resmi milik Israel, sedangkan tentara HAMAS sebenarnya bernama Ezeddin Al Qassam atau Izuddin Al Qasam. Izuddin Al Qassam adalah sayap militer dibawah partai politik bernama HAMAS. Hubungan antara Izuddin Al Qassan dengan HAMAS ini membuat mereka disebut Tentara HAMAS.

Perbedaan antara militer Israel dengan HAMAS tentu saja sangat kontras. Dari segi persenjataan tidak perlu dijelaskan lagi. Peralatan tempur Israel terlalu canggih dibandingkan dengan HAMAS. Israel memiliki Jet Tempur, Helikopter, Drone, Senjata Modern, Artileri, Tank, Rudal, Sistem Pertahanan Berbasis Rudal, dan Senjata Nuklir tentunya. Dengan alasan melindungi diri, Israel memiliki 500 senjata nuklir. 

Lalu bagaimana dengan HAMAS. Mereka memiliki kebalikannya. HAMAS hanya memiliki Roket dan Senjata otomatis seperti kalashnikov atau RPG. Kendaraan temput pasukan hamas adalah mobil pick up yang dimodifikasi. Namun aada kemajuan juga dari teknologi HAMAS dimana mereka sudah memiliki Drone. Mereka juga sudah bisa membuat roket mereka lebih canggih satu langkah dengan bisa menembut Iron Dome Israel.

Namun demikian bukan hal tersebut yang ingin penulis gambarkan. Mari kita lihat kedua tentara dalam metode temputnya, pihak mana yang lebih humanis. Pertama mari kita letakkan dasar utama, jika kita bersepakat peperangan bukan suatu yang humanis. Demikian juga dengan penjajahan diatas muka bumi juga bukan sesuatu yang humanis. Akan tetapi dalam kondisi perang sekalipun rasa kemanusiaan masih memiliki tempat.

Dalam semua berita yang bisa kita baca atau dapat informasi, coba kita bandingkan. Korban dari tentara Israel kebanyakan adalah wanita dan anak-anak. Bahkan dalam tiap kali penyerbuan, ratusan hingga ribuan wanita dan anak-anak palestina yang menjadi korban. Kita dapat melihat sasaran Tentara Israel bias. Sangat sedikit tentara Israel yang sukses mematikan tentara. laporan yang kita baca baik dimedia sosial maupun televisi yang menyiarkan berita live atau rekaman kondisi gaza, anak-anak dan wanita selalu menjadi korban.

Korban wanita dan anak-anak dipalestina juga seperti bukan sebuah akibat perang. Mereka seperti dibantai tanpa perlawanan. Jet-jet tempur, dan rudal dari tentara Israel sangat terlihat seperti asal tembak, mereka seperti tidak tahu posisi musuh hingga yang tertembak adalah wanita dan anak-anak. Jika memang tentara Israel tahu sasaran, berarti memang mereka menargetkan wanita-dan anak-anak. 

Kita dapat mengakses sendiri berita soal Israel menjadikan wanita dan anak-anak sebagai sasaran. mungkin anda akan mudah membuka Google lalu tanyakan " Israel targetkan anak-anak dan wanita hamil" lalu kita akan dapat baca beritanya. Demikian juga tanggapan dewan Israel yang mengatakan wanita Palestina harus diperkosa.

Sekarang mari kita lihat korban dari pihak HAMAS. Dalam setia serangan yang dibuat tentara hamas lebih cenderung membuat tentara Israel yang menjadi korban. Hampir tidak ada penyerbuan terhadap masyarakat sipil. Peperangan sendiri terjadi di Wilayah Gaza. Lalu dalam berita penyusupan yang dilakukan tentara HAMAS, maka target mereka jelas, instalasi militer, dan tentara. Pasukan HAMAS tidak menargetkan penduduk seperti yang dilakukan oleh Israel.

Kita juga bisa mengakses sendiri siapa korban yang lebih banyak timbul akibat perlawanan tentara HAMAS. Tentara lebih banyak korban, karena hamas memang tidak menargetkan menyerang penduduk. Dari sudut pandang ini, jelas Pasukan HAMAS masih meletakkan  nilai kemanusiaan dibandingkan tentara Israel. HAMAS tidak menjadikan wanita dan anak-anak sebagai sasaran dari roket mereka. Sedangkan Israel malah sengaja menembakkan rudal-rudal mereka dengan sasaran wanita dan anak-anak.

Dari sudut pandang ini, pasukan HAMAS masih lebih memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi dibandingkan tentara Israel. HAMAS menjadi teroris hanya karena negara-negara besar yang mendukung israel memberi mereka label dengan cap teroris. Lalu atas kesepakan dunia internasional karena terdiri dari beberapa negara pendukung zionis jadilah mereka teroris internasional. Sedangkan Israel jelas menebarkan teror di seantero Timur Tengah.

Disini penulis tidak dalam kondisi memihak kepada HAMAS atau benci dengan Israel, namun tindakan tentara Israel yang menjadikan Wanita dan Anak-anak sebagai sasaran adalah hal yang tidak dapat diterima. 

Jika soal memihak, maka penulis akan lebih memihak membela perjuangan rakyat Palestina. Jadi meminjam istilah dalam pilpres diatas, I Stand On The Right Side, With Palestinian People.

Thursday, 24 July 2014

Bumi, Ibarat Nenek Tua yang Terus Bersolek

Pemandangan salah satu sudut dunia dimalam hari.
Bumi Makin hari makin indah. Disiang hari kita bisa melihat keindahan nyata. Laut, gunung, gedung-gedung tinggi. Semakin alam, lampu semakin gemerlapan. Cobalah sekali naik ketempat tinggi. Lihatlah ke bawah, lampu-lampu gemerlapan. Sama gemerlapnya seperti kita melihat bintang dari bawah.
 
Bumi semakin indah, dunia ini semakin megah. Di umurnya yang telah renta, dunia ini terus mempercantik diri. Ibarat nenek tua yang terus bersolek. Memperindah diri hingga kata yang ada tak cukup untuk menggambarkan cantik atau indahnya. Menipu banyak mata. Karena sebenarnya semakin hari bertambah, semakin ia kelihatan cantik, semakin ia dekat dengan ajal. Semakin dekat dengan yang namanya kiamat dunia.

Kita semua meyakini, jika kiamat akan datang. Kiamat adalah pasti. Dalam keyakinan muslim, percaya kepada hari kiamat adalah salah satu rukun iman. Kepercayaan iman adalah absolute. Tidak memerlukan logika lagi. Penyebabnya karena ia berasal dari Tuhan. Hari kiamat adalah sebuah keniscayaan. Ketentuan yang telah Allah takdirkan.

Apa itu kiamat ? kiamat adalah hari dimana bumi ini dihancurkan. waktu dimana dunia dalam huru-hara besar. Saat manusia di cekam oleh rasa takut yang membuat lupa. Dimana seorang ibu tidak ingat anak yang ada dalam rahimnya terjatuh dan gugur.

Hari kiamat adalah sangkakala ditiup. Maka pada  hari tersebut dimana lautan melemparkan airnya kedarat. Daratan terbelah mengeluarkan segala isi yang terkatup rapat didalamnya. Gunung-gunung meletus, dalam gempa besar hingga gunung terlempar seperti bulu-bulu yang bertebangan karena ditiup angin. Porak-poranda.

Kiamat adalah gerbang kematian alam semesta. Kematian alam dunia. Kematian bagi bumi dan semua planet. Gerbang bagi manusia menuju alam akhirat. Gerbang manusia menuju padang mahsyar. Padang yang amat panas. Hanya orang yang diliputi Rahmat Allah sajalah yang tidak kepanasan. Hari dimana semua amal dihitung dalam seadil-adilnya timbangan.

Pada hari pertimbangan itu, jika timbangan amal kebaikan lebih berat, maka syurga Allah telah dijanjikan. Namun sebaliknya jika keburukan yang lebih banyak, maka azab Allah bagi orang yang ingkar amatlah pedih.

Untuk itu tidak ada alasan bagi kita berleha-leha di penghujung umur bumi. Nenek tua ringkih yang terus bersolek, hingga ajalnya tiba. Maka merugilah barang siapa yang lalai. Terpesona dengan kecantikan semu nenek tua bernama dunia fana.

Monday, 21 July 2014

HAMAS Teroris Bagi Israel

Penulis hendak memulai tulisan ini dengan sebuah pertanyaan "apakah anda menyetujui HAMAS dikatakan teroris ?". Lalu bagaimana anda memandang Israel. Tentu kita harus mencoba objektif melihat keduanya.

Ada sebuah teori yang mengatakan seperti ini " Teroris bagi sebuah pihak, bisa jadi ia gerakan perlawanan bagi pihak lainnya. Lalu mari kita melihat posisi dari masing-masing pihak tersebut. Setelah itu baru kita bisa mengambil sikap, mana pihak yang kita patut katakan sebagai teroris.

Pertama mari kita lihat siapa Itu Israel. Israel adalah negara yang muncul pada tahun 1924. Awal mulanya hanya pemukiman yang ditempatkan untuk orang yahudi. Pemukiman itu dibangun di atas tanah Negara Palestina.

Wilayah tersebut ditempati oleh yahudi dari seluruh dunia. Alasannya adalah mereka butuh tempat yang independen, karena di banyak negara keberadaan mereka di tolak. Akhirnya disepakati tanah Palestina secara internasional atas tawaran Inggris.

Menurut teori konspirasi yang beredar, Yahudi sebenarnya melalui gerakan Zionisme Internasional. Kabarnya mereka juga melobih para khalifah di kekaisaran Turky Ustmani. Namun lobi ini hampir tidak pernah berhasil. Ini menunda pemukiman yahudi dalam waktu yang lama. Baru setelah kekhalifahan runtuh pemukiman yahudi bisa di wujudkan.

Pemukiman inilah yang menjadi cikal-bakal dari negara Israel. Negara ini berasal dari perluasan terhadap pemukiman yahudi. Perluasan ini dilakukan dengan paksa. Terjadi pengusiran dan penghilangan hak untuk tinggal terhadap warga asli Palestina. Hal ini menjadikan banyak warga Palestina menjadi pengungsi. Pengungsi yang tersebar di lebanon, syiria dan belahan dunia lainnya.

Jauh sebelum itu negara yahudi tidak pernah ada. Israel tidak pernah ada. Israel bukan negara yang merdeka dari penjajahan. Israel bukan negara yang berasal dari entitas lokal yang memang eksis lalu mendirikan negara. Israel adalah negara yang terbentuk dari invansi yang dilakukan oleh orang yahudi.

Memang harus di akui jika ada orang yahudi yang tidak senang dengan pembantaian Israel di palestina. Namun jika ada siapapun yang tinggal dan menetap sebagai Israel, maka ia menetap sebagai bagian dari bangsa pelaku invansi. Mencaplok rumah dan tanah Palestina untuk membangun rumah dan mengklaim sebagai tanah Israel. Itulah Israel.

HAMAS

HAMAS siapakah mereka. Mereka adalah teroris. Tentu saja ini versi israel. Demikian juga dengan negara-negara yang dibawah kontrol Israel. Dengan kata lain ada banyak negara yang kelihatan mendukung Israel, lalu coba sama-sama memberi cap teroris terhadap HAMAS.

HAMAS memang memberikan teror terhadap Israel. Hal ini karena HAMAS memiliki sayap militer bernama Izuddin Al Qassam. Sayap militer ini rutin mengirim paket roket ke Israel. Selain melakukan penyerangan roket ke Israel, mereka juga menembaki tentara Israel.

Alasan pasukan Al Qasam menembakkan roket adalah karena israel terus menjarah tanah milik  Palestina untuk di jadikan pemukiman Israel. Mereka juga menembak tentara Israel yang cukup gencar menangkap dan menembak warga Palestina. Bahkan yang mereka tembaki wanita dan anak-anak yang dalam aturan perang harus di lindungi pertamakali.

HAMAS sebenarnya adalah partai politik. Termasuk partai pemenang pemilu yang menjadikan Ismail Haniyah sebagai Perdana Menteri Palestina. HAMAS menang dalam pemilu legislatif.

Bagi Rakyat Palestina, HAMAS adalah simbol perlawanan. Orang yang membela tiap hasta tanah Palestina yang direbut oleh Israel. Izuddin Al Qassam adalah kebanggaan. Sebagai bukti bahwa orang Palestina tidak mau di jajah.

Jika tiap manusia memiliki Hak, dan di akui dalam sebuah konvensi internasional tentang Hak Asasi Manusia (Human Right). Maka tentu timbul pertanyaan tentang apa hak Israel terhadap apa yang seharusnya adalah hak orang Palestina.

Berlandaskan hak-hak warga Palestina, maka HAMAS adalah pembela atas hak asai manusia. Hak untuk hidup merdeka. Maka dari sudut ini saya harus mengatakan HAMAS adalah pahlawan. Partai politik merangkap gerakan perlawanan, merangkap gerakan pembebasan.

Dari analisa diatas, maka saya setuju Israel adalah institusi  penebar teror di Palestina.

Sunday, 20 July 2014

Arus Opini Pasca Pilpres

Pertama-tama mari kita berdoa dulu, agar presiden yang terpilih nanti adalah yang terbaik. Sosok yang mencintai negaranya. Pribadi yang kuat dan tidak lemah dihadapan siapapun. Kita berharap agar Indonesia segera mendapatkan pemimpin. Presiden yang bukan hanya sekedar menjabat, namun akan mengeluarkan Indonesia dari cobaan berat krisis kepemimpinan.

Menjelang pengumuman oleh KPU, berbagai macam arus opini berkembang. Sebagian berkembang dengan sendirinya ditengah masyarakat, sedangkan sebagian lainnya dikembangkan. Tentu saja ada berbagai motif dibalik isu yang berkembang. Isu politik akan selalu membuat benar pihak yang mengeluarkan isu. Setidaknya membuat pihak tersebut seolah benar. Benar dan salah juga tergantung dari kepentingan dari isu tersebut dihembuskan. Setiap isu yang dihembuskan pasti memiliki tujuan. Setidaknya ada tergetan efek yang ingin dicapai dari penggembosan isu.

Kita bisa melihat pihak yang panik karena tersebar isu calonnya sudah kalah. ada juga yang menyebarkan isu calonnya menang telak. Ada juga pihak yang memberikan analisa terhadap kondisi dari masing-masing pihak untuk  menebak siapa yang telah menang dalam pilpres. Pasca pilpres banyak pihak yang ingin memperlihatkan dirinya telah menang atau dirinya bisa memprediksikan siapa yang akan menang.

Ada yang berdasarkan survey yang mereka miliki, mencoba mengklaim salah satu pihak menang. Pihaknya telah menang. Survey yang mereka miliki adalah paling akurat. Tingkat eror metode mereka adalah 2%. Metode yang mereka gunakan adalah ilmiah, hingga sudah konfirmasi bahwa capres mana yang menang. Sampai ada yang berani menantang KPU jika hasilnya berbeda.

Ada juga yang mengandalkan data C1. Ada pihak yang telah menyatakan dirinya menang karena telah memiliki data dari C1 dari semua TPS. Data yang mereka peroleh adalah hasi real count, sehingga mereka telah tahu siapa yang terpilih menjadi presiden. Dengan real count, maka hasil quick count tidak ada artinya.

Ada juga yang memberikan analisa dengan melihat kondisi para capres dan timses. ada yang menggemboskan isu salah satu capres timnya sudah menghilang, sehingga capres satu lagi telah menang. Ada juga yang mencoba menjelaskan salah satu pihak panik dengan menggemboskan isu adanya demonstrasi untuk menunjukkan mereka kalah.

Ada juga yang mencoba menjelaskan bagaimana paniknya salah satu capres karena sudah tahu dirinya kalah. lalu dikaitkan dengan isu permintaan pengunduran jadwal pengumuman KPU dan Permintaan pemilu agar diulang. berbagai orang coba mengangkat suatu asumsi dari apa yang terjadi. Asumsinya mengarah kepada siapa kandidat pemenang, saya menang, atau saya  dicurangi.

Realitasnya, kita semua menunggu keputasan KPU tentang siapa yang akan menang. Mungkin sebagian orang akan beranggapan dengan siapa yang akan dimenangkan. Banyak orang yang tidak ingin menafikan segala hal bisa terjadi, keajaiban bisa terjadi, termasuk kecurangan sangat bisa terjadi.

Setidaknya beginilah pandangan saya tentang apa yang terjadi sebelum perhitungan suara oleh KPU. Tentang siapa yang menjadikan isu seperti arus diatas, silahkan cari tahu sendiri. saya menghindari menyebut para tokoh agar tidak diserang oleh para pendukungnya. Meski saya juga pendukung salah satu capres,

Friday, 4 July 2014

Keahlian Sang Wayang

Tulisan ini lahir akibat pengamatan. Semoga menjadi nasehat bagi kita semua. Karena sangat penting untuk terus mengevaluasi diri. Meningkatkan kapasitas guna meraih apa yang disebut dengan keberhasilan yang hakiki.

Wayang sejatinya mati. Digerakkan oleh dalang. Wayang tidak bisa apa-apa. Wayang hanya bergerak sebagaimana digerakkan sang dalang. Wayang tidak pernah punya inisiatif untuk melakukan sesuatu apapun.

Wayang tidak pernah berfikir. Tidak pernah ptotes. Tidak pernah wayang memiliki pemikiran baru. Gerakan wayang lebih menyedihkan dari pada seekor kerbau yang dicucuk hidungnya, lalu dihalau dengan cemeti.

Dalam dunia perdalangan dikenal adanya pakem. Alur yang harus dipatuhi oleh setiap dalang. Jalan cerita atau skenario yang menjadi karakter juga nantinya bagi tiap wayang. Pakem ini tidak boleh dilanggar oleh tiap dalang. Karena akan merubah alur cerita hingga karakter tokoh.

Yang namanya wayang sejatinya seperti tokoh tanpa karakter. Akan sangat mudah bagi dalang mengatur karakter wayangnya. Hal tersebut karena wayang tidak pernah berfikir yang mana benar atau mana salah.

Wayang tidak protes ketika dalang melanggar pakem. Demikian juga ketika sang dalang menabalkan karakter lain kepada sang wayang. Bahkan wayang tidak pernah tahu atau mau tahu tentang apa yang terjadi dengan dirinya. Ia terus bergerak sebagaimana kehendak dalang. Wayang tidak peduli sama sekali apa maksud, atau apa yang hendak dalang lakukan. Tak berfikir kearah konsekuensi atau akibat dari sebuah tindakan.

Wayang tidak akan bisa menjawab pertanyaan kenapa. Wayang tidak pernah berfikir bagaimana nantinya. Wayang hanya akan menjadi wayang. Sebentuk karakter semu yang hanya tahu patuh, namun tidak memiliki pemahaman.

Sebagai manusia, memiliki karakter seperti wayang tidak bagus. Sifat kritis sebagai manusia terbunuh. Padahal manusia harus berpikir kritis. Manusia telah di anugerahkan akal untuk berfikir.

Manusia diberikan kemampuan untuk menimbang baik atau buruk. manusia diberi kemampuan untuk terus belajar. Dari masa lalu manusia bisa menentukan langkah baik untuk kedepan. Kecuali orang yang tidak mau berfikir. Dan wayang, bukankah wayang tidak pernah berfikir.

Seekor sapi yang di cucuk hidungnya, diarahkan dengan cemeti sekalipun akan melenguh. Ketika di cambuk dia akan menggeliat. Meski tidak kuasa untuk melawan dan hanya bisa patuh, kerbau bisa protes ketika mendapat perlakuan tidak adil. Memberontak jika diperlakukan secara salah. Tak jarang penjinak kerbau harus berakhir di tanduk kerbau. Kerbau yang dicucuk hidung sekalipun menunggu kesempatan untuk lepas, lalu melawan jika diperlakukan secara salah.

Bahkan kerbau yang tercucuk hudungnya, memiliki karakter berbeda dengan wayang yang hanya tahu kata patuh. Kerbau tidak memiliki kesempatan melawan, meski itu kesalahannya. Namun bukan berarti ia tidak memiliki kekuatan. Kerbau akan melawan pada satu waktu dan kesempatan. Sedangkan wayang, tanpa hidung yang tercucuk, lebih bebas,  tidak berfikir untuk melawan hal yang buruk, tidak berfikir untuk membenarkan yang salah.

Untuk itu jangan seperti wayang. jadilah manusia yang memahami dimana ia berada. Yang sehat akalnya, serta menggunakan akal sehatnya. Bisa memisahkan yang baik dengan yang buruk. Dapat membedakan hal yang benar atau salah. Bukan menjadi orang yang hanya patuh tanpa berfikir.