Sunday, 20 July 2014

Arus Opini Pasca Pilpres

Pertama-tama mari kita berdoa dulu, agar presiden yang terpilih nanti adalah yang terbaik. Sosok yang mencintai negaranya. Pribadi yang kuat dan tidak lemah dihadapan siapapun. Kita berharap agar Indonesia segera mendapatkan pemimpin. Presiden yang bukan hanya sekedar menjabat, namun akan mengeluarkan Indonesia dari cobaan berat krisis kepemimpinan.

Menjelang pengumuman oleh KPU, berbagai macam arus opini berkembang. Sebagian berkembang dengan sendirinya ditengah masyarakat, sedangkan sebagian lainnya dikembangkan. Tentu saja ada berbagai motif dibalik isu yang berkembang. Isu politik akan selalu membuat benar pihak yang mengeluarkan isu. Setidaknya membuat pihak tersebut seolah benar. Benar dan salah juga tergantung dari kepentingan dari isu tersebut dihembuskan. Setiap isu yang dihembuskan pasti memiliki tujuan. Setidaknya ada tergetan efek yang ingin dicapai dari penggembosan isu.

Kita bisa melihat pihak yang panik karena tersebar isu calonnya sudah kalah. ada juga yang menyebarkan isu calonnya menang telak. Ada juga pihak yang memberikan analisa terhadap kondisi dari masing-masing pihak untuk  menebak siapa yang telah menang dalam pilpres. Pasca pilpres banyak pihak yang ingin memperlihatkan dirinya telah menang atau dirinya bisa memprediksikan siapa yang akan menang.

Ada yang berdasarkan survey yang mereka miliki, mencoba mengklaim salah satu pihak menang. Pihaknya telah menang. Survey yang mereka miliki adalah paling akurat. Tingkat eror metode mereka adalah 2%. Metode yang mereka gunakan adalah ilmiah, hingga sudah konfirmasi bahwa capres mana yang menang. Sampai ada yang berani menantang KPU jika hasilnya berbeda.

Ada juga yang mengandalkan data C1. Ada pihak yang telah menyatakan dirinya menang karena telah memiliki data dari C1 dari semua TPS. Data yang mereka peroleh adalah hasi real count, sehingga mereka telah tahu siapa yang terpilih menjadi presiden. Dengan real count, maka hasil quick count tidak ada artinya.

Ada juga yang memberikan analisa dengan melihat kondisi para capres dan timses. ada yang menggemboskan isu salah satu capres timnya sudah menghilang, sehingga capres satu lagi telah menang. Ada juga yang mencoba menjelaskan salah satu pihak panik dengan menggemboskan isu adanya demonstrasi untuk menunjukkan mereka kalah.

Ada juga yang mencoba menjelaskan bagaimana paniknya salah satu capres karena sudah tahu dirinya kalah. lalu dikaitkan dengan isu permintaan pengunduran jadwal pengumuman KPU dan Permintaan pemilu agar diulang. berbagai orang coba mengangkat suatu asumsi dari apa yang terjadi. Asumsinya mengarah kepada siapa kandidat pemenang, saya menang, atau saya  dicurangi.

Realitasnya, kita semua menunggu keputasan KPU tentang siapa yang akan menang. Mungkin sebagian orang akan beranggapan dengan siapa yang akan dimenangkan. Banyak orang yang tidak ingin menafikan segala hal bisa terjadi, keajaiban bisa terjadi, termasuk kecurangan sangat bisa terjadi.

Setidaknya beginilah pandangan saya tentang apa yang terjadi sebelum perhitungan suara oleh KPU. Tentang siapa yang menjadikan isu seperti arus diatas, silahkan cari tahu sendiri. saya menghindari menyebut para tokoh agar tidak diserang oleh para pendukungnya. Meski saya juga pendukung salah satu capres,

No comments:

Post a Comment