Thursday, 24 July 2014

Bumi, Ibarat Nenek Tua yang Terus Bersolek

Pemandangan salah satu sudut dunia dimalam hari.
Bumi Makin hari makin indah. Disiang hari kita bisa melihat keindahan nyata. Laut, gunung, gedung-gedung tinggi. Semakin alam, lampu semakin gemerlapan. Cobalah sekali naik ketempat tinggi. Lihatlah ke bawah, lampu-lampu gemerlapan. Sama gemerlapnya seperti kita melihat bintang dari bawah.
 
Bumi semakin indah, dunia ini semakin megah. Di umurnya yang telah renta, dunia ini terus mempercantik diri. Ibarat nenek tua yang terus bersolek. Memperindah diri hingga kata yang ada tak cukup untuk menggambarkan cantik atau indahnya. Menipu banyak mata. Karena sebenarnya semakin hari bertambah, semakin ia kelihatan cantik, semakin ia dekat dengan ajal. Semakin dekat dengan yang namanya kiamat dunia.

Kita semua meyakini, jika kiamat akan datang. Kiamat adalah pasti. Dalam keyakinan muslim, percaya kepada hari kiamat adalah salah satu rukun iman. Kepercayaan iman adalah absolute. Tidak memerlukan logika lagi. Penyebabnya karena ia berasal dari Tuhan. Hari kiamat adalah sebuah keniscayaan. Ketentuan yang telah Allah takdirkan.

Apa itu kiamat ? kiamat adalah hari dimana bumi ini dihancurkan. waktu dimana dunia dalam huru-hara besar. Saat manusia di cekam oleh rasa takut yang membuat lupa. Dimana seorang ibu tidak ingat anak yang ada dalam rahimnya terjatuh dan gugur.

Hari kiamat adalah sangkakala ditiup. Maka pada  hari tersebut dimana lautan melemparkan airnya kedarat. Daratan terbelah mengeluarkan segala isi yang terkatup rapat didalamnya. Gunung-gunung meletus, dalam gempa besar hingga gunung terlempar seperti bulu-bulu yang bertebangan karena ditiup angin. Porak-poranda.

Kiamat adalah gerbang kematian alam semesta. Kematian alam dunia. Kematian bagi bumi dan semua planet. Gerbang bagi manusia menuju alam akhirat. Gerbang manusia menuju padang mahsyar. Padang yang amat panas. Hanya orang yang diliputi Rahmat Allah sajalah yang tidak kepanasan. Hari dimana semua amal dihitung dalam seadil-adilnya timbangan.

Pada hari pertimbangan itu, jika timbangan amal kebaikan lebih berat, maka syurga Allah telah dijanjikan. Namun sebaliknya jika keburukan yang lebih banyak, maka azab Allah bagi orang yang ingkar amatlah pedih.

Untuk itu tidak ada alasan bagi kita berleha-leha di penghujung umur bumi. Nenek tua ringkih yang terus bersolek, hingga ajalnya tiba. Maka merugilah barang siapa yang lalai. Terpesona dengan kecantikan semu nenek tua bernama dunia fana.

No comments:

Post a Comment