Tuesday, 29 July 2014

Sudut Kemanusiaan : Beda Tentara Israel Dengan Tentara Hamas

Kali ini penulis mencoba mengajak melihat sisi kemanusiaan para tentara pada perang gaza. Kita akan mengupas dua tentara yang sedang berperang. Ada dua bala tentara setidaknya yang terlipat prang di tanah Palestina. Tentara Israel dan tentara HAMAS. keduanya sering terlibat pertempuran. pertempuran yang berakhir dengan penangkapan dan juga kematian. Dari tulisan ini, penulis berharap kita berdiri pada pihak yang benar. Kalau mengambil istilah yang populer di pilpres Indonesia pada tahun 2014 ada kata " I Stand On The Right Side".

Pertama mari kita kupas, siapakah tentara Israel. Kemudian kita kupas juga siapa tentara HAMAS. Yang jelas kedua belah pihak adalah ujung tobak dari masing-masing pihak yang bertikai, sama-sama punya alat tempur. Keduanya sama-sama dibekali dengan pelatihan mengalahkan lawan. Sekarang mari kita lihat jauh lebih dalam, siapa mereka.

Tentara Israel adalah tentara resmi milik Israel, sedangkan tentara HAMAS sebenarnya bernama Ezeddin Al Qassam atau Izuddin Al Qasam. Izuddin Al Qassam adalah sayap militer dibawah partai politik bernama HAMAS. Hubungan antara Izuddin Al Qassan dengan HAMAS ini membuat mereka disebut Tentara HAMAS.

Perbedaan antara militer Israel dengan HAMAS tentu saja sangat kontras. Dari segi persenjataan tidak perlu dijelaskan lagi. Peralatan tempur Israel terlalu canggih dibandingkan dengan HAMAS. Israel memiliki Jet Tempur, Helikopter, Drone, Senjata Modern, Artileri, Tank, Rudal, Sistem Pertahanan Berbasis Rudal, dan Senjata Nuklir tentunya. Dengan alasan melindungi diri, Israel memiliki 500 senjata nuklir. 

Lalu bagaimana dengan HAMAS. Mereka memiliki kebalikannya. HAMAS hanya memiliki Roket dan Senjata otomatis seperti kalashnikov atau RPG. Kendaraan temput pasukan hamas adalah mobil pick up yang dimodifikasi. Namun aada kemajuan juga dari teknologi HAMAS dimana mereka sudah memiliki Drone. Mereka juga sudah bisa membuat roket mereka lebih canggih satu langkah dengan bisa menembut Iron Dome Israel.

Namun demikian bukan hal tersebut yang ingin penulis gambarkan. Mari kita lihat kedua tentara dalam metode temputnya, pihak mana yang lebih humanis. Pertama mari kita letakkan dasar utama, jika kita bersepakat peperangan bukan suatu yang humanis. Demikian juga dengan penjajahan diatas muka bumi juga bukan sesuatu yang humanis. Akan tetapi dalam kondisi perang sekalipun rasa kemanusiaan masih memiliki tempat.

Dalam semua berita yang bisa kita baca atau dapat informasi, coba kita bandingkan. Korban dari tentara Israel kebanyakan adalah wanita dan anak-anak. Bahkan dalam tiap kali penyerbuan, ratusan hingga ribuan wanita dan anak-anak palestina yang menjadi korban. Kita dapat melihat sasaran Tentara Israel bias. Sangat sedikit tentara Israel yang sukses mematikan tentara. laporan yang kita baca baik dimedia sosial maupun televisi yang menyiarkan berita live atau rekaman kondisi gaza, anak-anak dan wanita selalu menjadi korban.

Korban wanita dan anak-anak dipalestina juga seperti bukan sebuah akibat perang. Mereka seperti dibantai tanpa perlawanan. Jet-jet tempur, dan rudal dari tentara Israel sangat terlihat seperti asal tembak, mereka seperti tidak tahu posisi musuh hingga yang tertembak adalah wanita dan anak-anak. Jika memang tentara Israel tahu sasaran, berarti memang mereka menargetkan wanita-dan anak-anak. 

Kita dapat mengakses sendiri berita soal Israel menjadikan wanita dan anak-anak sebagai sasaran. mungkin anda akan mudah membuka Google lalu tanyakan " Israel targetkan anak-anak dan wanita hamil" lalu kita akan dapat baca beritanya. Demikian juga tanggapan dewan Israel yang mengatakan wanita Palestina harus diperkosa.

Sekarang mari kita lihat korban dari pihak HAMAS. Dalam setia serangan yang dibuat tentara hamas lebih cenderung membuat tentara Israel yang menjadi korban. Hampir tidak ada penyerbuan terhadap masyarakat sipil. Peperangan sendiri terjadi di Wilayah Gaza. Lalu dalam berita penyusupan yang dilakukan tentara HAMAS, maka target mereka jelas, instalasi militer, dan tentara. Pasukan HAMAS tidak menargetkan penduduk seperti yang dilakukan oleh Israel.

Kita juga bisa mengakses sendiri siapa korban yang lebih banyak timbul akibat perlawanan tentara HAMAS. Tentara lebih banyak korban, karena hamas memang tidak menargetkan menyerang penduduk. Dari sudut pandang ini, jelas Pasukan HAMAS masih meletakkan  nilai kemanusiaan dibandingkan tentara Israel. HAMAS tidak menjadikan wanita dan anak-anak sebagai sasaran dari roket mereka. Sedangkan Israel malah sengaja menembakkan rudal-rudal mereka dengan sasaran wanita dan anak-anak.

Dari sudut pandang ini, pasukan HAMAS masih lebih memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi dibandingkan tentara Israel. HAMAS menjadi teroris hanya karena negara-negara besar yang mendukung israel memberi mereka label dengan cap teroris. Lalu atas kesepakan dunia internasional karena terdiri dari beberapa negara pendukung zionis jadilah mereka teroris internasional. Sedangkan Israel jelas menebarkan teror di seantero Timur Tengah.

Disini penulis tidak dalam kondisi memihak kepada HAMAS atau benci dengan Israel, namun tindakan tentara Israel yang menjadikan Wanita dan Anak-anak sebagai sasaran adalah hal yang tidak dapat diterima. 

Jika soal memihak, maka penulis akan lebih memihak membela perjuangan rakyat Palestina. Jadi meminjam istilah dalam pilpres diatas, I Stand On The Right Side, With Palestinian People.

No comments:

Post a Comment