Friday, 29 August 2014

Daya Untuk Bersabar

Lama juga ku coba duduk dan mengamati kucing ini. Meski bertanya-tanya apakah kucing ini sedang menikmati indahnya pagi. Atau ia menatap ikan-ikan kecil yang berenang kesana kemari.

Keyakinan dalam diriku ia sedang melihat peluang. Lalu ia menunggu saat yang tepat untuk meraihnya. Aku berfikir kucing ini sedang menyiapkan momentum tepat, untuk sarapan pagi dengan ikan terbaik dari kolam teratai.

Dinginnya udara pagi tak membuatnya bergeming. Hingga matahari mulai menghangatkan udara ia tetap diam. Bahkan saat panasnya matahari pagi yang mulai menyengat, kucing ini tetap cukup sabar.

Sepasang mata fokus menatap kearah ikan dikolam. Sadar atau tidak aku yang bermata 5 ( tambah kacamata dan kamera hp) mengintainya juga. Menunggu saat yang tepat menjepret kamera.

Matahari terus memanas, membuatku kelimpungan. Semangatku patah oleh panas tak dapat kutahan. Aku hendak menyerah, sementara kucing masih berdiam diri. Kelihatan santai namun fokus. Matanya mengintai kesatu titik.

Akhirnya kuputuskan memfoto posisi berburu menunggu mangsa ini, aku melupakan foto kucing menerkam mangsa. Dan setelah menfoto aku beranjak meninggalkan kucing tadi.

Dan saat aku mulai menuliskan tulisan ini, adalah sesaat setelah aku melihat kucing itu menikmati ikan. Dengan santai di salah satu sudut jembatan kayu taman hutan kota ia menikmati hasil buruannya.

Hanya selang dua menit setelah ku beranjak kucing mendapatkan momentumnya. Sedangkan aku, itu adalah waktu yang kusiakan hingga momentumku hilang.

Aku kalah sabar dua menit dari sang kucing. Dan di dua menit itu aku  gagal. kucing ini memberikan aku pelajaran yang berharga. Tidak hanya soal fokus pada target, namun juga daya untuk bertahan dan bersabar hingga momentum sukses itu bisa didapat.

No comments:

Post a Comment