Thursday, 28 April 2016

Analisis Kegagalan Revolusi Mesir

Revolusi Mesir hanya berjalan seumur jagung. Saya mengira Revolusi di sana adalah yang terpendek dalam sejarah Revolusi dunia. Hanya berumur setahun sebelum mengalami Revolusi tahap dua, begitu saya ingin menyebutkannya. Saya tidak tahu ntah saya yang kurang baca sejarah, atau memang sayanya yang tidak tahu kalau ada Revolusi yang lebih pendek dari satu tahun. Kalau ada silahkan koreksi di komentar. Saya ikhlas Dan redho.

Baik kita masuk paragraf serius setelah ini. Dalam teori Rekayasa Sosial (Sosial Enginering) kita tahu ada 4 metode. Pertama metode evolusi sosial, atau yang dikenal dengan teori darwinisme sosial. Kedua kita juga telah akrab dengan istilah Revolusi, yakni melakukan perubahan yang radikal, sporadic dan memangkas satu generasi pelaku, mengganti perangkat hingga sistem. 

Lalu kita diakrabkan dengan istilah reformasi, yakni mengganti yang tidak dibutuhkan dengan yang dibutuhkan, baik itu meliputi perangkat, maupun pelaku hingga sistem. Keempat kita diperkenalkan dengan istilah metamorfosis sosial, yakni perubahan terstruktur, terukur, dengan tahapan dan jangka waktu tertentu (dapat ditarget).

Mari kita lihat yang terjadi di Mesir. Perjuangan Revolusi yang memakan waktu, korban dan darah hanya berlangsung sesaat, seperti manis permen di mulut. Effort sedemikian hingga menjadi pupus ketika Presiden Mursi di kudeta oleh  As Sisi. Memang perjuangan tidak akan sia-sia, dan setiap proses terhitung pahala dari segi agama (aspek religious). Namun begitu tidak ada salahnya kita coba melakukan analisa-analisa terhadap peristiwa bersejarah tersebut. Dengan begitu akan ada manfaat yakni pelajaran bagi kita-kita yang mau mengetahui.

Pertama kita lihat dari segi cara yang dipilih warga Mesir saat menurunkan Husni Mubarak. Para aktifis Mesir diberitakan Melakukan Revolusi, dengan kata lain itulah metode yang mereka pilih. Sama seperti people power di Thailand, menggunakan kekuatan massa yang banyak. Mencitrakan keberadaan mayoritas masyarakat agar pemerintahan lama lengser beserta dengan sistem-sistemnya.


People power yang dilakukan rakyat Mesir adalah efek dari ketidak tahanan masyarakat terhadap gaya diktator yang dipraktikkan saat itu. Rakyat Mesir beranggapan pemerintahan Husni Mubarak tidak lagi memberikan solusi bagi mereka. Ada keinginan besar untuk mempraktikkan demokrasi yang sebenarnya. Ini adalah perubahan yang tidak dapat direncanakan atau dikembalikan oleh pemerintah Mesir saat itu. Hal ini adalah dampak dari pengekangan yang dilakukan pemerintah.
Rakyat akhirnya memutuskan untuk melakukan perubahan sosial. Melawan tatanan yang coba di berlakukan atas mereka oleh pemerintah. Rakyat Mesir memutuskan turun ke jalan. Gerakan yang disimbolkan dengan tangan 4 jari dan hastag #rabia dimasifkan. Akhirnya gerakan ini berhasil membuat sang penguasa selama 30 tahun turun tahta. Sebuah kegembiraan luar biasa yang disambut suka cita.


Pemilu demokratis berjalan di Mesir, dan rakyat Mesir melakukan pesta demokrasi. Mereka memilih anggota parlemen, memilih presiden. Pemilu ini  oleh para aorganisasiwanul Muslimin. Demikian juga presiden terpilih juga aktifis organisasi yang sama. Dikabarkan di media ada perubahan dasar pada Negara Mesir mulai dari perkembangan ekonomi, sosial, hingga ke tahapan konstitusional. Sayangnya mursi tidak pemerintah terlalu lama. 
Revolusi tahap dua kembali berlangsung dibawah komando Jendral As Sisi. Mursi pan para politisi yang berasal dari ikhwanul muslimin ditangkap. Generasi politisi IM ditangkap Dan dipenjarakan. Hampir semua aktifis IM menjadi orang yang dicari dengan tuduhan sebagai gerakan makar dan terorisme. Bahkan presiden Muhammad Mursi yang secara legitimate menjadi orang nomor satu Mesir melalui Pemilu demokratis di negara tersebut, tidak diketahui keberadaan nya.


Perbedaan metode 


Ada hal yang bertolak belakang antara cara IM (Ikhwanul Muslimin) Dan rakyat Mesir melakukan Revolusi Mesir, dengan metode yang digunakan jenderal militer As Sisi. Jika militer menggunakan sistem pangkas generasi IM yang sedang pemerintah, maka IM setelah menyenangkan pemilu tidak memangkas generasi (loyalis) mantan presiden terlama Mesir Housni Mubarak.
Sebagai hukum sebab-akibat, berakhirnya pemerintahan IM (Mursi) hanyalah tinggal menunggu waktu. Tidak akan mungkin loyalis bertahun-tahun hidup dengan pola yang sesuai dengan gaya Dan ideologi mereka aka menerima perubahan spontan meski dengan jabatan. Apalagi kondisi dulu lebih nyaman untuk segala kepentingan generasi dahulu.


Revolusi mesir ala IM dan rakyat mesir adalah revolusi semu. Tidak akan ada hasil yang nyata, dengan kata lain tidak akan sukses menggulingkan rezim, meski berhasil menggulingkan Presiden Husni Mubarak. Hal tersebut terjadi Karena pasri akan ada bagian dari sisa generasi yang seangkatan serta satu pemikiran dan cara dengan Husni yang akan melakukan usaha kudeta balik.


Letak kesalahan IM adalah tidak memangkas habis generasi Husni. Mereka menyisakan eksekutif, serta panglima militer dari angkatan tersebut. Ini adalah kesalahan yang sangat besar dalam revolusi. Ibaratnya seperti rusa yang mengalahkan raja rimba, namun menyiasakan para punggawanya. Seperti lupa para rusa, soal para punggawa raja rimba adalah harimau juga. Inilah akibat dari menggunakan metode (manhaj) revolusi secara setengah-setengah.

Beda dengan revolusi militer ala As Sisi. Dia membabat habis para aktifis IM. Semua yang berkenaan dengan Mursi Dan IM ditangkap dan dipenjarakan. Para punggawa tidak boleh disisakan. Hal ini dapat di asumsikan dengan pengetahuan militer tentang akibat menyiasakan pasukan musuh secara sengaja dalam satu kamar. Hanya menunggu waktu untuk terkena hunjaman pisau yang membelah perut hingga ulu hati.


Oleh Karena itu sangat wajar, pemerintahan mursi (rezim IM) hanya berlangsung sebentar. Ibaratnya seumur jagung yang mati sebelum sempat berbunga. Belum lagi kita katakan berbuah. Oleh Karena itu jangan setengah-setengah dalam menghalalkan sebuah metode, tak peduli sekeras, atau seberat apapun. Jangan sisakan bom waktu didalam kantong, apalagi kalau  remot ada sama lawan.

No comments:

Post a Comment