Friday, 22 April 2016

Panama Papers dan Kejahatan Korporasi

Korporat atau para pengusaha, dengan perusahaannya (Korporasi). Mereka adalah orang-orang yang memiliki peranan penting dalam kehidupan bernegara. Sering kebijakan negara bisa terpengaruh oleh kelompok ini. Alasannya sederhana, karena perputaran uang yang besar ditangan mereka.


Sangat sering kebijakan negara diusahakan tidak membuat kalangan korporat menjadi alergi. Malah kebijakan dibuat agar kalangan ini senang. Mereka diundang dengan iming-iming jaminan negara untuk keamanan, ketersediaan sumber daya, Kemudahan usaha, hingga bahkan kebijakan pajak dan upah yang cenderung menguntungkan mereka. 


Keberpihakan negara kepada kalangan korporat ini membuat pihak lain malah teranaktirikan. Bisa dilihat dari kenyataan demo buruh untuk kenaikan UMR (Upah Minimum Regional) guna mendapatkan kehidupan yang layak. Kalangan rakyat proletar (meminjam istilah orang sosialis) sering termarginalkan karena keberadaan para korporat dan korporasi.

Mereka adalah para investor dan pelaku usaha besar. Mereka membayar pajak dalam jumlah besar, menggaji banyak orang guna menjalankan usaha mereka. Akhirnya mereka juga memegang peranan penting dalam kehidupan khalayak banyak. mereka benar-benar menguasai sisi perekonomian dan sangat besar pengaruhnya.


Letak Kejahatan


berbicara Indonesia sebagai negara yang sangat menggantungkan devisa dari hasil pajak, maka pajak dari para pengusaha besar ini sangat dibutuhkan. Kekurangan cadangan devisa membuat negara ini terhambat pembangunannya. Membuat hutang luar negeri menjadi satu-satunya opsi bagi kebijakan fiskal jika hendak melanjutkan roda pemerintahan.


Tingkah para pengusaha yang menghindari pajak adalah contoh kelakuan buruk pengusaha kita. Apalagi berbicara menyembunyikan aset dari negara, bahkan keluar negeri untuk bisa menghindari pajak. Hal ini adalah kejahatan besar dan dapat digolongkan kepada White collar crime (kejahatan berkerah putih). Benar-benar jauh dari kesan cinta tanah air, bela negara, juga semangat memajukan martabat dan kehidupan berbangsa dan bernegara seperti yang sering didengungkan oleh para korporat tersebut.


White Collar Crime adalah kejahatan yang dilakukan oleh kalangan korporat, atau oleh Korporasi. keduanya termasuk kedalam orang (persoon) atau badan hukum (rechtspersoon) yang diberikan hak dan kewajiban sebagai subjek hukum. 


Setiap orang atau badan hukum dibenarkan menuntut hak, dan juga dapat dituntut kewajibannya. Setiap nama orang dan badan hukum yang melanggar kewajibannya bisa diberikan sanksi. Dalam hal mencoba mengakali agar tidak perlu melaksanakan kewajibannya dapat diartikan dengan sengaja menghindar, bukan karena kealpaan, maka disini baik orang maupun badan hukum telah melakukan kejahatan.


Baik korporat maupun korporasi adalah subjek hukum. Berusaha menyembunyikan aset demi menghindari pajak adalah kejahatan. Tindakan ini jelas merugikan negara. sengaja menyembunyikan aset dapat diartikan dengan sengaja membuat negara rugi. Kejahatan ini sama seperti pejabat negara yang korupsi. Pencurian terhadap yang seharusnya menjadi hak negara, atau kewajiban dari para pelaku usaha dan juga perusahaannya.


Skandal Mengejutkan


Ada ribuan nama pengusaha dari Indonesia, yang melakukan usaha di Indonesia, nama perusahaan yang berada dan melakukan usaha di Indonesia yang diunggah bersamaan dengan sekitar 2 terrabite data lainnya. Kumpulan data yang dinamakan dengan The Panama Papers oleh pengunggahnya. sedemikian besar data melebihi dari yang diunggah oleh live leaks, bahkan wiki leaks.


file yang berisi berbagai dokumen, nama, alamat lengkap, aset yang disembunyikan dari negaranya milik para korporat dan korporasi. Tak hanya kalangan pengusaha, bahkan hingga para atlet. Sebut saja nama seperti Lionel Messi bahkan masuk dalam daftar untuk luar Indonesia.


untuk indonesia sendiri nama korporasi besar seperi Agung Sedayu, Podomoro, Freeport, Ciputra masuk dalam daftar. juga nama-nama pengusaha besar yang sering muncul dan kelihatan memiliki visi seperti Sandiaga Uno, Chairul Tanjung, dan ribuan nama lainnya.


ada 2.961 nama dari indonesia, dan 803 nama adalah Warga Negara Indonesia (WNI). ini jug fakta mengejutkan, bahwa negara kita ditipu oleh ribuan korporat dan korporasi asing. juga persentase WNI yang memiliki korporasi besar dengan aset triliunan. Para penjahat yang terlalu tamak dengan apa yang harusnya bukan hak mereka.


kita berharap pemerintah, khususnya Dirjen Pajak atau Direktorat Jenderal Pajak. Data  yang beredar inj ditelusuri, guna menemukan uang negara yang mereka sembunyikan. Bila perlu penjarakan saja para Korporat dan korporasi Jahat tersebut. Terutama yang milik asing sita saja asetnya dan usir mereka dari indonesia. Negara ini akan hancur jika mereka para benalu seperti itu terus dibiarkan. Wallahualam.

No comments:

Post a Comment