Tuesday, 18 April 2017

Travelling : Rujak Krung Raya dan Teluk Sabang

Rujak Krueng Raya, dengan latar teluk Sabang
Kamu sering travelling, maka sabang pastilah harus masuk ke salah satu list tunggu tempat yang harus didatangi. Bagi yang udah tahu sabang pasti udah ngerti bagaimana. Kalau yang belum tahu, sini saya bisikan "Sabang itu indah, unik, asik".

Kali ini saya mau bagi-bagi pengalaman, salah satu spot menarik dengan apa yang khas di sana. Nah kali ini saya mau cerita-cerita soal satu spot kuliner sabang, sekaligus tempat asik yang wajib kamu singgah di sana.

Nama spotnya desa krung raya. Lokasinya di jalan raya menuju ke Kilometer Nol. Namun belum seberapa jauh dari kota sabangnya, ya guys. Sekitar lima menitan lah, atau bisa jadi kurang lebih bergantung pada kecepatan motor.

Apa yang menarik dari desa Krueng Raya ini, yuk kita bahas satu persatu. Pertama andalan mereka yakni kuliah, eh salah ah, kuliner, hehehe. Ada satu kuliner yang jangan sampai kamu ketinggalan, alias gak sempat kamu nikmati lezatnya.

Nama menunya adalah "Rujak". Nah loh, kok rujak, itukan umum banget yaa. Koktailnya orang Indonesia. Eitss, tunggu dulu. Jangan salah. Kuliner itu bicara rasa. Kamu akan tahu uniknya menu Rujak Krueng Raya dari mengetes langsung dengan kepala lidahmu sendiri.

Potongan aneka jenis buah-buahan disiram saus kacang pedas manis. Benar-benar campuran aneka rasa sempurna. Seperti tidur dengan berbagai jenis buah diselimuti rasa pedas cabai dan gurihnya kacang dalam manisnya gula aren. Semua diaduk menjadi satu hidangan dalam satu piring.

Kedua tempat. Jelas banget guy's. Tempatnya indah banget. Terhampar teluk sabang dengan airnya yang tenang. Pulau-pulau kecil menambah kesan eksotis yang benar-benar memanjakan mata.

Penampakan kota bawah dan kota atas, perbukitan semua menyatu dalam satu bingkai foto selfie yang instagramable kata mereka yang gemar selfie. Ditambah tangan yang megang rujak, maka jadilah foto bercita rasa buah-buahan, hehe. Gal lah, serius saya mau bilang itu "selfie cita rasa Indonesia"

Ketiga suasananya guy's. Kalau siang cocok banget buat ngadem. Angin laut menerpa, memanjakan. Pohon besar nan rindang menjaga kulit mulusmu (bagi cewek) dari sinar matahari. Pohon rindang itu surga di daerah tropis yang panas.

Sore hari lain lagi cerita. Sinyar jingga dari matahari terbenam lembut menyusuri kulit. Sinarnya menyeruak diantara pemandangan yang "instagramable", diantara angin laut yang beraroma garam. 

Ah benar-benar sebuah romansa indah buat kamu yang butuh me time, atau pengen berdua dikeramaian.
Jangan biarkan semua sensasi itu terlewatkan dari petualanganmu. Atau tak tertangkap kamera milikmu.

 Jangan biarkan ia terlewatkan, tak tertulis dalam kisah romantis cinta halalmu. Seperti kisah anak muda sabang yang Aman mengajak pasangannya untuk makan rujak meski hanya sepiring berdua.

Jika hidupmu crowded banget, maka kesini buat ngadem, meredam eh gak mengeluarkan semua stress. Biar di menguap dilembutnya mentari dan diterbangkan angin laut. Dikubur ke balik bukit, dipendam ke dasar teluk yang dalam.

Lalu pedas manisnya rujak akan membuatmu lupa sejenak kalau ini dunia yang sedang kacau. Terlintas di fikiran, ah, dimana ini, eh ini surga.

No comments:

Post a Comment